
Semoga Kawan-kawan terhibur yaa, Jangan lupa Like and Comment nya;), Selamat Membaca.
Alex pun tiba dirumah sakit. Dimana Nasya dan temannya dirawat. Kini Alex memasuki ruangan tersebut dan tidak lupa lansung mencium kening Nasya tanpa rasa malu.
"Kau merindukan ku sayangg?" tanya Alex sambil mencium pipi Nasya yang lucu.
"Kakak.... ihhh Nasya malu". Sambil mendorong kepala Kak Alex untuk segera memberhentikan aksinya. Dia malu dilihat oleh Silvia.
"Kenapa harus malu sayang. Kamu adalah kekasihku sekaligus calon istri ku" ucap Alex santai.
"Calon istri darimana! Nasya kan masih kecil". Sambil mengerucut kan bibirnya.
"Meskipun kamu masih kecil, tapi bagi Kakak tidak masalah".
"Emang Kakak mau menikah dengan Nasya yang masih kecil?" tanya Nasya polos.
"Mau donggg sayanggg" jawab Alex gembira.
Yang mana Nasya terkekeh, bagaimana tidak Alex mau menikah dengannya, sedangkan Nasya masih dibawah umur. Dalam artian Nasya belum cukup umur.
"Apa kamu sudah siap sayangg" tanya Alex penuh harap dan memegang kedua telapak tangan mungil Nasya dengan lembut.
"Ihhh Kakak". Nasya pun lansung memukul lengan kekar Kak Alex.
Silvia hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah pasangan ini. Yang menurut nya sangatlah konyol.
"Kakak Nasya laper" rengek Nasya.
"Mau makan apa sayangg?" tanya Alex.
"Makan apa yahh, Via kamu mau makan apa?" tanya Nasya.
"Bebas. Samain aja sama kamu Sya".
"Baiklah, Kak nasi padang dua yahh".
"Oke sayangku, ada lagi?". Sambil mengingat pesanan Nasya dan temannya.
"Udah Kak".
Alex pun keluar dari ruangannya dan lansung membeli nasi padang sesuai pesanan Nasya.
"Sya kamu tau gak".
"Emang apaan".
"Pacar kamu tampan banget sihhh dan perhatian lagi" ucap Silvia sambil memuji Alex.
Nasya pun memutar matanya malas, karena kalau Silvia lihat orang tampan dia banyak diam dan berusaha seanggun mungkin.
"Dia kayak orang luar negeri yaa Sya, kayak aktor-aktor bule gitu".
"Emang sihh, Kak Alex kayaknya bukan orang sini deh, betul gak Via?" tanya Nasya penasaran.
"Betul tuh. Kamu senang yaa dapatin dia".
"Senang sih, tapi dia itu menyebalkan orangnya".
"Menyebalkan kayak gimana?" tanya Silvia penasaran.
"Ada aja dehh".
Tiba-tiba Alex datang membawa dua kresek yang berisi nasi padang.
"Makan yang banyak yaa sayangku" sambil memberikan satu bungkus nasi padang ke Nasya.
"Dan ini buat kamu" memberikan satu lagi ke Silvia.
"Makasih Kakak" ucap Nasya dan Silvia.
"Sama-sama girls".
Nasya dan Silvia memakan nasi padang tersebut dengan lahap. Alex memperhatikan Nasya makan menurut nya sangat lucu dengan mulut penuh makanan.
"Pelan-pelang dong sayang makannya. Makanannya gak akan kabur. Alex memperingati Nasya.
"Hehehe, abis enak Kak".
Alex hanya menggelengkan kepalanya. Ternyata postur tubuh mungil Nasya dapat memakan banyak makanan. Alex pun tersenyum.
"Nanti kita pulang yaa sayang".
"Emang Nasya boleh pulang sekarang?" tanya Nasya dengan muka imutnya.
"Kakak kenapa melamun?" tanya Nasya polos.
"Mana ada" elak Alex.
"Jangan melamun Kakak makanya". Nasya menasihati nya.
"Iya sayangku, perhatian banget sihh. Sini Kakak cium kamu". Alex mendekat ke Nasya lalu mengecup bibirnya.
Silvia terkejut melihatnya. Benar-benar menodai matanya yang suci.
"Kakak ihhh malu diliatin orang".
Alex pun memberhentikan aksinya, lalu melihat jam nya ternyata sudah menunjukkan pukul 12.00 siang.
"Kita pulang yuk".
"Yuk" ucap Nasya dan Silvia.
Mereka bertiga keluar dari kamar rumah sakit dan lansung menuju mobil Alex.
"Dimana rumahmu?" tanya Alex pada Silvia.
"Dekat apotek Kak".
"Baiklah".
Alex pun menjalankan mobilnya menuju rumah Silvia. Setelah memakan waktu 30 menit, mereka tiba di rumah Silvia.
"Makasih yaa Kak Alex dan Nasya, kalian tidak mampir?. Tawar Silvia.
"Tidak terima kasih atas tawarannya, kapan saya dan Nasya akan berkunjung".
"Baiklah, bye Nasya".
"Bye Silvia".
Alex dan Nasya kembali memasuki mobil. Dan kini Alex melajukan mobilnya ke Kosan Nasya.
"Sayangggg".
"Iya Kak?".
"Apakah Kakak boleh menginap dikosan mu?" tanya Alex.
Yang mana Nasya terkejut dia takut kalau Kak Alex akan melakukan hal yang diluar batas.
"Tenang sayang Kakak tidak akan melakukan apa-apa ke kamu" ucap Alex lembut. Nasya pun mendengar nya dengan tenang.
"Baiklah boleh kok Kak" ucap Nasya sambil menunjukkan senyum imut nya.
Yang mana Alex ingin menciumnya tapi dia sadar mereka sedang di jalan. Alex pun mengurungkan niatnya mencium ke Nasya.
Alex pun melajukan mobilnya ke Kosan Nasya tak terasa memakan waktu yang lama Alex pun tiba di Kosan Nasya. Mereka pun turun dari mobil dan memasuki ke Kosan Nasya. Tiba-tiba Mumu sudah menunggu diluar.
"Hai Mumu sayangku" sapa Nasya ke Mumu sambil mengusap kepala Mumu.
Nasya pun menggendong Mumu ke dalam Kosannya.
"Kakak sibuk hari ini?" tanya Nasya.
"Tidak sayang Kakak sedang malas, bagaimana kita kencan sayang?".
"Kencan?".
"Iyaa sayang, mau kan".
"Mauuu, tapi Kakak gak malu gitu nanti bawa Nasya?" tanya Nasya, karena Nasya tidak sepadan dengannya.
"Buat apa Kakak malu, kamu kan pacar sekaligus calon istri Kakak yang tercinta sayanggg".
"Kakak romantis banget sihh, Nasya jadi baper" ucap Nasya malu-malu.
"Iya dong, Kakak ini pria berkualitas dengan keromantisan yang dapat mengalahkan raja romantis" ucap Alex sambil membanggakan dirinya.
Nasya pun hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak habis pikir Kak Alex begitu narsis.
Bersambunggg**
Jangan lupa untuk Like, Comment, Beri bintang 5, Follow author, dan share. Byeee👋*