
Jangan lupa untuk Like, Comment, Follow author, beri bintang 5, Vote, dan Share ke Kawan-kawan.
Di Sekolah Nasya
Hari ini Nasya sangat bahagia sekali setelah menjadi kekasih Alexander Artesal.
"Ehh Sya, tumben muka kamu ceria, pasti ada cerita seru nihh. Cerita dongg" tanya Silvia.
"Ehh....cerita apa?" ucap Nasya gugup.
"Malah nanya...maksud aku tumben muka kamu ceria pasti ada cerita. Begitu".
"Tapi jangan bilang-bilang ke siapapun yaa, janji".
"Janji".
"Kemaren aku ditembak Kak Alex".
"Hahhhh? Kak Alex yang mana?" tanya Silvia bingung.
"Itu Alexander Artesal".
"Whatttt!!! serius Sya kamu gak bohong kan?, apa ada yang terluka". Sambil melihat bekas luka tembak.
"Bukan itu, maksudnya aku ditembak kayak nembak pacar gitu".
"Wow kamu beruntung sekali Sya, bagaimana dia tampan tidak?" tanya Silvia penasaran.
"Ehh....itu". Nasya bingung harus mengatakan apa, tapi yang jelas Kak Alex itu tampan.
"Pasti tampan dong" tebak Silvia.
"I....iya" jawab Nasya gugup.
"Itu pasti, bahkan aku dengar banyak perempuan mengejarnya tapi dia selalu menolaknya".
"Ohhh".
Tiba-tiba guru datang, dan akhirnya Nasya dan Silvia mengakhiri obrolan mereka berdua dan duduk dibangku mereka dan belajar.
Di Perusahaan Artesal Group
Alex sedang berkutat dengan berkas-berkas yang ia kerjakan. Setelah berkutat dengan berkas-berkas itu Alex istirahat sejenak dan sambil melihat Handphone nya.
"Yang mana yaa, yang bagus?hemm...." ucap Alex sambil melihat Handphone yang cocok untuk perempuan.
"Ahaa ini saja deh, Nasya pasti suka". Sambil mengklik Handphone yang akan berikan kepada Nasya. Alex pun menelpon menyuruh Asisten pribadinya.
Setelah itu Alex pun menelpon Sekretarisnya.
"Iya Boss?".
"Rio kalo ada paket nanti, kamu bawa yaa ke ruangan saya".
"Siap Boss".
Alex pun mengakhiri panggilannya. Kemudian merasakan hatinya berbunga-bunga mengingat ia kemarin menembak Nasya, cinta pertama nya. "Sial, jika aku memikirkan nya terus yang ada aku bisa gila. Begini yaa rasanya jatuh cinta, tidak seburuk ku sangka" ucap Alex sambil tersenyum.
"Lebih baik aku ke sekolahnya saja" ucap Alex semangat.
Sepulang sekolah Nasya dan Silvia pergi ke kantin sejenak
"Huhh pusing kepala tujuh keliling tadi tuh pelajaran" kata Silvia.
"Namanya juga belajar" ucap Nasya lembut.
"Iya betul juga sih, belajar pasti ada pusingnya ada gak pusingnya".
"Kayak gimana gak pusingnya?". Tanya Nasya.
"Kayak jamkos (jam kosong)".
"Itu mau kamu, Via kita pesan Bakso yukk"
Ajak Nasya.
"Yukk, nih cacing perut udah gak mau diem".
Mereka pun duduk bersama namun...
"Hello anak kampungan". Ejek Christin yang datang bersama kawan-kawan nya.
"Ehh.....Hai Christin". Sapa Nasya tunduk dan takut
"Ehh lu anak miskin tumben beli makanan, jangan-jangan lu mau nyuri ya". Tuduh Christin.
Nasya pun tertunduk tidak mau menjawab
"Dasar bisu, lu kalo gue lagi ngomong ma lu jawab!!!!". Bentak Christin karena kesal.
Nasya hanya diam saja, sedangkan Silvia hanya diam ketakutan, karena kalau dia melawan yang ada dia di keluarkan di sekolah.
"Dasar bisu! Guysss kita bawa mereka ke gudang yukkk". Perintah Christin.
"Yukkk" jawab teman-teman Christin.
Akhirnya Nasya dan Silvia dibawa ke gudang sekolah yang kumuh oleh Christin dan teman-temannya. Mereka berdua diikat dikursi.
"Ampunnn Christin...hiks....hiks....hiks" ucap Nasya dan Silvia sambil menangis.
"Kalau lu mau ampun lu harus sujud di kaki gue dan......" ucap Christin terpotong, karena dia menunjukkan sebuah tikus yang besar dan kelaparan.
"hiks...hiks.....jangan kumohonnnnn". Teriak Nasya sambil menangis, karena dia takut dengan tikus.
"Wow ternyata lu bisa teriak juga yaa, berani-berani nya lu teriak didepan gue hah!!!!". Bentak Christin dan lansung menampar Nasya berkali-kali sampai mengeluarkan darah.
"Ampunn...hiks...hiks, apa salah aku Christin hiks....hiks....hikss" ucap Nasya kesakitan
"Salah lu tuh banyak, gue gak suka lu dan temen gembel nih satu lagi diem aja, tumben lu diem biasa lu bela nih temen lu yang ini". Dan Christin pun menampar Silvia berkali-kali.
"Ampun.....Christin.... hiks...hiks" ucap Silvia bergetar sambil menangis.
Nasya dan Silvia di siksa dan dibully oleh Christin dan teman-temannya, namun tiba-tiba....
"Angkat tangan kalian atau tidak kami tembak kalian" ucap Bodyguard Alex.
Sontak Christin dan teman-temannya terkejut dan takut karena mereka ditodong senjata oleh orang-orang bertubuh besar dan berpakaian jas layaknya mafia, namun Christin mencoba untuk tidak takut.
"Siapa kalian?". Tantang Christin.
"Tidak usah banyak bicara atau anda akan mati disini". Ujar Bodyguard Alex sambil menodong senjata mereka tepat dikepala Christin.
Yang mana Christin semakin takut, sedangkan Nasya dan Silvia bingung dan takut juga melihat orang-orang yang menyeramkan tersebut datang secara tiba-tiba.
"Jongkok kalian atau tidak, Dor...." ucap Bodyguard Alex dan menembak satu peluru ke atas.
Yang mana Christin dan teman-temannya ketakutan dan menangis.
"Apakah anda Nona Nasya Viola?" tanya Bodyguard Alex.
"I...iya" jawab Nasya takut.
"Tidak perlu takut Nona, perkenalkan nama saya Thomas Scott panggil saja saya Tom, saya kepala Bodyguard Tuan Alexander Artesal".
Yang mana Nasya terkejut saat mendengar nya.
"Bagaimana anda bisa sampai sini?" tanya Nasya.
"Saya ditugaskan oleh Tuan Alex untuk menjaga anda Nona".
Yang mana Nasya menganggukkan kepalanya. Sementara Silvia tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, karena dia sangat takut.
Kemudian Thomas pun melepaskan ikatan tali yang ada di Nasya.
"Tom, tolong lepaskan teman saya" ucap Nasya.
"Baik Nona". Thomas pun melepaskan ikatan tali di Silvia.
"Syukurlah kita selamat Sya, tapi dia siapa Sya?" tanya Silvia.
"Perkenalkan nama saya Thomas Scott, panggil saja saya Tom, saya kepala Bodyguard Tuan Alex Artesal" ucap Thomas dengan memperkenalkan dirinya.
Tiba-tiba Alex datang dari balik pintu gudang.
"Sayanggg, kamu tidak apa-apa?" ucap Alex khawatir sambil memegang kedua pipi Nasya.
"Wow tampan sekali dia siapa dia? " batin Silvia.
"Aku tidak-tidak apa kok Kak" ucap Nasya lembut.
"Tom kau urus orang-orang yang menyakiti gadisku".
"Baik Tuan Alex".
Tom dan anak buahnya membawa Christin dan teman-temannya keluar.
"Sayang dia siapa?" tanya Alex saat melihat Silvia.
"Ohh, dia Silvia teman baik Nasya Kakak".
"Perkenalkan nama saya Silvia saya temannya Nasya" ucap Silvia ramah.
"Ohh, perkenalkan nama saya Alexander Artesal" ucap Alex, terimakasih telah menjadi teman baik gadisku.
"Whattt? dia Alexander Artesal pantas saja banyak perempuan terpesona olehnya dia tampan sekali bahkan mengalahkan anak yang paling tampan disekolah ini" batin Silvia.
"Sayang mata kamu merah sayang, apakah kamu habis menangis sayang?" tanya Alex khawatir.
"Gak kok Kak". Elak Nasya.
"Jangan membohongi ku sayang aku tau kamu habis menangis dan kenapa wajahmu luka?, nanti Kakak akan bawa kamu kerumah sakit, sudah jangan nangis lagi Kakak disini menjaga mu" ucap Alex sambil mengusap pipi Nasya.
"Nanti ceritakan apa yang terjadi yaa" ucap Alex lembut. Dan Nasya pun menganggukkan kepalanya.
"Good, Hei apakah kamu mau ikut dengan kami?" tanya Alex kepada Silvia.
"Ayok ikut aja Via gak apa-apa kok".
"Baiklah" ucap Silvia.
Mereka pun keluar dari gudang sekolah yang kumuh.
"Ma.....maaf Tuan Alex yang terhormat apa yang terjadi sebenarnya?" ucap Kepala Sekolah.
Alex pun menatap tajam Kepala Sekolah tersebut dan dia berkata "Kau pikir saja sendiri, apa yang terjadi" ucap Alex dingin dan menakutkan, yang mana Kepala Sekolah pun ketakutan.
Alex pun melajukan mobilnya dan membawa Nasya dan Silvia kerumah sakit terdekat untuk mengobati wajah mereka berdua, dan tiba-tiba Alex ingin sekali membunuh orang tersebut yang telah membuat gadisnya seperti ini.
Setelah sampai rumah sakit Nasya dan Silvia diobati oleh dokter terbaik dirumah sakit ini.
"Sepertinya Nona dan temannya mengalami luka memar di wajah mereka sehingga membutuhkan waktu 5 hari untuk menyembuhkan memar itu" ucap dokter tersebut.
Alex pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah saya pamit dulu Tuan Alex, jika ada apa-apa hubungi saya". Pamit dokter tersebut.
Alex pun hanya menganggukkan kepalanya lagi.
"Terimakasih Kak Alex udah nyelamatin Nasya dan Silvia" ucap Nasya tersenyum.
"Sama-sama sayang, maafkan Kakak yang lalai menjagamu" ucap Alex sedih melihat gadisnya terluka.
"Sudahlah Kak, jangan sedih ini hanya luka kecil kok".
Kemudian Alex pun memeluk Nasya dan mencium kening Nasya dan mencium bibir Nasya dengan penuh cinta, dan mereka tidak menyadari bahwa ada satu orang yang melihat adegan tersebut yaitu Silvia.
*Bersambung****
Jangan lupa untuk Like, Comment, Vote, Beri bintang 5 ⭐⭐⭐⭐⭐, Follow author, and share ke kawan-kawan kalian*.