
Devan POV
Gue saat ini ada di parkiran sekolah, setelah tadi gue gak sengaja dua kali ketemu sama seseorang dari masa lalu gue. Ya Caca adalah orang yang dulu gue anggap spesial. Tapi tidak untuk sekarang. Gue pikir setelah kejadian itu, gue gak akan ketemu dia lagi. Tapi gue salah, gue satu sekolah lagi sama dia. Dan tadi di kantin sahabat gue meminta untuk gabung di meja mereka. Karena di meja yang lain gak ada yang kosong. Pas mau pulang pun gue ngeliat dia lagi di parkiran. Jujur sebenarnya gue ingin banget ada di samping Caca seperti dulu. Tapi gue sadar, Caca gak pernah mau ada didekat gue. Bahkan perkataan dia dimasa lalu masih jelas teringat jelas dipikiran gue. Andai dia tau perasaan gue dulu, apakah mungkin dia akan tambah membenci gue. Gue gak pernah tau, alasan Caca menyuruh gue menjauh dan bahkan untuk tidak saling mengenal lagi. Gue pengen banget tanya apa alasan itu, dan apa masih ada kesempatan untuk gue bisa perjuangkan Caca seperti dulu. Perasaan ini masih sama untuk orang yang sama.
Setelah itu Devan memutuskan untuk ke mobil dan mengejar mobil Caca. Dia penasaran kenapa Caca menyuruh nya menjauh. Dan apa bila alasan itu jelas bagi nya. Dia akan mempertimbangkan lagi, apakah Caca pantas dia perjuangkan atau dia harus melepaskan. Dia bingung harus apa sekarang, perasaan nya masih sama.
Setelah beberapa menit Devan mengikuti mobil Caca, Devan pun langsung tancap gas buat menghentikan mobil Caca. Devan pun turun dari mobil nya, dan mengetok pintu mobil Caca menyuruh nya untuk keluar. Setelah Caca keluar, Devan sama Caca pun sama-sama terdiam. Akhir nya Caca membuka obrolan duluan.
" ada apa" kata Caca bertanya ke devan dengan canggung
"boleh kita ngobrol sebentar" kata Devan
"maaf KA, aku buru-buru." kata Caca yang ingin masuk mobil, mencoba untuk menghindar dari Devan. Tapi Devan langsung memegang tangan Caca.
" tunggu ca. Aku cuman mau kita bicara sebentar" kata Devan
" kalo tidak penting mending gak usah" kata Caca
Caca menghembuskan nafas gusar. Dia berpikir apa yang akan Devan tanyakan. Apakah tentang masa lalu yaang menyuruh nya menjadi orang asing. Lamunan Caca membuyar disaat Devan menanyakan pertanyaan nya .
"apa alasan kamu menyuruh aku menjauh" kaya Devan
Caca langsung menatap Devan, dia bingung harus menjawab apa. Dia ingin sekali jujur, tapi logika dia mengatakan untuk tidak.
" ca tolong jawab aku" kata Devan
" maaf KA, aku buru- buru. Lain kali saja" kata Caca langsung masuk kedalam mobil tanpa menatap Devan.
Devan menatap Caca tidak percaya. Dia pikir, dia akan mendapatkan jawaban dari Caca. Tapi dia salah, Caca malah mencoba menghindar. Apakah dia salah kalo mau memperjuangkan Caca lagi. Dia tidak bisa membohongi perasaan nya. Dia benar- benar mencintai Caca.
" aku akan memperjuangkan kamu ca. Aku juga penasaran apa alasan kamu menyuruh aku menjauh. Mau sampai kapan kita seperti ini. sudah hampir tiga tahun kita tidak bertegur sapa. Jujur aku sakit disaat kamu dulu selalu menceritakan tentang orang lain ke aku. Tapi aku sadar,aku bukan siapa-siapa kamu. Bahkan kamu cuman menganggap aku sebagai seorang kaka. Tidak seharusnya dulu aku berharap ke kamu. Kalo ujung-ujung nya kamu menyuruh ku menjauh" batin devan
Devan menghembuskan nafas kasar sambil melihat mobil Caca yang menjauh dan mulai menghilang dari pandangan nya. Devan pun memutuskan untuk masuk kedalam mobil. Dan melanjutkan perjalanan untuk pulang kerumahnya.