I Love You Mr Arrogant

I Love You Mr Arrogant
Episode 10 Aku Menginginkanmu



Cahaya mentari mulai memperlihatkan sinarnya hingga menyilaukan sepasang suami istri yang kini masih enggan tuk terbangun dari mimpi indahnya.


Namun beberapa menit kemudian, salah satu dari mereka mulai terisak yaitu Anatasya yang mulai mengeliat karena lengan kekar yang melingkar dipinggangnya semakin mempererat dekapannya.


"Umm" Anatasya mengeluh.


Dengan keadaan yang sudah tersadar dan mengetahui bahwa Raka yang sedari tadi memeluknya dengan erat. Anatasya pun berusaha untuk melepaskan lengan Raka dari pinggangnya.


Usaha demi usaha Anatasya lakukan. Namun, tetap saja tidak dapat membuatnya terlepas dari dekapan Raka.


"Jangan bergerak," ucap Raka yang baru terbangun dengan suara serak.


Mendengar perintah Raka karena posisi mereka yang cukup intim saat ini membuat Anatasya seketika berhenti bergerak.


"S-siapa yang mengganti pakaianku" tanya Anatasya gugup.


"Aku" jawab Raka santai yang sukses membuat Anatasya membulatkan matanya.


"Dasar tukang ambil kesempatan" tuduh Anatasya kesal.


"Aku suamimu Anatasya... jadi apanya yang harus dipermasalahkan" balas Raka semakin menghimpitkan tubuhnya dan


membuat Anatasya kembali memberinya untuk melepaskan diri.


"Raka, aku udah mau telat pergi kuliah tau," ucap Anatasya penuh penekanan.


"Hmm" balas Raka mulai membelai paha mulus Antasya yang sontak membuat Anatasya menggeliat kegelian.


"Hei apa yang sedang kamu lakukan?" mencoba mengangkap tangan Raka yang mulai berani bermain nakal.


"Aku menginginkanmu" balas Raka dengan nafas yang memburu hingga Anatasya terkaget mendengarnya.


"Tapi aku belum siap" tolak Anatasya.


"Aku tidak peduli" ketusnya sambil mencium leher Anatasya tidak peduli dengan penolakan Anatasya barusan.


Anatasya semakin begerak tak karuan ketika merasakan sensasi yang Raka berikan kepadanya dia yang mulai hampir terhanyut dengan sekuat tenaga mencoba kembali melepaskan dirinya.


Sedangkan Raka yang sudah tidak dapat menahan nafsunya karena didukung pakaian tidur Anatasya yang sangat seksi saat ini semakin gencar menelusuri tubuh istrinya.


Bagaimana tidak Raka adalah pria normal jadi sah sah saja jika dia tergoda dengan istrinya, apalagi Anatasya yang begitu seksi dan menggoda.


Namun tiba-tiba...


"Aaaaa..." teriak Raka ketika Anatasya mengigit lenganya dengan wajah kesal ia menatap Anatasya yang sudah terlepas dari pelukannya dengan kesal.


"Cepatlah mandi, aku haru pergi kuliah dan kamu harus pergi kekantor," ucap Anatasya yang sudah menjauh dari Raka.


"Lakukan kewajibanmu sebagai seorang istri terlebih dahulu" balas Raka memasang wajah kesalnya.


Anatasya yang melihat wajah Raka yang terlihat lucu berusaha untuk menahan tawanya. Raka yang terkenal kaku dan sombong sepertinya bukanlah dirinya lagi saat ini.


"Terserah" Anatasya mulai berlalu dari hadapan Raka dan pergi menuju kamar mandi untuk bersiap diri pergi kuliah.


"Aku akan menagihnya nanti malam" gumam Raka dalam hati ketika punggung Anatasya memasuki kamar mandi...


Setibanya di depan kampus, Anatasya memasukan beberapa buku yang tadi sempat dia baca. Dia terlihat tergesa-gesa sedangkan Raka yang melihatnya hanya menggeleng heran dengan sikap ceroboh Antasya.


Setelah selesai Anatasya meraih ganggang pintu mobil namun belum sempat ia meraihnya tangan Raka sudah terlebih dahulu menarik pinggangnya dan


Cup....Raka menciumi bibir Anatasya sekilas hingga membuat wajah Anatasya memerah menahan malu berhubung Thomas juga satu mobil bersama mereka.


"Pergilah, nanti telat," ucap Raka menetralkan kecanggungan mereka berdua.


Tanpa berbicara apapun Anatasya pun kembali meraih ganggang pintu dan keluar dari mobil dengan wajah yang masih merah padam akibat perlakuan Raka yang tiba-tiba tadinya.


dan tidak mau jika Raka melihat wajahnya yang memerah, Anatasya langsung berlari menuju kelasnya dengan suasana hati yang sangat berbunga-bunga.


Sedangkan Raka yang terlihat biasa saja yang dipandu oleh Thomas asistennya pergi melanjutkan perjalanannya menuju perusahaan.


Didepan kelas, Anatasya dikagetkan dengan kemunculan kedua sahabatnya yaitu Dinda dan Akila.


"Ciee...yang lagi senyam-senyum" ledek Dinda dan Akila.


"Lagi kanapa ayo, pasti lagi mikiran Kak Bram," ucap Dinda menebak.


"Ih sok tau banget sih kalian. Udah aah jangan mikiran yang enggak-enggak" balas Anatasya.


"Iya-iya Tuan putri yang cantik," ucap Dinda dan Akila serempak.


"Kalian dari mana sih kok belum masuk kelas, biasa jam segini udah stand by gosip?" tanya Anatasya heran.


"Dari ngeliat pengumuman disana" tunjuk Akila.


"Pengumuman apa sih?" tanya Anatasya.


"Itu...minggu depan kampus kita akan ngadain camping dipuncak...kamu mau ikut gak Tas, kak Bram pasti ikut loh kalau kamu juga ikut," ucap Dinda.


Anatasya terlihat berfikir, didalam benaknya ingin sekali dia mengikuti camping. Apalagi ini mengingat dia tidak pernah ikut camping apa lagi di alam bebas"


"Tas...ikut ya" pinta Akila dan Dinda.


"Entahlah, Tapi nanti usahain kok buat" dengan wajah tidak bersemangat.


"Nanti kalau kamu ikut kita satu tenda bertiga ya," ucap Dinda bersemangat yang dibalas dengan angukkan Iya Anatasya dan Akila.


Selesai berbincang, Anatasya, Dinda, dan Akilapun memutuskan untuk masuk dan memulai kelas dan setelah beberapa jam masuk kelas Anatasya langsung pulang karena ada beberapa tugas yang harus segera ia kerjakan dirumah.


Pukul sudah menunjukkan tepat 19.00 malam dan Anatasya hampir menyelesaikan tugasnya sedangkan Raka masih didalam perjalanan karena macetnya jalan membuat dia pulang sedikit terlambat.


"Huh...akhirnya selesai juga," ucap Anatasya menutup laptopnya lalu beranjak menuju kamarnya.


Anatasya merebahkan badannya diatas kasur untuk membiarkan otot ototnya beristirahat sebentar setelah setengah harian mengerjakan tugas.


"Baru juga selesai, sudah semalam ini" kata Anatasya ketika melihat jam dinding.


Sedangkan Raka yang baru tiba langsung memikirkan mobilnya dan bergegas masuk ke dalam kediamannya. Tak lupa dia menanyakan Anatasya kepada salah satu pelayan dan wajah Raka terlihat tersenyum ketika mendengar pelayan tersebut mengatakan bahwa Anatasya yang sudah berada di dalam kamarnya.


Ceklek...pintu terbuka dan Anatasya yang tengah sibuk berkutik dengan ponselnya tampak tidak menyadari kedatangan Raka.


Rakapun berlalu dan melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah membersihkan diri Raka turun ke bawah menuju dapur untuk makan malam selesai makan malam Raka kembali melangkahkan kakinya menuju kamar.


Raka duduk disofa yang bersebelahan dengan Anatasya dan Anatasya yang menyadari hal tersebut langsung berbalik menghadap Raka yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Raka..." panggil Anatasya.


"Hmm" jawab Raka cuek.


"Raka..." panggil Anatasya kembali hingga membuat Raka langsung menoleh kearahnya.


"Ada apa Anatasya?" tanya Raka dengan wajah kesal.


"Bolehkah aku minggu depan pergi camping kepuncak" dengan wajah penuh harap.


"Tidak boleh" balas Raka ketus.


"Raka...!" panggil Anatasya penuh penekanan.


"Aku akan mengizinkan tapi dengan satu syarat," ucap Raka.


"Apa itu?" tanya Anatasya bingung.


"Layani aku malam ini jika aku puas, aku akan mengizinkanmu pergi" Raka menatap Anatasya dengan seringainya.


"Aku belum siap Raka dan kalau kamu enggak mau ngizinin aku ya udah. Aku akan marah sama kamu" teriaknya dengan keras lalu bangkit dan merebahkan dirinya ke kasur lalu menutup habis tubuhnya.


"Dasar pria mesum" sumpah Anatasya dari balik selimut.


Sedangkan Raka...


"Sampai kapan kamu akan siap Anatasya, bagaimanapun aku ini adalah pria normal yang memiliki nafsu, apalagi kalau setiap malam tidur berdampingan dengan wanita yang berpakaian tidur seksi sepertimu itu" gumam Raka dalam hati sambil memijit dahinya frustasi.


Bersambung...