I'M Late Loving You

I'M Late Loving You
6



Sinar mentari dari balik gorden kamar seorang gadis membuatnya terusik. Perlahan dia membuka matanya yang terasa sangat berat untuk terbuka.


Setelah nyawa nya kumpul, dia berjalan ke kamar mandi untuk bersiap-siap. 30 menit dia keluar dengan pakaian sekolah yang sudah rapi.


Caca melangkahkan kaki nya keluar menuju ke lantai bawah. Terlihat keluarganya sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama


"good morning all " sapa Caca


" morning too queen" jawab keluarga nya


Caca dan keluarganya memulai sarapan. Caca mengambil susu hangat dan meminumnya hingga sisa setengah.


" pelan-pelan minum nya queen, nanti tersedak" kata bang Dirga


Caca hanya mengangguk, setelah itu dia pamit untuk berangkat sekolah.


"Daddy,mommy,bang, aku berangkat dulu. Dafi mau Kaka Anterin gak sekolah nya" kata Caca


" gak KA, nanti diantar supir aja" jawab dafi


" ok, aku berangkat . ASSALAMUALAIKUM" kata Caca


"wa'alaikumsalam" jawab seluruh keluarga Caca


Caca pun keluar mansion dan berjalan kearah mobilnya. Sesampai di mobil,caca langsung menjalankan nya ke sekolah.


Sesampainya diparkiran sekolah, Caca tidak melihat ada sahabat-sahabat nya. Caca pun memutuskan untuk berjalan ke kelas nya. Tapi tiba-tiba ada yang menghentikan langkah nya


" Caca" panggil darma


Caca pun membalikan badan nya, ternyata ada darma dan sahabat-sahabat nya. Caca mengangkat sebelah alis nya bermaksud bertanya ada apa.


" kok sendiri, teman-teman nya pada kemana" tanya darma


Caca menjawab dengan mengedipkan bahu nya pertanda dia tidak tau.


" oh iya ca, boleh gak gue minta no telpon kalian" tanya Dimas


"minta aja sendiri" kata Caca


Dimas menggaruk tekuk nya yang tidak gatal.


" kalo no lu gimana ca, ntar yang lain gue minta sendiri" kata Dimas


" gue gak sembarangan ngasih no ke orang,permisi" kata Caca sambil melangkah kaki nya ke kelas


sesampainya Caca dikelas, dia melihat sahabatnya yang sedang mengobrol. Tapi Caca hanya acuh, dan langsung duduk ditempatnya. Setelah itu sahabat nya menyadari kalo caca sudah datang.


bel sudah berbunyi, guru pun datang ke kelas. Semua murid mulai belajar.


Setelah 4 jam belajar, akhirnya bel istirahat.


kring,, kring


Murid-murid pun segera keluar kelas dan berjalan menuju kantin. Caca dan sahabat-sahabatnya pun duduk ditempat biasa.


" gue aja" jawab Caca


"sama gue ca" kata Tasya


Caca hanya mengangguk saja, setalah itu mereka pun memesan makanan.


sambil menunggu makanan yang dipesan, mereka pun mengobrol.


" Ca, gimana lu sama Devan udah ngobrol soal yang dulu lu menjauh dari dia" kata Tasya


" gak usah dibahas" kata Caca


" tapi ca, bagaimanapun harus diselesaikan. Jangan sampai lu malah benar-benar tambah menyesal"kata Tasya


"gue gak mau membahas itu, gue juga gak mau ada yang tersakiti. Gue gak mau persahabatan kita hancur." kata Caca sambil menghembuskan nafas kasar


" ca, tapi Devan cinta nya sama lu. Bukan sama yang lain. Gue yakin dia juga pasti ngerti" kata Tasya


" ngerti gimana, disaat gue dekat sama Devan. Dia seolah-olah menatap gue benci. Dan di saat gue nyuruh Devan menjauh, dia seolah-olah nuduh gue orang yang paling jahat. Padahal gue ngelakuin itu agar persahabatan kita gak hancur" kata caca


" tapi kenapa lu gak benci dia, padahal dia juga yang membuat lu menjauh dari Devan. Dia juga yang dulu dekat devan dan hampir menghasut devan, dia juga yang tau semua tentang Devan dan Devan juga sering bercerita tentang lu sama dia. kita juga udah tau sifat dia gimana dari awal. Munafik Nya dia sama kita. Apa masih mau kita pertahankan persahabatan kita. Jujur, gue udah lama pengen bangat akhir persahabatan kita sama dia. Tapi gue menghargai Lu yang gak bisa benci sama dia. Padahal dia pernah mengkhianati dulu. Kenapa lu baik bangat sama orang seperti dia." tanya Tasya yang sudah mulai jengah dengan sikap Caca


"gue gak bisa membenci orang, lu tau gue seperti apa. Gue juga gak tega orang nya. Mau bagaimana pun itu. Gue tetap akan mengikuti alurnya." kata Caca


setelah beberapa menit mengobrol pun. Akhirnya makanan nya pun jadi. Dan mereka langsung kembali ketempat. Ternyata di tempat mereka sudah ada Devan dan sahabatnya.


" eh kalian, kita gabung gapapa kan, soalnya kata sahabat kalian gapapa" tanya darma


mereka memutar bola mata nya malas dan langsung duduk ditempat setelah itu mereka memakan makanan nya. Tanpa menjawab ucapan darma


" kalo udah duduk, gak usah nanya lagi." kata Tasya dengan ketus


"boleh minta no kalian gak" kata Dimas


" boleh" kata Saras dan Dian serempak,tapi berbeda dengan Tasya dan Caca yang menggeleng.


Saras dan Dian pun langsung mengetik no nya di handphone Dimas. Tapi berbeda dengan Tasya yang Caca yang hanya melihat tanpa minat. Sampai akhir nya Dimas bertanya.


" kok kalian gak ngasih no kalian" tanya Dimas


" gak penting" kata Tasya


"gak ngasih orang yang baru dikenal, gue duluan" kata Caca sambil melangkah pergi. Tanpa mempedulikan orang yang sedari tadi merhatiin dia. Tasya pun memilih untuk mengikuti Caca dari pada harus bergabung sama mereka. Darma yang kepo akhir nya pun bertanya


" sikap Caca kok kaya gak suka gitu sama kita ya" kata darma yang disetujui yang lain nya, tapi Dian dan Saras hanya saling lirik


"kok kalian diam, jawab dong" kata Dimas yang ikut penasaran


" gak ada yang perlu di jawab, Caca emang begitu kalo sama orang yang gak dikenal" kata Tasya


"gue ke toilet dulu ya" kata Devan yang sedari menyimak percakapan mereka


Devan pun memutuskan untuk mencari Caca. Dia khawatir takut Caca lagi ada masalah, atau Caca memang sengaja menghindari dia.