
" Kalau saja aku bisa memutar kembali waktu disaat kita bersama dulu. Akan ku kembalikan semua nya. Akan ku balas semua rasa mu untuk ku. Andai aku tau semua akan jadi seperti ini, tidak seharusnya aku mengatakan hal-hal yang menyakiti mu. Maafkan aku yang tak pernah menghargai hadirmu. Maafkan aku yang tidak bisa menerima mu di hidup ku. Maafkan aku yang tak bisa membalas perasaan mu. Dan kini aku menyesal setelah aku tau kau sangat berarti bagi ku. Seandainya aku bisa mengulang waktu, takkan pernah ku mau mengikhlaskan mu buat orang yang jelas-jelas sudah membuat ku kecewa. Apakah perasaan mu masih sama seperti dulu? Apakah kau mau memaafkan orang yang menyakiti mu ini? Apakah kau mau menerima hadir ku kembali, walaupun dulu ku meminta supaya kita jadi orang asing? Aku menyesal telah menyuruh mu pergi supaya persahabatan ku tidak hancur. Yang aku mau cuman satu, bertemu kembali dengan mu. Aku tau, aku tidak tau diri, dulu aku menginginkan mu pergi, dan sekarang aku ingin kau kembali." Marsya menghela nafas berat, kemudian dia terus melanjutkan menulis di buku diary nya.
MAAF,MAAF DAN MAAF. dalam hati marsya
saat ini Marsya sedang menulis di buku diary nya, di hari libur yang hanya dia isi dengan menulis diary dan mengenang seseorang yang udah pergi karena kesalahannya.
Untuk saat ini dia hanya ingin mengikuti alurnya saja, melupakan akan sulit tapi dia harus mencoba. Dia tidak mau berharap seseorang yang dulu berarti buat dia kembali lagi. Karena itu mustahil, kebersamaan mereka telah berakhir karena kesalahan nya. Berharap waktu kembali ke masa nya pun tidak mungkin. Yang dia harus lakukan saat ini adalah mengikhlaskan. Dan apabila dia kembali, mungkin sudah bersama dengan orang lain. Maafkan aku yang telat menyadari rasa ini. Kata maaf tidak bisa membuat kita kembali bersama seperti dulu. Tapi setidaknya kata maaf tidak akan membuat kita menjadi orang asing.
Apakah sesakit ini disaat kau dulu mencintaiku, aku selalu mengabaikan rasamu, dan aku yang tidak peduli padamu? Dan sekarang aku pun merasakan apa yang kau rasakan. Gak seharusnya dulu aku ingin kau pergi karena hanya supaya kau bisa bersama sahabat ku. Penyesalan lah yang kini aku rasain. Bahagia lah bersama nya, dan semoga dia tidak menyakiti mu seperti ku menyakiti mu. Apakah kau tau dulu disaat aku menyuruh mu untuk menjadi orang asing dan disaat kita bertemu pun kau menunjukan nya pada ku menjadi orang asing dihadapan ku. Aku sebenarnya sedih disaat aku menyuruh mu menjadi orang asing di hidupku. Tapi aku selalu menyangkal nya. Sudah cukup aku menyakiti mu dulu. Semoga kau kembali nanti disaat kau sudah bahagia. Aku mengikhlaskan mu apabila nanti kau bertemu dengan seseorang yang jauh lebih baik dariku. Disini aku merindukan mu, dan sampai kapan pun aku akan mengingat mu. Terutama kebaikan mu. Aku takkan melupakan mu, tapi aku akan mengikhlaskan mu.