
"Dasar jahat...udah bela-belain berlagak sok manja...masih juga enggak dibiarin pergi" Kesal Anatasya menghempaskan kasar dirinya ke sisi ranjang.
Tak lama kemudian Rakapun menyusul kekamar...
Mendengar suara pintu terbuka membuat Anatasya berpura-pura memejamkan matanya seakan-akan dia sudah terlelap ke alam mimpinya.
Namun, bukan Raka jika tidak mengetahui bahwa istrinya sekarang sedang berpura-pura tertidur, apalagi dengan posisi Anatasya yang menghadapnya yang semakin mempermudah Raka mengetahui hal tersebut.
Terbesit dalam pikiran Raka untuk menggoda Anatasya yang sedang berpura-pura tidur sekarang.
Ditepisnya lembut beberapa helain rambut yang berusaha menutupi wajah cantik istrinya lalu dibelainya lembut hidung, pipi, hingga berhenti di bibir mungil Anatasya.
"Dasar mesum...mencari kesempatan dalam kesempitan" umpat Anatasya dalam hati yang tidak sadar bahwa Raka mengetahui kepura-puraannya.
Mendapati Anatasya yang masih bermain peran membuat Raka semakin bersemangat untuk menggodanya dengan kembali mengusap bibir Anatasya lalu mendekakan wajahnya.
"Raka" teriak Anatasya tiba-tiba sambil mendorong tubuh sang suami.
"Kiraiin tidur..." ejek Raka gemas melihat ekspresi Anatasya.
"Dasar tukang ambil kesempatan dalam kesempitan" balas Anatasya mengejek lalu setelah itu berniat membelakangi namun dihentikan oleh Raka.
"Ngambek lagi?" tanya Raka dengan lembut.
"Ya...iyalah, aku itu pengen banget pergi camping apalagi ini kali pertama" sahut Anatasya sedih.
"Iya...iya aku tau, lagi pula 4 hari lagi pihat perusahaan juga akan ngadain camping dipuncak. Oleh karena itu, aku gak ngizinin kamu buat ikut acara kampus" jelas Raka menyakinkan.
"Beneran?" tanya Anatasya tidak percaya.
"Iyah beneran...dari pada kamu ikut kegiatan kampus lebih baik kamu ikut acara perusahaan" balas Raka.
"Memangnya kenapa sih?" heran Anatasya.
"Karena kamu itu suka ganjen sama cowok jadi kalau kegiatan perusahaan nanti asisten aku pasti akan jagain kamu" jelas Raka mencubit pipi Anatasya gemas.
"Kamu cemburu" menatap penuh harap.
"Tentu saja aku cemburu karena kamu itu istriku" balas Raka sukses membuat Anatasya tersenyum bahagia.
"dan ayo lanjutkan kegiatan diruangan berkas yang tertunda tadi...," ucap Raka menyeringai.
Kemudian tanpa aba-aba...Raka langsung menarik Anatasya hingga terlentang disampingnya dan tidak pakai lama Raka langsung menidih Anatasya dan ******* bibir seksi Anatasya...Anatasya tidak menolak sama sekali, dia malah membalas ******* Raka.
Dalam kamar itu penuh dengan suara desahan kedua insan yang dibakar hasrat yang memuncak...
Mereka melakukannya sampai dua ronde malam itu...Raka seperti orang yang sudah mulai candu akan tubuh istrinya.
dan alirapun mulai tidak menolak, malahan dia sangat agresif.
Selesai bertempur Anatasya langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Raka masih terlentang diatas ranjang tanpa sehelai benangpun...tubuhnya hanya tertutup selimut sampai batas perut.
"Raka ayo mandi," ucap Anatasya karna Raka masih terbaring.
Raka akhirnya beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi...Raka langsung menyusul istrinya yang sudah sedari terlelap. Namun, tak lupa dia mencium dahi Anatasya penuh kelembutan.
Raka dan Anatasyapun mulai terlelap menuju mimpi indah mereka masing-masing...
4 hari telah berlalu dan tak terasa kegiatan camping dipuncak tiba
Anatasya, Dinda yang telah tiba ditempat tujuan mulai berbenah menyiapkan tenda mereka masing-masing.
Dinda dan Anatasya menggunakan tenda yang terpisah karena berhubung barang yang mereka bawa cukup banyak.
"Tas...tau gak 2 hari lalu tuh Sisi dateng keperusahaan loh," ucap Dinda yang tengah memasukkan tasnya kedalam tenda.
"Beneran... ada urusan apa sih emangnya tu kuntilanak" kesal Anatasya ketika mendengar nama Sisi.
"Katanya sih...dia ngambil sertifikat magangnya satu tahun yang lalu dan yang aku heranin tuh gini ya Tas...otaknyakan gak pinter pinter amat, kok bisa yah magang diperusahaan" jelas Dinda yang mulai heran dan curiga.
"Iya juga yah..." sahut Anatasya yang juga mulai curiga.
"Biarinlah Din...namanya juga kuntilanakkan" ejek Anatasya.
Setelah berbincang cukup lama, Anatasya dan Dinda kembali melanjutkan aktivitas mereka.
2 jam kemudian...Anatasya dan Dinda telah selesai dengan tenda mereka lalu Andre yang juga ikut dalam kegiatan camping tersebut menghampiri mereka yang terlihat kelelahan.
"Nih air minum...," ucap Andre menyodorkan dua botol minuman kepada Anatasya dan Dinda.
Mereka berduapun langsung menyambar botol minuman tersebut dan tak lupa juga mengucapkan terima kasih atas segala perhatian Andre.
"Gimana? Udah selesai atau ada yang bisa aku bantu" Andre menawarkan diri.
"Udah selesai semuanya kok Dre, terima kasih atas tawarannya" balas Anatasya ramah.
"Yah Andre...giliran Anatasya ditanyaiin...kok Dinda enggak sih" rengek Anatasya.
"Nah Dinda tuh Dre banyak banget barang yang belum ia masukin di tenda...dia itu kayak udah mau pindahan setahun aja" ledek Anatasya.
"Hih resek deh Tas..." sahut Dinda.
"Eh iya...bos kita denger-denger gak pernah ikut acara camping tahunan perusahaan ya" Dinda mulai kepo.
"Iya Din...selama aku kerja dan udah 3 kali ikut kegiatan camping di perusahaan ini, presdir tidak pernah ikut" jelas Andre.
"Emangnya kenapa Dre?" tanya Dinda lagi.
"Entahlah...mungkin dia gak minat kegiatan camping seperti ini" jawab Andre lagi.
Sedangkan Anatasya yang sudah tau bahwa Raka yang tidak akan ikut kegiatan camping hanya memilih untuk diam...
"Din, Dre...aku kesana dulu ya...mau ngeliat tenda tenda yang lain" izin Anatasya.
"Mau aku temenin" Andre menawarkan diri.
"Kamu disini aja Dre...tuh bantuin Dinda" balas Anatasya menolak.
"Iyah Dre...kok kamu tega sih sama aku" Dinda memohon.
dan akhirnya Andre pun menyerah. Dia mulai membantu dan menyelesaikan tenda Dinda yang masih sedikit berantakan.
Sedangkan Anatasya mulai melangkah menuju sekitar area tempat mereka bercamping dan tenda yang dipasang berderatan sangat begitu indah dipandang menurutnya.
Banyak karyawan yang ikut serta dalam camping ini...karena hari ini merupakan hari yang mereka tunggu-tunggu selama sibuk bekerja dikantor dapat dilihat dari raut wajah mereka begitu bahagia pada saat membangun tenda, hal ini sangat berbanding terbalik dari diri mereka pada saat berada dikantor yang terlihat serius dan kaku.
Begitu juga sebaliknya para karyawan laki-laki yang sedang membuat tenda begitu terpana dengan kecantikan Anatasya...Para karyawan tersebut seakan melihat seorang bidadari yang sedang melintas dihadapan mereka saat ini
dan ketika Anatasya fokus melihat-lihat kearah tenda para karyawan, tanpa sengaja Anatasya menabrak seorang wanita dan ternyata wanita tersebut adalah...
"Sisi" gumam Anatasya dalam hati.
"Kamu..." teriak Sisi penuh kebencian.
"Maaf," ucap Anatasya malas.
"Kalau jalan tuh pakek mata yah...ini asal tabrak aja" gerutu Sisi mencari-cari kesalahan Anatasya.
"Aku udah minta maaf kali atau kamunya yang tuli" balas Anatasya tak kalah tegas.
"Dasar kurang ajar...kamu pikir kamu siapa" tantang Sisi.
Anatasya berusaha menahan emosinya...kalau tidak berada disini mungkin dia sudah menjambak rambut Sisi.
"Sekali lagi aku minta maaf," ucap Anatasya lalu berlalu meninggalkan Sisi yang masih terlihat kesal.
"Kenapa dia bisa disini sih" umpat Anatasya heran dan moodnya seketika menjadi buruk melihat wajah Sisi yang begitu menyebalkan baginya hingga akhirnya Anatasya menghentikan langkahnya dan pergi menuju tendanya kembali.
Lain lagi dengan keadaan Raka di rumah...Raka terlihat sibuk memasukkan beberapa pakaiannya didalam tas...
"Thomas...30 menit lagi kita kepuncak" perintah Raka kemudian memutuskan panggilannya.
Entah apa yang membuat Raka berniat untuk pergi ke pucak...mungkin alasannya adalah Dinda, apalagi mengingat Andre yang terlihat menyukai istrinya juga ikut dalam kegiatan tersebut.
Bersambung...