
22.00
Anatasya terlihat melangkah mondar mandir didalam kamar seraya menunggu kedatangan Raka yang tak biasanya pulang larut malam seperti ini. Anatasya tak henti-hentinya mengumpat kecil mengingat besok dia akan mulai magang di perusahaan Raka dan dia tidak mau jika nantinya Dinda akan mengetahui semua yang telah susah payah ia sembunyikan.
Tring...
Sebuah pesan masuk yang dikirimkan Raka untuk Anatasya.
"A-apa dia tidak pulang malam ini, keterlaluan banget sih" gerutu Anatasya ketika membaca pesan yang Raka kirimkan barusan.
Lalu Anatasyapun membalas pesan yang Raka kirimkan dengan sebuah pesan yang meminta Raka agar besok berpura-pura dan tidak saling mengenal satu sama lain saat berada dikantor, sesuai dengan perjanjian yang telah mereka sepakati berdua.
Tapi ketika pesan tersebut telah dikirim, Raka pun tak kunjung membalasnya, karena mata sudah tidak dapat menunggu lebih lama lagi akhirnya Anatasya pun tertidur.
Keesokan harinya,
Anatasya dan Dinda telah tiba di perusahaan Raka, mereka terlihat bersiap-siap untuk melakukan pengenalan dengan para petinggi perusahaan.
dan tak lama kemudian, datang seorang staf yang mempersilakan Dinda dan Anatasya untuk memasuki ruangan yang telah disediakan yang tentunya ada Raka didalamnya.
Anatasya menghela nafas panjang, berdoa agar keberuntungan memihak pada dirinya hari ini.
Mereka berduapun dengan segera memasuki ruangan yang telah ditunjukkan oleh seorang staf dan ketika mereka telah berada didalam ruangan betapa terkejutnya Dinda pada saat melihat meja yang memiliki plang ceo diduduki oleh pria yang kerap kali mereka hina.
"Tas...Tas...dia itukan?" tanya Dinda sambil menyenggol lengan Anatasya.
Namun Anatasya hanya berusaha untuk tenang ketika mendapati reaksi Dinda yang begitu cepat ketika mengenali Raka.
"Sudahlah kau diam saja," ucap Anatasya melotot kearah Dinda.
Raka yang duduk penuh wibawa sekarang berada dihadapan Anatasya, Raka sama sekali tidak membuang pandangannya kepada Anatasya hingga membuat Anatasya mulai merasa risih.
"Mohon untuk,mulai memperkenalkan diri kalian," ucap sekretaris yang berdiri disamping Raka.
Anatasya dan Dinda pertama kali memberikan salam sapaan kepada para pihak perusahaan yang hadir dan setelah itu berlanjut dengan perkenalan diri yang di mulai oleh Dinda.
Selesai Dinda memperkenalkan diri, akhirnya giliran Anatasya kembali untuk memperkenalkan diri.
Seperti perkenalan pada umumnya Anatasya memperkenalkan dirinya dari mulai dari nama, tempat dan tanggal lahir hingga hoby dan cita-citanya.
Walaupun terlihat tenang, Anatasya juga menyimpan segudang kegugupan. Bagaimana tidak Raka yang terus menerus menatapnya sedari tadi.
"Tidak adakah pakaian yang lebih sopan dari yang kau kenakan sekarang," ucap Raka dengan tatapan mengintimidasi.
"Hmm...t-tapi dalam peraturan kantor tidak ada larangan ataupun tekanan dalam berpakaian" sahut Anatasya dengan berani.
"Saya yang mempermasalahkannya disini artinya tata cara berpakaianpun merupakan peraturan yang tidak tertulis di kantor" balas Raka menyilangkan kedua tangannya sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Apa-apaan dia ini, kalau mau akting jangan gini juga kali caranya" umpat Anatasya dalam hati.
"Maaf untuk selanjutnya saya tidak akan mengulanginya" Anatasyapun menunduk seraya meminta maaf sedangkan Raka menyeringai puas melihat Anatasya yang terpancing dengan permainannya sendiri.
Selesai melakukan pertemuan dengan para petinggi kantor, Anatasya dan Dinda langsung melangkah menuju meja kerjanya.
"Tas...kelihatannya dia lagi balas dendam deh," ucap Dinda meletakkan segala barang yang dia bawa untuk keperluannya di kantor.
"Tau ah" balas Anatasya malas.
"Tapi kalau dilihat-lihat ya Tas, bos kita kok kayak posesif ya sama kamu, masa kamu yang baru pertama kali kesini langsung dikomentarian cara berpakaiannya sedangkan sekretarisnya yang seksi itu didiemin gitu aja" Dinda yang mulai curiga.
"Perasaan kamu aja kok Din" balas Anatasya mencoba menetralkan rasa curiga pada Dinda.
"Ya udah, lanjut berkemas" teriak Dinda bersemangat hingga membuat Anatasya tersenyum melihat tingkah gila sahabatnya itu.
Baru hari pertama magang, namun berkas-berkas yang harus diurus dan Anatasya sudah hampir sama dengan tumpukan kertas yang menjadi sebuah gunung.
Hingga jam makan siang tiba dan pekerjaan Anatasya dan Dindapun masih belum dapat terselesaikan.
"Tas...makan dulu yuk di kantin kantor" ajak Dinda memegangi perutnya.
"Oke" sahut Dinda mengiyakan dan berlalu dari hadapan Anatasya.
dan Anatasya yang mulai fokus untuk melanjutkan pekerjaannya tiba-tiba didatangi oleh salah satu karyawan yang juga bekerja di perusahaan tersebut.
"Selamat siang Anatasya, saya mau menyampaikan bahwa Tuan direktur memerintahkan saya untuk menyuruh anda segera keruangannya," ucap karyawan tersebut.
"Oh...baiklah saya akan segera kesana" balas Anatasya mulai beranjak dari meja kerjanya dan melangkah menuju ruangan Raka.
Tanpa mengetuk pintu Anatasya memasuki ruangan Raka. Dia memperlihatkan wajah malasnya mengingat Raka yang mengerjainya tadi.
"Ada perlu apa?" tanya Anatasya ketus.
"Makanlah ini sudah waktunya makan siang" balas Raka singkat.
"Aku tidak lapar" tolak Anatasya hingga sukses membuat Raka yang tadinya tengah sibuk menatap layar monitor berpindah menjadi manatap dirinya.
"Tidak bisakah kamu tidak membantahku sekali saja" bentak Raka dengan kesal.
"Tidak bisakah, sekali saja kamu tidak mengomentari penampilanku" lawan Anatasya yang juga menaikkan nada suaranya.
"Sudahlah aku tidak memiliki selera makan, aku pergi dulu," ucap Anatasya dengan cepat meraih ganggang pintu dan keluar dari ruangan Raka.
"Cih...dasar keras kepala" geram Raka.
Anatasya dengan wajah kesalnya langsung melangkah menuju kantin dan menghampiri Dinda yang terlihat sedang mengobrol dengan seorang pria.
"Hai Tas, kok lama banget kesininya" tanya Dinda ketika Anatasya sudah duduk dihadapannya dengan wajah yang sangat kesal.
"Baru nyelesain pekerjaan yang nanggung tadi" jawab Anatasya bohong.
"Hmm gitu ya, oh iya Tas ini perkenalkan Andre teman aku dulu waktu smp dan ternyata bekerja disini juga," ucap Dinda memperkenalkan.
"Hai aku Andre, senang bertemu denganmu" sapa Andre dengan ramah sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
"Hai aku Anatasya, senang bertemu denganmu juga" balas Anatasya hingga membalas uluran tangan Andre.
"Ternyata Anatasya lebih cantik ya dari pada foto yang kamu perlihatkan ke aku waktu itu," ucap Andre jujur melihat ke arah Dinda.
"Wah Dinda nih..." tunjuk Anatasya ke Dinda.
"Hehehe maaf Tas lagian sih wajah kamu cantik banget dan aku juga enggak tahan buat ngasih tau temen-temen cowo aku yang lainnya" Dinda yang terlihat kekeh.
Tak terasa jam makan siang sudah berakhir dan sudah saatnya untuk mereka kembali bekerja.
"Ehem" Andre yang sekarang sudah berada didepan meja kerjanya Anatasya seraya membawa beberapa berkas.
"Andree...ada yang bisa aku bantu?" tanya Anatasya.
"Oh enggak kok, cuman mampir bentar. Kelihatannya lagi sibuk banget yah" tanya Andrea balik.
"Iya nih, tapi bentar lagi selesai kok" jawab Anatasya dengan entang.
"Oh iya tas...kapan-kapan kita makan bareng yuk, anggap saja sebagai jamuan pertemanan" ajak Andrea.
"Baiklah kalau ada waktu nanti" balas Anatasya tersenyum manis kearah Andrea.
"Cantinya" ungkap Andrea dalam hati memuji Anatasya.
"Apakah aku menggaji kalian hanya untuk mengobrol seperti ini?" tanya Raka yang tiba-tiba datang dengan sekretaris disebelahnya.
"Cepat kembali bekerja atau gaji kalian akan aku potong" ancam Raka menatap Andrea tajam
Selesai mengomel Raka bersama sekretarisnya mulai berlalu dari hadapan Anatasya dan Andrea.
Anatasya dan Andrea pun langsung terdiam dan mulai kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Mungkinkah dia cemburu?" tanya Anatasya dalam hati.