I'M The Grim Reaper

I'M The Grim Reaper
Episode 3 (Sinful Job)



Setelah melihatku dengan tatapan marah, ia memalingkan muka dan menghadap sebaliknya.


Setelah itu, aku mendengarnya bergumam sesuatu..


"Sudahlah, bukan hanya dirimu yang kaget awalnya..."


gumamnya tanpa sadar


Mengetahui hal tersebut, aku malah kaget dan berkata kepadanya..


" Ehh....Jadi bukan aku yang pertama kali mendapatkan pekerjaan ini!?" kataku masih dalam keadaan kaget


Lucy yang baru sadar bahwa dirinya keceplosan, mau tidak mau harus memberitahuku yang sebenarnya. Kebenaran yang seharusnya belum kuketahui dari sekarang.


Namun entah mengapa ia malah melirik ke arahku, dan tertawa sinis.


"Memang kenapa, bukan hanya kamu kok yang spesial!" katanya dengan nada mengejek


"Namun, seseorang sebelum dirimu itu telah gagal, jadi kubuang saja dia dan menggantikannya!"


Aku yang kehabisan kata, tiba-tiba malah penasaran dengan apa yang terjadi dengan orang tersebut.


"A..apa yang terjadi dengannya?" tanyaku masih merinding


"Dia kubuang ke dalam lubang terdalam neraka dimana semua pendosa berat berada, hanya karena satu kesalahan!"


"Dia jatuh cinta pada seorang manusia!" jawabnya dengan nada sinis


"Hahahahaha.....dia, jatuh cinta dengan seorang manusia, menyedihkan sekali, buang-buang waktu saja!" katanya dengan tertawa mengejek


Namun setelah tertawa seperti itu kemudian ia berhenti dan menghadap ke arahku dan kulihat wajahnya menampakkan senyum yang lebar, lalu berkata...


"Untungnya aku menghapus ingatanmu agar kamu tidak ingat tentang siapapun dan apapun!"


katanya dengan senyum sinis


Mendengar kenyataan pahit bahwa seluruh memoriku telah diambil oleh Lucy, membuatku tidak bisa mengingat apapun tentang kehidupanku. Sekarang aku hanyalah seperti roh yang tidak memiliki isi sama sekali.


Hal yang disebut Lucy berupa jatuh cinta, aku bahkan tidak mengerti sama sekali.


"Jadi jatuh cinta itu apa?" seketika tanyaku


Saat itu ia malah semakin mendekat kearahku dan menunjukkan perasaan jijik terhadap pertanyaan yang kulontarkan tadi, dan menjawab..


"Percayalah, sebaiknya kamu tidak usah mengerti!" jawabnya dengan nada datar


Setelah mendekatiku, ia menjauh dan pergi ke belakang takhtanya, aku yang bingung hanya terdiam saja. Namun ketika ia mulai jauh, ia malah menengok ke belakang dan melirikkan matanya seakan memberikan petunjuk agar aku mengikutinya.


Saar itu aku segera beranjak dari tempat awalku dan mengikutinya.


Saat berjalan, Lucy membawaku diantara pembatas dinding antara aku dan Lucy dan di antara mereka yang disiksa di neraka, aku melihat banyak sekali kejadian mengerikan, seperti manusia tersebut dipaksa memanjat pohon sangat berduri lalu banyak burung bangkai yang berterbangan, siap memakan daging mereka. Ada juga manusia yang diikat menggunakan rantai berduri dan tubuhnya dibakar di dalam lahar panas yang mengerikan, ada yang lehernya diikat lalu ditarik menggunakan roda sampai tewas dan hal-hal lainnya yang kejam.


Melihat semua hal tersebut malah membuatku merinding karena, jika aku tidak ditarik oleh Lucy, apa yang akan terjadi denganku. Aku juga tidak mungkin akan mati sia-sia tanpa mengetahui apapun seperti mereka. Aku juga bisa bercermin tentang sifat dunia sekarang yang bahkan tidak peduli dengan kematian mereka sama sekali.


Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya Lucy berhenti di suatu jurang, aku juga berhenti dibelakangnya.


Saat itu, ia menghembuskan nafas dan berbalik kearahku dan berkata..


"Majulah, V!" katanya.


Lagi-lagi dengan huruf V yang dia sebutkan, malah membuatku semakin penasaran tentang diriku. Setelah maju, kulihat seseorang sedang berdiri diujung jurang ini. Ketika melihatnya, keadaannya sangatlah terpuruk. Dia hanya tertunduk dan kedua tangannya di tawan oleh kedua iblis milik Lucy.


Awalnya aku tidak mengenalinya, ketika agak mendekat, aku melihatnya. Seseorang itu adalah dia yang kubunuh tadi pagi. Aku kaget ketika ia melihatku dan mengembangkan senyum mengejeknya kepadaku dan lalu meludah tepat kearahku dan berkata...


"Dasar iblis rendahan, seenaknya saja membunuhku, tidak adil jika kamu menggunakan sabit tahu!?" tukasnya dengan kasar kepadaku.


"Seharusnya kamu mati, bukan aku, KAMU SAJA!!" sambil berkata itu dia meronta-ronta agar ia bisa bebas dan membunuhku.


Setelah itu, ia berjongkok dan mendekati perempuan tersebut yang masih memaki-makiku dan berkata...


"Bisa diem dikit nggak, kamu udah dineraka aja masih punya nyali toh?!" jawab Lucy...bukan, Lucifer seketika dengan nada mengancam.


Entah mengapa seketika, seluruh hawanya berubah berubah drastis dan kulihat perempuan yang tadi menghinaku malah bungkam dan tidak berbicara lagi, seperti ada yang menahannya untuk berbicara.


Kulihat sekarang Lucifer sedang tidak main-main ketika melihat ia bisa merubah seluruh hawa disini hanya dengan sekali nada mengancam. Setelah berkata hal tersebut dia kembali ke arahku lalu membisikkanku sesuatu, entah mengapa ketika ia semakin mendekat, hal itu membuat pipiku merona.


"Sekarang tugasmu, Vi." katanya dengan nada datar


Setelah ia menjauh, pipiku malah semakin memerah, entah itu hal baik atau hal buruk.


Sesuai dengan instruksinya aku maju kedepan, sambil menggenggam sabitku, aku melihat ke arah perempuan tadi.


Sesuai dengan instruksi Lucy, karena dosanya bermabuk-mabukan dan membunuh orang lain, ia akan masuk ke dalam kolam penyesalan, dimana ia akan dijerat masuk ke dalam, tidak bisa bernapas, untuk selamanya.


Masih ragu-ragu, aku hanya berdiam diri di tempat. Entah mengapa perempuan tadi mendekat kearahku dan membisikkan sesuatu...


"Semoga bertahan hingga mati!" katanya dengan wajah sinis


Setelah itu membisikkan itu, ia menggigit telingaku hingga berdarah, aku yang mengerang kesakitan tidak sengaja menjatuhkannya dari atas jurang dan ia masuk ke dalam kolam tersebut.


Telingaku yang tadi berdarah karena kesakitan tiba-tiba pulih secara sendirinya. Aku hanya tertegun beberapa saat hingga Lucy bergumam tentang perempuan tadi.


"Ia tidak pernah diakui." katanya dengan nada datar


"Mak..sudnya?" tanyaku padanya


"Di dunia, ia tidak pernah diperlakukan seperti manusia, makanya ia mencari kepuasan dengan melihat penderitaan orang lain dengan cara membunuhnya." tukasnya kembali


"Lalu ia mabuk-mabukan di umurnya yang masih muda, sungguh manusia yang menyedihkan!" seketika jawabnya geram


Setelah berkata hal itu ia berjalan kembali ke arah sebaliknya, aku mengikutinya dari belakang. Dan seperti tadi aku harus melewati dinding pembatas antara manusia yang tersiksa di neraka dan antara aku.


Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dan ingin kutanyakan kepada Lucy. Namun seperti perempuan tadi, aku tidak mungkin bertanya hal itu kepada Lucifer.


Ia kembali ke takhtanya sementara aku disampingnya.


Entah beruntung atau apa, ia mau memberitahuku informasi yang menarik perhatianku.


"Kau...ingin tahu siapa namamu kan?!" tanyanya


Aku yang terkejut langsung menjawab


"Aku...tentu mau tahu!" tukasku dengan rasa bahagia


"Jika kamu ingin tahu siapa dirimu, bukannya harus ada syaratnya?!" tanyanya dengan senyum jahil


Tentu saja pasti jika kita ingin tahu sesuatu pasti ada syaratnya, kan.


"Syaratnya apa?" tanyaku dengan nada sedikit melemas


.


.


.


.


Syaratnya tentu saja menyelesaikan kerjamu!" katanya kembali.


Bersambung..