
Selesai meeting Raka langsung pulang dan sesampainya di rumah dia langsung menanyakan Anatasya kepada salah satu pelayan dirumahnya.
"Anatasya sudah pulang...?" tanya Raka.
"Udah Tuan, tapi setelah itu Nona pergi lagi" jawab pelayan tersebut.
"Kemana perginya dia...? Membuat ulah saja..." gumam Raka dalam hati.
Setelah itu Raka langsung melangkah menuju kamarnya, dia sangat pusing memikirkan Anatasya dan dia tidak tau harus mencarinya kemana dan setelah berfikir selama beberapa menit akhirnya Raka memutuskan untuk keluar mencari Anatasya walaupun dia belum tau ke mana dia harus mencari istrinya itu.
Tapi tiba-tiba, Raka dikagetkan dengan suara dering ponselnya yang berada di sampingnya dan itu adalah panggilan dari Sarah.
"Raka..." panggil Sarah dalam panggilan.
"Hm..." sahut Raka ketus.
"Jadi gimana nih ajakan aku tadi siang," ucap Sarah mengingatkan"
"Aku lagi males nih" tolok Raka
"Ayolah Raka, sekali ini aja. Banyak banget yang pengen aku bicarain sama kamu. Please,,," pinta Sarah memohon.
"Ya udah" Raka menyerah dan menerima ajakan Sarah.
"Ya udah kalau gitu, jemput aku yah. Aku kirim lokasinya sekarang" Dengan nada gembira.
"Hmm" balas Raka lagi dan langsung mematikan panggilannya.
Raka turun dan keluar menaiki mobilnya. Kemudian dia melaju ke lokasi yang Sarah kirimkan tadinya dan Sarah sudah berdandan secantik mungkin kemudian menunggu Raka di depan rumahnya.
Raka pun tiba didepan rumah Sarah dan kemudian membukakan pintu buat Sarah, setelah Sarah masuk Raka langsung menjalankan mobilnya.
"Mau kemana?" tanya Raka.
"Ke mall sebentar, ada beberapa barang yang harus aku beli dan setelah itu baru pergi ke restoran" kata Sarah.
Sedangkan Anatasya yang juga sedang berada di mall hanya menggerutu kesal sebab Dinda dan Akila tak kunjung tiba padahal sudah setengah jam dia menunggu kedatangan mereka berdua.
"Kebiasaan banget" jengkel Anatasya.
Setelah cukup lama menunggu kedatangan Dinda dan Akila akhirnya orang yang sedari tadi Anatasya tunggu telah datang juga dan mereka bertiga langsung pergi shoping untuk mengilangkan lelah dan beban pikiran yang sedang mereka derita.
Puas berbelanja pakaian dan beberapa barang lainnya Anatasya, Dinda, dan Akila pergi menuju sebuah resto yang tak jauh dari Mall untuk mengisi perut meraka yang sudah mendemo sekaligus menikmati waktu libur.
Raka dan Sarah pun pergi ke restoran yang sama dengan Anatasya. Mereka berdua pun cukup dekat hanya saja dengan posisi Anatasya yang membelakanginya.
"Hei bukankan itu cowok yang kamu bilang Gay kemarin" tunjuk Akila kearah Raka dan Anatasya pun langsung menoleh kebelakang.
Anatasya pun membulatkan mata ketika melihat Raka berduan dengan perempaun lain sedangkan untuk berduan dengan dirinya sendiri Raka tidak pernah memiliki waktu.
"Ehem" Anatasya sengaja yang sukses membuat Raka dan Sarah ikut menoleh ke arahnya.
Raka terkejut melihat Anatasya yang sekarang yang berada tidak jauh darinya. Dia berusaha biasa saja karena berdasarkan perjanjian yang Anatasya buat bahwa mereka tidak boleh saling mengenal, ketika Anatasya berada didekat sahabatnya.
"Kamu mengenalnya?" tanya Sarah.
"Tidak" jawab Raka hingga sukses membuat Anatasya yang mendengarnya kian memanas.
Anatasya pun kembali membelakangi Raka dan berusaha untuk bersikap tenang walaupun kenyataannya hatinya hancur berkeping-keping ketika melihat Raka yang hanya berduaan dengan wanita lain.
Tak tahan dengan suasana yang ia rasakan kali ini tanpa berkata apa-apa Anatasaya langsung berlalu dan memberikan isyarat kepada kedua sahabatnya untuk turut pergi.
"Kamu ngelihatin apa sih?" tanya Sarah heran.
"Enggakkk..." jawabnya bohong.
"Umm...trus gimana kabar kamu sekarang?" tanya Sarah lagi.
"Cukup baik" sambil menghirup kopinya.
"Apakah kamu sudah menemukan penggantiku dihatimu?" pertanyaan yang langsung membuat Raka menjadi kesal lalu berkata...
"Bukan urusanmu" balasnya dengan tatapan dingin.
"Kembalilah bersamaku. Aku yakin kamu masih mencintaiku Raka, aku janji aku akan menebus semua kesalahan yang ada dimasa lalu" meraih tangan Raka dan mencoba untuk menggenggamnya meminta rasa percaya namun ditepis oleh Raka.
"Sudahlah Sarah aku sedang tidak ingin mengungkit apapun yang sudah terjadi di masa lalu karena bagiku masa lalu itu harus segera dilupakan," ucap Raka.
"Raka aku tau kamu masih kecewa dengan apa yang telah aku lakukan. Tapi tolong beri aku kesempatan sekali lagi, aku masih sangat mencintaimu Raka" Sarah berusaha memohon.
"Sudah terlalu larut malam, ayo kita pulang kutunggu di dalam mobil" beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkan Sarah yang matanya sudah berkaca-kaca berusaha menahan tangisnya***
Raka tiba dikediamannya dan Anatasya hingga sekarang tak kunjung pulang. Sudah beberapa kali Raka menelponnnya namun satupun panggilan tidak ada yang diangkatnya.
dan disaat Raka sudah berada di lantai satu hendak melangkah menuju pintu, tiba-tiba pintu terbuka dan Anatasyapun masuk tanpa berkata-kata apalagi melihat kearah Raka.
"Dari mana saja kamu?" tanya Raka kesal.
"Bukan urusanmu" jawab Anatasya ketus dan terus melangkah naik ke kamarnya.
Raka makin kesal dengan sikap Anatasya yang menurutnya sangat keterlaluan itu dan dia langsung melangkah mengikuti Anatasya yang sudah berlalu darinya.
"Apa kamu bilang, bukan urusanku?" tanya Raka dengan nada yang sudah mulai naik di saat dia sudah berada di belakang Anatasya.
"Kamu anggap apa aku ini sebenarnya haa" tambah Raka dengan berteriak.
"Mari kita bercerai," ucap Anatasya dengan menghentikan langkahnya.
Langkah Rakapun ikut terhenti ketika mendengar apa yang barusan Anatasya katakan.
"Mari kita bercerai dan akhiri hubungan kita sekarang. Aku tidak ingin jika nantinya aku akan semakin mencintaimu sedangkan kamu mencintai wanita lain dan bermain api dibelakangku," ucap Anatasya yang sudah mulai terisak.
"Apa yang kamu katakan. Aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya" balas Raka menenangkan.
"Bohong, buktinya tadi kamu bersenang-senang dengan wanita lain sedangkan aku selalu kesepian disini" balas Anatasya tidak percaya.
"Kamu cemburu" tebak Raka.
"Tentu saja, aku ini istrimu tidak ada yang lebih berhak denganmu selain aku" tidak tersadar air matanya sudah kian jatuh.
"Anatasya...aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Sarah, kami hanya berteman" jelas Raka tidak mau Anatasya salah paham terus menerus.
"Oh namanya Sarah, cih. Aku tidak peduli dan aku akan berbicara dengan kedua orang tua kita agar pernikahan kita yang terpaksa ini harus diakhiri," ucap Anatasya sambil menangis membelakangi Raka.
"Maksud kamu apa? Kamu kira mengakhiri sebuah pernikahan itu sesuatu hal yang bagus hah?" balas Raka.
"Aku tidak peduli, toh jika kita berpisah kamu akan bebas bertemu dengan wanita yang bernama Sarah itu dan kamu juga tidak perlu berbohong untuk tidak mengenalku" teriak Anatasya dengan suara bergetar berbalik menghadap Raka dengan berlinang air mata.
"Bukankah kamu yang meminta agar kita tidak saling mengenal jika didepan sahabat kamu. Kenapa sekarang kamu yang nyalahin aku sih" Raka mencoba mengingatkan.
Anatasya langsung terdiam karena memang benar pekan lalu Anatasya meminta Raka agar pura-pura tidak mengenalnya jika berada didekat sahabat-sahabatnya.
"Terserah" berlari meninggalkan Raka menuju kamarnya.
Rakapun ikut berlari mengikuti istrinya yang sedang cemburu buta itu.
"Kamu ngapain ngikutin aku. Kamu tidur dikamar lain karena aku gak sudi tidur sama pria yang dibajunya masih tercium bau parfum wanita lain" usir Anatasya dan langsung menutup pintu kamarnya.
Raka menghela nafas panjang karena baru kali ini dia bertemu dengan wanita seperti Anatasya dan begitu ajaibnya dia bisa bersabar menanggapinya.
Clek...pintu terbuka dan wajah Raka seketika tersenyum.
"Nih bantal dan selimut" melemparkan selimut dan bantal ke arah Raka dan menutup pintu kamarnya kembali.
"Hah" Raka segera beranjak dari depan kamarnya dan pergi ke kamar tamu untuk beristirahat...
Bersambung...