
Pagi hari pun tiba, Caca Yang baru bangun dari tidur nya pun. Langsung melangkah kan kaki nya ke toilet.
Sesudah rapih dia pun turun kebawah untuk sarapan
"morning"ucap Caca
" morning" kata keluarga nya serempak
" mau sarapan princess" kata mommy
"roti sama susu coklat aja mom" kata Caca
setelah selesai sarapan pun Caca memutuskan untuk berangkat ke sekolah
" semua nya aku berangkat dulu ya" kata Caca
" hati hati di jalan princess" kata keluarga nya
"iya, assalamualaikum" kata Caca
"walaikumsallam" kata keluarga nya
beberapa menit di perjalanan, akhirnya Caca pun sampai disekolah.
Ternyata pas sampai diparkiran sekolah, Caca melihat sahabatnya lagi bersama sahabatnya Devan.
Caca yang melihat Devan ada di sana, rasanya dia ingin langsung kekelas. Setiap dia melihat Devan, dia selalu merasa bersalah dan menyesal.
" morning ca" kata Tasya, membuyarkan lamunan Caca dan Hanya membalas dengan senyuman tipis.
" mending ke kantin dulu yuk, kata nya kan jamkos" kata Dimas
" tau dari mana kalo sekarang jamkos" kata Saras
" oh tadi kata anggota OSIS" kata Dimas
" yaudah yuk" kata darma
pas tiba di kantin, mereka memilih duduk di tempat biasa.
"kalian mau pada mesen apa" kata Rizal
" lu mau pesenenin , tumben" tanya darma
" cuman nanya, lu tetap yang mesen" kata Rizal
"gue kira mau pesenin, samain aja ya" kata darma, semua pun mengangguk kecuali caca
" loh emang kenapa" tanya darma
"udah sarapan" kata Caca
"oh yaudah kalo gitu, sana mesan dar" kata dimas
"sama lu lah" kata darma sambil narik tangan Dimas
darma dan Dimas Pun memesan makanan, dan yang lain pun melanjutkan mengobrol.
" ca, are you okay" kata Tasya yang sedari tadi melihat Caca diam
" fine" kata Caca
" tumben diam aja ca, tuh muka juga kaya gak bersemangat" kata Saras, Caca hanya menanggapi dengan senyuman tipis. Gak tau kenapa dia lagi malas aja untuk berbicara banyak. Mood nya juga lagi gak seperti biasa nya.
" kalo ada masalah bilang ca, kalo kita bisa bantu pasti akan kita bantu. Setidaknya beban lu berkurang, walaupun kita hanya kasih solusi" kata Dian
" gue baik-baik saja" kata Caca
Devan yang sedari tadi merhatiin Caca pun, dia melihat gadis yang dulu pernah dekat sama dia. Sekarang pas sudah dipertemukan kembali sifat nya berubah. Devan yang tidak tahan pun,Akhirnya berbicara.
"ca" kata Devan, Caca yang berasa nama nya dipanggil pun menengok ke devan. Dan mengangkat sebelah alisnya. bermaksud bertanya ada apa.
" bisa bicara sebentar" kata Devan, Caca pun hanya mengangguk sebagai jawaban.
Devan mengajak Caca ke rooftof, sesampainya di rooftof mereka pun duduk. Dan seketika hening tidak ada yang memulai percakapan. Caca pun menghela nafas dan akhirnya dia membuka suara.
" ada yang mau dibicarakan" kata Caca, membuat Devan menengok kearah nya. Dan seketika mata mereka bertemu. Caca pun memutuskan tatapan matanya.
" kenapa kamu berubah" kata Devan
"maksudnya" kata Caca
" dulu kamu bersikap hangat ke aku, tapi kenapa sekarang kamu jadi berubah" kata Devan, Caca hanya membalas dengan senyuman tipis
" apa karena kamu menginginkan kita tetap untuk tidak saling mengenal kembali, kalo memang begitu. Akan aku turuti seperti dulu. Jujur seberusaha seperti apapun itu, aku tetap tidak bisa melupakan kamu. Aku tau kok ca, kamu udah tau tentang perasaan ku. Aku tau kamu menyadari nya setelah aku pergi dulu. Tapi itu semua kemauan kamu kan aku pergi, dan kamu juga biasa aja setelah aku pergi. Kamu juga seperti tidak merasa kehilangan ku. Ternyata benar, di persahabatan cewek dan cowok gak akan mungkin tidak ada yang jatuh cinta dari salah satunya." kata Devan
" bukan aku gak kehilangan mu KA, aku kehilangan kamu yang dulu selalu ada disetiap hari ku. Kamu yang dulu selalu mengganggu ku. Kamu yang selalu membuat ku tersenyum dan tertawa lepas. Dan asalkan kamu tau, setelah kamu pergi. Aku baru menyadari bahwa aku mencintaimu. Andai aku bisa memutar waktu, aku gak akan mau menyuruh mu pergi. Dan aku tidak mau kita seperti dulu yang tidak saling mengenal kembali" kata Caca dalam hati
Devan menunggu jawaban Caca yang sedari tadi diam, Dia pun masih menatap Caca.Dia ingin tau, apakah caca mencintai nya. Apakah Caca merasa kehilangan pas dia pergi. Tapi Caca hanya diam saja tanpa menjawab.
Caca yang merasa di tatap sama Devan pun akhirnya berani menatapi balik Devan dan menghela nafas sebelum menjawab.
" orang yang kembali lagi, sampai kapan pun tidak akan pernah sama lagi Ka. Kamu punya kekasih yang harus kamu jaga perasaan nya. Gak mungkin kamu hanya melampiaskan nya. Dia yang udah menemani Kaka selama ini. Apa Kaka gak mikir perasaaan nya, disaat dia tau Kaka masih mencintai orang lain. Belajarlah mencintai nya ka. Aku bukan orang yang baik buat Kaka. Aku udah nyakitin Kaka dengan kata-kata ku. Gak seharusnya Kaka masih mempunyai perasaan lebih ke aku. Apakah Kaka tidak merasakan nyaman selama didekat dia. Coba Kaka rasakan lagi, bagaimana perasaan Kaka ke aku dan ke dia. Aku yakin Kaka hanya terobsesi sama aku. Tolong balas perasaan dia. Kalau tidak bisa, lebih baik Kaka lepaskan. Dari pada Kaka menyakiti nya. Aku dan dia sama-sama perempuan, aku gak mungkin nyakitin perempuan lain cuman karena kekasihnya dekat dengan ku. Kalau Kaka masih punya perasaan ke aku lebih baik kita jangan dekat seperti dulu. Jujur Aku ingin dekat sama kamu seperti dulu. Tapi tidak dengan harus menyakiti hati perempuan lain. Kalau kamu tidak mencintainya, lebih baik lepaskan. Dia berhak bahagia. Aku bukan bermaksud ingin hubungan mu hancur dengan dia. Tapi dia juga berhak bahagia. Lupakan aku kalo kamu masih mau berteman dekat dengan ku dan buat dia bahagia. Atau lepaskan dia biar dia bahagia dengan yang lain. Karna aku gak mau berteman dengan melibatkan perasaan" kata Caca, walaupun dia menangis dalam hatinya. Setelah mengatakan itu, Caca pun pergi dari rooftof. Meninggal kan devan yang masih memikirkan kata-kata nya. Sambil menatap kepergian caca