I Love You My Girl

I Love You My Girl
Chapter 4: Kencan



Jangan lupa Like, Comment, Vote, Beri bintang 5, Follow author, and Share ke kawan-kawan kalian agar cerita ini semakin berkembang.


Alex mengajak Nasya jalan-jalan. Karena dia selalu ingin dekat-dekat bersama Nasya. Ibarat bunga mawar selalu didekati lebah.


"Kakak kita akan kemana?" ucap Nasya kebingungan, karena Nasya tiba-tiba dibawa oleh Kak Alex


"Hemmm,,,kamu mau kemana sayang?".


"Terserah Kakak saja".


"Jangan terserah dong sayangg. Ehh sayang kamu udah nambahin nomor Kakak belum?" tanya Alex.


Nasya pun sampai lupa karena dia belum menambahkan nomor Kak Alex.


"Be....belum Kak" ucap Nasya menunduk.


"Kenapa belum sayang" ucap Alex sambil mengendarai mobilnya.


"Nasya lupa Kakak".


"Mana handphone mu sayang".


"Ehh...ini Kak" sambil memberikan handphone jadulnya ke Alex.


Alex pun memberhentikan mobilnya sejenak, untuk mencatat no handphone Nasya.


"Sayang, mana no handphone mu" ucap Alex sambil mengotak-atik handphone nya.


"Nasya gak ngerti Kakak".


"Hemmm" ucap Alex singkat.


Alex pun membuang handphone Nasya ke tempat sampah.


"Kakak kenapa dibuang handphone Nasya, hikss,,,,hiksss" Nasya pun lansung menangis karena dia tidak punya handphone lagi.


Melihat hal itu Alex lansung memeluk Nasya.


"Maaf kan Kakak sayang, bagaimana Kakak beli yang baru?" ucap Alex sambil mengecup pipi Nasya.


"Apakah Kakak ikhlas membeli yang baru untuk Nasya?" tanya Nasya dengan wajah memerah akibat menangis.


"Sial dia begitu manis sekali, akhhh tahan Lex dia masih gadis" batin Alex.


"Kakak" ucap Nasya sekali lagi.


"Ehh i...iya sayang apa tadi" ucap Alex karena dia baru sadar.


"Apakah Kakak ikhlas membeli yang baru untuk Nasya?" ucap Nasya sekali lagi


"Ikhlas dong sayang Kakak ini tampan dan kaya pasti akan memberikankan apa yang kamu mau sayang".


Nasya pun menganggukan kepalanya.


"Dan sekarang bagaimana kita membeli sesuatu" ucap Alex sambil menyalakan mobilnya dan menjalankan mobilnya.


"Memang beli apa Kak?" tanya Nasya.


"Tidak tau".


"Ihh kok tidak tau".


"Nanti juga kamu tau sayang". sambil mengusap kepala Nasya.


Nasya pun memerah karena hati nya terasa berbunga-bunga semenjak Kak Alex muncul di hati Nasya.


Di perjalanan Alex tak ada henti-hentinya menggoda Nasya, seolah-olah merupakan hobi barunya dan sampai perjalanan pun Alex berhenti.


"Kakak udah ihh" ucap Nasya sambil menahan malunya.


"Hahahaha kamu sangat cantik sayang" puji Alex tapi nyatanya memang benar.


"Kakakkkkk". Nasya pun lansung memeluk Kak Alex dan bersembunyi di dada bidang Kak Alex.


"Ahk sayang jangan menggodaku atau kau habis denganku".


"Ehh ma....maaf Kak Nasya gak sengaja". Lansung melepaskannya.


"Sayang....sayang.... lebih baik kita menikah aja yuk sayang".


"Ihhh Kakak".


"Mau kan sayang".ucap Alex dengan penuh harap.


"Ta....tapi kita tidak pantas Kakak. Kakak itu tampan, kaya, dan sempurna, sedangkan Nasya udah gak cantik, miskin, dan pasti banyak yang gak mau sama Nasya" ucap Nasya menunduk sedih.


Tiba-tiba Alex lansung memeluk Nasya dengan kasih sayang.


"Jangan berbicara seperti itu sayang kamu itu cantik sayang, baik, dan pasti ada yang mau sama kamu sayang" ucap Alex sambil meyakinkan Nasya.


"Emang siapa yang mau sama Nasya" ucap Nasya polos.


"Kakak yang mau sama kamu sayang I love you" ucap Alex, lansung mencium kening Nasya yang mana Nasya lansung merona karena melihat keromantisan nya Kak Alex.


"Ta....tapi Kak".


"Tidak ada kata tapi-tapi sayang".


Dan akhirnya Nasya pun mengalah. Mereka pun turun dari mobil dan memasuki Mall


"Ki...kita ke Mall Kak?" tanya Nasya.


"Yes girl".


"Emang kita ngapain kesini Kak".


"Ada sesuatu yang membuatmu bahagia sayang".


"Apa itu Kak?" tanya Nasya polos.


"Rahasia".


"Ihhhhh Kakakkkk" ucap Nasya sambil memukul lengan kekar Kak Alex.


"Awwww sakit sayang" ucap Alex, sambil pura-pura kesakitan.


"Rasain, makanya jangan main rahasia sama anak kecil".


"Bukannya diusap sayang" ucap Alex manja.


"Ihhhhh".


Alex pun membawa Nasya memasuki tempat VIP yaitu hanya dia saja yang memasuki tempat tersebut.


"Kakak kita mau ngapain kesini" ucap Nasya bingung.


"Pilih sesukamu sayang".


"Ta....tapi".


"Tidak boleh menolak lohh".


"Baiklah" ucap Nasya mengalah.


Alex membawa Nasya ke tempat duduk dan tiba-tiba seseorang datang.


"Pilihkan gadisku pakaian termahal dan terindah di Mall ini".


"Baik Tuan Alex, Nona silahkan".


"I....iya" ucap Nasya malu-malu.


"Ikuti saja dia yaa sayang Kakak ada urusan sebentar".


"I...iya Kak".


"Jaga gadisku yang benar kalau tidak, nyawamu akan habis di tanganku" ucap Alex sambil menunjuk ke arah kepala pelayan tersebut.


"Ba...baiklah Tuan" ucap Kepala pelayan dengan bergetar karena dia sangat takut.


"Good, Kakak pergi sebentar ya sayangg" ucap Alex.


"I,,,ya Kak".


"Sini Kakak cium dulu dong".


Dan cupp Alex mencium kening Nasya dan sontak kepala pelayan tersebut malu melihat adegan romantis di depannya.


"Kakak pergi dulu yaa" ucap Alex.


"I....iya Kak".


Alex pun keluar untuk menelpon seseorang.


"Halo tuan Alex ada yang saya bisa bantu" ucap asisten pribadinya.


"Siapkan tempat saya untuk kencan, yang bagus ingat".


"Siap tuan ada lagi?".


"Dan jangan lupa belikan Handphone terbaik untuk gadisku, kau mengerti".


"Siap Tuan, ada lagi?".


"Tidak ada".


"Siap Tuan".


Alex pun mengakhiri teleponannya dengan asisten pribadinya lalu menelpon Sekretaris kantor nya


"Haloo Boss tumben telpon-telpon yaa rindu dengan saya" ucap Mario dengan santai.


"Cihhh, heyy jaga kantor saya yang bener saya tidak akan kembali kesana".


"Siap Boss".


Alex pun mengakhiri telponnya dan kembali lagi keruangan dimana Nasya sedang dicarikan pakaian.


Di Ruangan


Nasya sangat terlihat cantik dengan gaun berwarna pink dia terlihat cantik dan sangat pas dengan tubuh mungilnya, tidak terlalu seksi, elegan tak terkesan murahan dan pas dengan umur nya.


"Bagaimana nona apakah anda suka?" tanya kepala pelayan tersebut.


"Su....suka".


"Baiklah apakah ada lagi yang anda ingin nona". tanyanya lagi


" Su...sudah ini saja".


"Baiklah".


Tiba-tiba datang Alex dari ruangan ganti.


"Sayangggg Kakak kem-" ucap Alex terpotong karena terpana melihat Nasya begitu cantik membuat Alex terpesona dengan gadis nya.


"Ka....kakak sudah kembali" tanya Nasya polos.


"Kamu sangat cantik sayang dengan gaun ini" ucap Alex dengan lembut.


Nasya pun merona, karena mendengar pujian Kak Alex.


"Carikan saya jas yang bagus di Mall ini" ucap Alex.


"Siap tuan apakah ada lagi" tanya kepala pelayan tersebut.


"Dan datangkan perias salon terbaik di kota ini untuk gadisku".


"Baiklah Tuan".


Setelah merias Nasya, Alex terpesona lagi dan sebaliknya Nasya pun terpesona dengan ketampanan Alex yang semakin bertambah.


Alex membawa Nasya ke suatu tempat yaitu ke tempat kencan yang telah disiapkan tadi oleh asisten pribadinya.


"Ka....kakak ini sangat indah" ucap Nasya terpesona dengan tempat yang Kak Alex siapkan.


"Kita sekarang kencan kan sayangg" ucap Alex.


"Ta...tapi".


"Stttt, sudah bagaimana kita menikmatinya sayang".


"Baiklah Kak".


"Sayang tutup matamu" ucap Alex karena dia akan memberikan sebuah kejutan.


"Ehhh kenapa Kak".


"Kakak akan memberikan sebuah kejutan".


Nasya pun menuruti Kak Alex. Alex pun menggenggam tangan Nasya.


"Ikuti langkahku sayangg" ucap Alex sambil menuntun Nasya.


"I.....iya Kak".


Alex pun menuntun ke sebuah tempat dimana dia akan menunjukkan suatu tempat untuk gadisnya.


"Supriseeeeee....... buka matamu sayang" ucap Alex memberikan kejutan.


Nasya pun membukakan matanya dan dia terkejut melihat semuanya satu meja dan dua kursi menghadap ke sebuah pantai dengan musik romantis dengan judul lagu Thousand Years - Christina Perri.


"Nasya maukah kamu menjadi kekasihku" ucap Alex sambil berjongkok dan menggenggam kedua tangan Nasya


Nasya pun terkejut sekaligus terharu semenjak orang tua nya meninggal Nasya merasa tidak memiliki semangat hidup lagi, namun semenjak kehadiran Kak Alex sekarang Nasya seakan memiliki semangat hidup karna dia memiliki seseorang yang mencintainya secara tiba-tiba.


Nasya pun mengangguk kepala nya, dan Alex pun tersenyum bahagia lansung mencium tangan Nasya dan mengucapkan sesuatu


"I love you Nasya Viola, terimakasih telah menerima ku" ucap Alex sambil memberikan sebuket bunga mawar putih yang harum kepada Nasya.


"I love you too Alexander Artesal, sama-sama Kakak" ucap Nasya lembut.


Mereka pun berpelukkan dimana mereka ditemani bulan yang seakan menambah keromantisan pasangan tersebut.


**Bersambungggg


*Jangan lupa untuk Like, Comment saran dan kritikan, beri bintang 5,Vote sebanyak-banyak nya, Follow author, and share ke kawan-kawan kalian agar cerita ini semakin berkembang***.