
Semoga terhibur dengan cerita saya;)
Dirumah Sakit
Setelah Nasya dan Silvia dirawat, mereka berdua mulai menceritakan kejadian yang menimpa mereka kepada Alex. Alex pun mendengar cerita mereka, yang mana Alex emosi ingin sekali dia memberi pelajaran kepada orang tersebut dan Alex mengenal orang tersebut yang mana dia akan membuat hukuman dia sendiri.
"Gitu ceritanya" ucap Nasya dan Silvia.
"Baiklah, Kakak pergi sebentar dulu ya sayang ada urusan sedikit dan tolong jaga dia yaa" ucap Alex.
"Okey" ucap Silvia sambil menganggukkan kepalanya.
"Sayang jika kamu ingin sesuatu kamu bisa menghubungi Asisten pribadi ku yaa".
"Baiklah Kak, hati-hati dijalannya Kak".
"Iya sayangg". Alex pun mencium kening Nasya, yang mana Nasya tersipu malu karena dia dilihat oleh temannya. Dan Alex pun pergi keluar ruangan dimana Nasya dan Silvia dirawat.
"Jack jaga dia baik-baik karena saya ada urusan" ucap Alex kepada Asisten pribadinya yang bernama Jack Walter.
"Baik Tuan, apakah ada lagi?" tanya Jack
"Saya rasa tidak ada saya pergi dulu". Pamit Alex.
"Baik Tuan". Hormat Jack.
Alex pun keluar dari rumah sakit lansung menghubungi Sekretaris nya.
"Ada apa Boss?".
"Jika ada yang ingin bertemu dengan saya, kamu bilang, saya sedang diluar".
"Siap Boss, apakah ada lagi?".
"No".
Alex pun mengakhiri nya, dan berjalan menuju mobilnya. Dan melajukan mobilnya ke tempat dimana Bodyguard nya menyandera orang-orang yang telah menyakiti Nasya.
Setelah menempuu perjalanan yang cukup memakan waktu 30 menit, Alex pun tiba di sebuah gedung dan memasuki gedung tersebut. Yang mana biasanya digunakan untuk tempat berkumpul nya para Bodyguard nya.
"Dimana mereka!" tanya Alex dengan nada yang tinggi dan wajah yang sudah di penuhi emosi.
"Disana Tuan" ucap Bodyguard tersebut sambil menunjukkan dimana tempat penyanderaan.
Alex pun lansung memasuki tempat tersebut, dimana dia menemukan 6 perempuan yang diikat dikursi. Dan Alex pun menghampiri mereka.
"Hello". Sapa Alex.
Sontak Christin lansung terkejut melihat orang tersebut dia tau siapa dia.
"Kau tidak menjawabku! dasar tidak tau tuli!"
"Ma.....maafkan sa...saya Tu....tuan" ucap Christin gemetar dan memohon sambil menangis.
"Tidak ada gunanya kau menangis, dan saya akan memberi pelajaran yang sangat berharga bagi kalian yang telah menyakiti gadisku" ucap Alex dingin.
"Siapa yang pertama melakukan nya!!!! cepat jawab!!!!". Bentak Alex.
Christin dan teman-temannya tidak menjawabnya. Karena mereka sangat takut.
"Jika kalian tidak menjawabnya, maka.....Dor, Dor, Dor, Dor". Alex pun mengeluarkan senjata dari dalam jasnya dan menembak kearah Christin, namun Alex menembak nya tidak ada yang kena karena dia sengaja hanya menakutinya.
"Apakah betul kau yang melakukan nya pertama!!" tanya Alex dengan senyuman mematikan nya.
"Bu.....bukan sa...saya Tu-" ucap Christin berhenti. Dia terkejut saat Alex menempatkan senjatanya di kepalanya.
"Sekali berbohong maka kau tak dapat melihat dunia lagi".
Dengan mengumpulkan keberanian nya, Christin menceritakan nya dari awal sampai akhir tanpa kebohongan.
"Ini lah yang saya tunggu, dan saya akan memberikan hukuman untuk kalian, Tom!!! bawakan aku sesuatu yang menarik".
"Baik Tuan" ucap Tom dan membawa dua karung yang besar. "Ini Tuan" sambil membawa dua karung tersebut.
"Apakah kalian tau apa isi karung ini".
Mereka menggelengkan kepala, karena tidak tau isi karung tersebut.
"Dasar bodoh! Tom!!! bawa mereka ke ruangan yang sempit".
"Siap Tuan, ayo kita bawa mereka".
"Siap Kapten" ucap anak buah Thomas.
Mereka pun membawa Christin dan teman-temannya ke ruangan kecil dan sempit.
"Saya akan memberi kejutan setelah kalian melukai gadisku, jadi terima saja hukumannya" ucap Alex lalu membuka kedua karung tersebut lalu keluarlah kecoa besar yang banyak sekali dan hampir memenuhi ruangan tersebut.
"Kyaaaaaaa" teriak Christin dan teman-temannya ketakutan.
Alex pun keluar lalu menutup dan mengunci ruangan tersebut.
"Jangan sampai ada yang kabur dan biarkan mereka. Kurung mereka seharian". Perintah Alex kepada Bodyguard nya.
"Siap Tuan" ucap mereka serempak.
Alex pun keluar dari gedung tersebut dan ia pun kembali kerumah sakit dimana Nasya dan temannya dirawat.
*Besambungggg***
Jangan lupa untuk like, comment, vote, beri bintang 5, Follow author, and share ke kawan- kawan kalian, agar cerita ini semakin berkembang*.