I Love You Mr Arrogant

I Love You Mr Arrogant
Episode 11 Obat Peransang



Paginya, Raka tampak mencari-cari keberadaan Anatasya karena biasanya Raka yang terlebih dahulu bangun dari pada istrinya itu tapi pagi ini batang hidung Anatasya sama sekali tak terlihat, mungkinkah dia masih marah perihal tadi semalam karena Raka tak mengizinkannya pergi bercamping di puncak.


Selesai berpusing diri memikirkan Anatasya, Rakapun segera bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri lalu setelah itu bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


"Dimana Anatasya?" tanya Raka kepada salah satu pelayan yang sedang menata makanan dihadapannya saat ini.


"Maaf Tuan, Nona sudah sedari tadi pergi ke kampus" jawab pelayan tersebut.


"Sendirian?" tanya Raka lagi.


"Iya Tuan, sepertinya Nona memesan taxi online" jelas pelayan tersebut.


Rakapun menghela nafas panjang, kesal dengan tingkah Anatasya yang masih sangat kekanak-kanakan dan mudah sekali marah jika sesuatu hal yang tidak sesuai dengan keinginannya.


Rakapun berangkat ke kantor setelah selesai sarapan. Dia sama sekali tidak berniat untuk membunjuk Anatasya karena baginya Anatasya akan semakin besar kepala jika keinginannya selalu dituruti nantinya***


Ping...sebuah pesan masuk di ponsel Anatasya.


Anatasya dengan wajah malas, langsung meraih ponselnya yang berada didalam tas dan langsung membuka pesan tersebut.


"Anatasya...ini aku Bram, maaf aku ganti nomor. Nanti malem ketemuan yuk" isi pesan tersebut.


Anatasya mengernyitkan dahi heran, bukankan Bram masih 2 hari lagi pulang ke Indonesia. Mungkinkah pekerjaan Bram telah selesai di Singapura fikirnya dan memutuskan untuk kembali membalas pesan tersebut.


"Dimana Kak dan pukul berapa?" Anatasya mengirimkan pesan.


"Di bar dekat perempatan jalan kota dan pukul 20.00" balasnya cepat.


"Oke" meletakan kembali ponselnya.


"Kenapa harus di bar?" tanya Anatasya sedikit curiga.


Apakah mungkin Bram biasa nongkrong ditempat tersebut dan mungkinkan benar apa yang dikatakan Sisi beberapa hari lalu tentang Bram pikir Anatasya yang tidak-tidak.


"Ih Anatasya...kok mikirin yang enggak-enggak sih" gerutunya sambil menggelengkan kepalanya dengan kesal.


Sudah cukup dia kesal dengan Raka yang tidak mengizinkannya untuk pergi bercamping. Padahal dia sangat ingin ikut serta dalam camping tersebut berhubung dia sama sekali tidak pernah mengikuti kegiatan bebas seperti itu.


Sedangkan kali ini Bram yang bergantian membuatnya pusing mengingat tempat yang akan di datangi untuk menemui Bram adalah di bar tempat menakutkan bagi perempuan yang masih tergolong gadis seperti Anatasya


Tak terasa malam pun telah tiba, Anatasya terlihat sedang tergesa-gesa untuk segera pergi menemui Bram berhubung Raka belum kunjung pulang.


Anatasya memesan taxi online dan setelah taxi online datang dia langsung pergi ketempat yang akan dia tuju.


Diperjalanan Anatasya sempat beberapa kali mengirimkan pesan kepada Bram tapi satupun tidak ada yang dibalasnya.


Anatasya berusaha berpikir positif, mungkin Bram sedang didalam perjalanan menuju tempat yang sama dengannya sekarang.


Sesampainya di bar Anatasya memilih untuk duduk disalah satu kursi kosong sambil menunggu kedatangan Bram yang tak kunjung terlihat.


"Mbak ini minumannya," ucap seorang pelayan yang bekerja di bar tersebut menyodorkan segelas minuman ke Anatasya.


Anatasya terlihat heran karena dari setibanya disini, dia sama sekali tidak memesan apapun.


"Tapi...saya belum memesan apapun disini" balas Anatasya keheranan.


"Ini Tuan Bram sendiri yang memesan dan dia menyuruh kami memberikan segelas minuman berhubung dia akan sedikit telat menemui Mbak karena jalan yang sedang macet" jelas pelayan tersebut yang seketika membuat Anatasya mengangguk paham.


Sedangkan ditempat yang tidak terlalu jauh dari Anatasya terlihat seorang wanita tersenyum licik ketika berhasil membuat Anatasya meminum jus yang telah ia beri obat perangsang tersebut, wanita tersebut tidak lain adalah Sisi. Wanita yang menyimpan benci kepada Anatasya karena telah berani mendekati Bram mantan kekasihnya.


"Cepat hampiri dia, kamu bisa menikmatinya sepuas yang kamu mau malam ini dan ini kunci kamarnya," ucap Sisi kepada pria hidung belang yang sudah sedari tadi menatap Anatasya dengan lapar dan karena sudah tidak sabar, pria tersebut langsung melangkah mendekati Anatasya.


"Kenapa tubuhku mendadak gak enak kayak gini ya" gumam Anatasya pelan ketika merasa tubuhnya mulai memanas dan menegang.


Anatasya mulai meraba-raba bagian sensitifnya ketika mulai tidak nyaman dan gerah dengan pakaian yang sekarang ia gunakan dan nafas yang semakin memburu membuat Anatasya semakin melemah.


"Hai cantik, boleh aku duduk disini," ucap pria hidung belang suruhan Sisi.


"Tidak, aku sedang menunggu seseorang. Kamu bisa mencari tempat lain disini" tolak Anatasya berusaha mengendalikan nafasnya.


Sedangkan Raka yang sudah setengah jam tiba dikediamannya terlihat sangat khawatir dengan keberadaan Anatasya yang selalu pergi tanpa mengabari dia terlebih dahulu.


Dia takut sesuatu yang buruk terjadi kepada Anatasya apalagi mengingat Anatasya yang juga marah dengan Raka.


Sudah tidak mampu menahan diri menunggu kepulangan sang istri, Raka pun berniat untuk mencari-cari Anatasya dengan ditemani 2 pengawal rumahnya.


Dia mulai mencari keberadaan Anastasya dengan menggunakan ponselnya dan begitu terkejutnya dia ketika mengetahui bahwa Anatasya sekarang sedang berada di sebuah bar dengan wajah yang sudah sangat kesal Raka langsung melaju untuk menemui Anatasya.


"Aku harus pergi dari sini" fikir Anatasya yang merasa tubuhnya semakin memburuk.


"Cantik kamu terlihat tidak sehat, apakah mau aku bantu untuk pergi beristirahat sebentar" bujuk pria tersebut.


"T-tidak-tidak aku baik-baik saja kok" tolak Anastasya lagi dengan sisa sisa tenaganya berusaha untuk berdiri.


Namun dengan tenaga yang tidak begitu kuat, akhirnya Anatasya terjatuh kepelukan pria tersebut dan pria tersebut dengan wajah mesumnya langsung menggendong Anatasya dan berniat langsung membawanya kekamar yang telah Sisi pesan tadinya.


"Berhenti," ucap Raka yang yang membuat langkah pria hidung belang tersebut seketika terhenti.


Wajah Rakapun ikut memanas ketika mendapati istrinya yang digendong oleh pria yang sama sekali tidak dia kenal.


"Berani-beraninya dia" sumpah Raka dalam hati sambil mengepalkan tangannya.


"Siapa kamu?" tanya pria tersebut terlihat mencari mati karena berurusan dengan Raka.


"Aku Raka Sanjaya dan berikan wanita tersebut kepadaku jika kau masih ingin selamat" ancam Raka dengan tatapan membunuhnya.


Pria tersebut mulai ketakutan ketika mendengar nama belakang Raka dengan wajah mulai pucat pria tersebut perlahan-lahan menurunkan tubuh Anastasya dan mengambil kuda-kuda untuk segera kabur.


Mengetahui akan niat pria tersebut Raka pun langsung memberikan perintah kepada kedua pengawalnya untuk segera mengejar pria tersebut lalu menangkapnya.


"Tangkap pria itu, lalu potong tangan kotornya karena telah berani menyentuh istri dari Tuan Sanjaya," ucap Raka geram.


Melihat Anatasya yang terkulai lemah, Raka yang tanpa banyak bicara langsung menggendong Anatasya.


Raka mulai merasakan ada yang aneh dengan tubuh istrinya itu apalagi melihat wajah Anatasya yang memerah seperti berada dalam pengaruh obat.


"Apakah mungkin," ucap Raka yang mulai menebak bahwa mungkinkan istrinya diberi obat perasang oleh pria tadi. Kalau itu benar adanya Raka tidak akan tau apa yang akan terjadi selanjutnya jika ia telat selangkah saja.


Bersambung...


Tungguin next update dijamin kalian akan ikut-ikutan tegang😋 hehehe dan jangan lupa berikan dukungan ya yah😋