
Selamat membaca semoga terhibur;)
Di Kosan Nasya
Nasya sedang menonton tv, dia sedang bermalas-malasan. Sedangkan Alex dia sedang berkutat dengan laptop mewahnya.
Nasya mematikan tv. Lalu beranjak ke kamar nya dia menemukan Kak Alex sedang sibuk. Dengan mata tajam yang fokus pada laptop nya.
"Ternyata Kak Alex itu tampan banget kalo lagi serius" batin Nasya yang terus menatapnya.
"Sudah puas menatapku sayang" ucap Alex dengan mata terfokus ke layar laptop nya.
Nasya pun memerah akibat Kak Alex mengetahui nya. Alex pun mematikan laptop nya lalu dia menghampiri Nasya yang masih berdiri.
Nasya pun mundur, tapi tembok sia yang menghalangi nya sehingga dia diam dan gugup. Alex memegang pipi Nasya yang menurut nya sangat lucu dan halus yang mana Alex selalu ingin menciumnya dan jangan lupa bibirnya berwarna merah jambu yang merupakan candu bagi Alex ketika mencium bibir tersebut.
"Sayangg Kakak mau mandi boleh yaa" bisik Alex ditelinga Nasya.
"Bo.....boleh Kak".
Alex pun memegang dagu Nasya. Lalu Alex mencium nya. Sontak Nasya terkejut apa yang dilakukan Kak Alex. Ciuman tersebut lama-kelamaan berubah menjadi gairah. Alex melahap habis bibir Nasya, dan Nasya pun meronta-ronta agar Kak Alex berhenti karena dia kehabisan nafas. Alex pun terpaksa berhenti.
"Bagaimana sayang, apakah kamu menikmati nya" tanya Alex dengan seringaian andalannya.
"I...itu". Nasya malu untuk menjawabnya, tapi nyatanya memang ia memang menikmati ciuman dari Kak Alex.
"Yasudah Kakak mandi dulu yaa, Kakak boleh pinjam handukmu sayang".
"Boleh Kak, bentar Nasya ambil dulu". Nasya pun mengambil handuknya lalu memberikannya kepada Kak Alex.
"Kakak mandi dulu yaa sayangg" Alex pun melangkah ke kamar mandi dan meninggal kan Nasya sendirian.
"Astaga jantungku". Jantung Nasya seakan berdetak kencang ketika bersama Kak Alex.
Nasya mencoba mengenyahkan pikirannya dan mencoba menenangkan dirinya. Lalu dia diam di dalam kamar sambil menunggu Kak Alex mandi. Tak lama kemudian Alex pun keluar dari kamar mandi. Nasya melihat Kak Alex keluar kamar mandi, dia terkejut saat melihat Kak Alex yang hanya memakai handuk saja keluar. Nasya pun menutup matanya. Dia merona melihat pemandangan yang begitu menggiurkan. Alex hanya menggelengkan kepalanya dan sambil tersenyum. Dia pun menghampiri Nasya.
"Buka saja matamu sayang" bisik Alex dan memegang kedua tangan Nasya.
"Kakak pake baju dulu sana. Nasya malu liatnya" ujar Nasya yang masih menutup matanya dengan muka yang memerah.
"Apakah kamu tak ingin memegang nya sayang" tanya Alex menggoda.
"Kakak pake baju dulu sana ihhh. Kakak gak malu gitu". Sambil ingin melepaskan tangannya tapi nihil tenaga Kak Alex lebih besar daripada dirinya.
"Kau sangat menggoda sayang, dengan wajah merahmu".
Tiba-tiba Alex pun lansung memberi ciuman di bibir Nasya. Sontak Nasya pun membulatkan matanya dia terkejut atas apa yang dilakukannya. Alex begitu buas dan lihai dia terus menciumi Nasya, yang kini beralih ke leher Nasya. Nasya merasa geli ketika dia dicium oleh Kak Alex akibat jenggotnya. Nasya terus meronta-ronta agar berhenti, namun Alex semakin buas ia terus menciumi leher Nasya dan memberikan tanda merah.
Akhirnya Alex pun melepasnya. Alex begitu bernafsu saat melihat Nasya yang terengah-engah akibat dirinya. Dan dia tersenyum saat melihat tanda yang ia beri. Nasya pun berlari namun nihil Alex lansung menggendong nya dan membawa keranjang Nasya.
Nasya pun terkejut atas apa yang dilakukan Kak Alex. Dia sangat takut kalau Kak Alex melakukan hal yang diluar batas.
"Kakak lepas ihhhh".
"Kakak tidak akan melepaskan dirimu sayang". Alex memegang kedua tangan Nasya dengan satu tangannya dan satunya lagi memegang kepala Nasya.
"Kruyukkkkkk.....". Bunyi perut Nasya.
"Kau lapar sayang, baiklah Kakak akan melepaskan mu dan biarkan Kakak yang memasak untukmu" ujar Alex lalu berdiri.
Nasya pun mematung melihat pemandangan yang indah, tangan yang berotot dan kekar, dada bidang, perut sixpack, dan tubuh lainnya.
Alex yang menyadari Nasya yang sedari tadi melihat nya terus. "Apakah kamu terpesona sayang" ucap Alex santai sambil memakai kaos putih dan melepaskan handuknya di depan Nasya.
Sontak Nasya terkejut dan menutup matanya. Nasya pun berteriak. "Kakak kalo mau pake celana jangan didepan Nasya ihhhh Kak Alex!!!" teriak Nasya.
Yang mana Alex tertawa keras melihat tingkah lucu Nasya. Alex sudah memakai celana di dalam kamar mandi tadi. Dia pun berkata. "Buka saja matamu sayang Kakak memakai celana" ujar Alex yang sedang menyisirkan rambutnya.
Nasya pun membuka matanya dia melihat dan dia pun lega ternyata Kak Alex memakai celana pendek hitam.
"Kakak masak dulu yaa sayang". Alex pun melangkah ke dapur Nasya. Nasya pun menarik napasnya dalam-dalam dan mengeluarkan nya. Dia tak habis pikir melihat tingkah kekasihnya yang sangat tampan.
Di dapur
Nasya sedang menunggunya di meja makan. Ia melihat Kak Alex yang begitu hebat dalam memasak, wangi masakan tersebut memenuhi ruangan ini.
"Akhirnya, beres juga akhirnya. Sayang ayok kita makan". Alex pun membawa dua piring nasi goreng yang begitu menggoda ke meja makan.
Nasya pun melihat Kak Alex membawa dua piring nasi goreng ke meja malan. Dan akhirnya mereka makan bersama.
"Bagaimana sayang enak tidak masakan Kakak" tanya Alex.
Nasya pun mengancungkan jempolnya. Alex pun tersenyum dan mereka melanjutkan makannya.
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Alex dan Nasya sedang bersantai. Nasya sedang membaca buku, sedangkan Alex sedang sibuk dengan handphone nya dia sedang chat bersama sekretaris nya
Big Boss: "Apakah barangnya sudah sampai Rio?".
Mario kurang asupan gizi: "Sudah Boss".
Big Boss: "Kamu antarkan. Nanti saya share lock".
Mario kurang asupan gizi: "Siap Boss".
Alex pun mengakhirinya dan dia menghampiri Nasya yang sedang asyik membaca buku. Tanpa ia sadari Alex sudah di depannya.
"Begitu asyiknya membaca buku, sampai kau lupa orang yang sedang didepan".
"Ehh Kakak". Nasya pun menutup bukunya dan menatap Kak Alex tanda tanya?. "Kenapa Kak?" tanya Nasya bingung.
"Kakak akan memberi sesuatu untukmu".
"Apa gitu Kak?" tanya Nasya.
"Ada aja, nanti lihat saja" jawab Alex santai.
Nasya pun hanya menganggukkan kepalanya. Tak lama kemudian Alex melihat handphone nya berdering dan dia pun menjawabnya dari sekretarisnya. Dia pun keluar dari pintu Kosan Nasya.
"Ini Boss". Sambil memberikan barang yang Alex pinta.
"Thanks Rio" ucap Alex lansung meninggal kan sekretaris nya.
Mario hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Boss nya. Ia pun berangkat menuju perusahaan Artesal Group.
"Sayang, lihat Kakak bawa hadiah untukmu" teriak Alex.
Nasya pun lalu beranjak dari kursinya lalu melihat Kak Alex membawa satu plastik kecil berbetuk kontak dengan merek SAMSUNG.
"Apa itu Kak?" tanya Nasya bingung.
"Ini hadiah untukmu" ucap Alex. Lalu memberikan kepada Nasya. "Bukalah".
Nasya pun membukanya. Sontak ia terkejut ternyata handphone isinya.
"Kakak ini buat Nasya" tanya Nasya dengan mata berbinar".
"Yes Girl".
"Terimakasih Kakak" ucap girang Nasya lalu memeluk Kak Alex dengan erat dan mencium bibirnya.
Alex pun dengan senang hati menerima nya. Dia membalas ciuman Nasya.
"Sama-sama sayangku, apakah kamu suka" tanya Alex sambil mengusap kepala Nasya.
"Suka banget Kak". Nasya melihat handphone tersebut tidak seperti handphone yang dulu.
Alex pun tersenyum senang. Ternyata dia tidak salah pilih.
Bersambungggg***
Jangan lupa untuk Like, Comment, Beri Bintang 5, Follow Author, Vote, dan Share ke kawan-kawan kalian*.