
jadwal kuliah ku sangat padat dan juga melelahkan dimana penderitaan ku lengkap sudah dimana turun hujan dengan derasnya dimana aku meninggalkan payung di rumah
ku mantapkan hati untuk menembus hujan dan juga memakai mantel ku karena aku tidak mau terlalu malam sampai dirumah
mayang mah enak di antar babang tampan nya
aku mah apa atuh....pulang sendiri tak ada yang jemput dan juga temani nasib jomblo
karena merasa sangat dingin ku putuskan untuk berhenti dan berteduh.aku berteduh di sebuah parkiran klinik sederhana se sederhana nama klinik nya
karena merasa bosan entah kenapa jiwa kepo ku keluar aku clingak-clinguk kedalam ruangan yang transparan
mata ku lansung tertuju kepada seorang sosok yang sangat kurindukan
kak alfian aku reflek memanggil nama nya dan sang punya nama menoleh
"kamu ngapain disini?" mau berobat ?"
"nggak kak. cuma numpang berteduh"aku lihat kakak "
"ohhh gitu "
"kak alfian meninggalkan aku tanpa satu patah kata pun"
"dasar cowok aneh"
karena rasa kecewa aku putuskan untuk keluar dari klinik dan kembali berdiri di depan pintu masuk klinik
tiba-tiba aku dikagetkan dari belakang...
"kamu kok lansung ngilang kayak tuyul"
betapa kagetnya aku dan lebih kagetnya aku di bilang mirip tuyul
hello kan kakak yang pergi tanpa permisi datang-datang lansung ngagetin
"maaf"
aku benar-benar tersihir dengan kata maaf nya.
"kamu mau bengong terus atau ikut aku masuk kedalam lagi diluar dingin"
kata-kata kak alfian barusan bagaikan kalimat puisi yang indah menurutku
"tanpa basa-basi aku lansung ngacir ke dalam ruangan yang sudah tersuguhkan teh panas"
"kakak buat kan untuk ku"
"iya..."minum lah ini bisa menghangatkan tubuh mu"
seperkian menit kami hanya diam sunyo dalam pikiran masing-masing
tanpa aku sadari dari mana keberanian ku datang lansung terucap begitu saja dengan pertanyaan konyol dan memalukan
kak alfian kaget dengan pertanyaan ku yang menuntut untuk dijawab
"nggak "
"serius kak"
"kakak ngak bohong kan?"
"dan di jawab dengan senyuman"
"berarti aku bisa ngejar kakak dong"
"nanti kamu capek kalau ngejar aku"
"yang penting kakak ngak keberatan kalau aku deketin kak"
"kak alfian senyum lagi"
"kak boleh minta nomor telpon kakak ngak"
"tanpa ku sadari telpon ku berdering.dalam hati aku berkata dalam hati siapa yang telpon ya"
apakah ibu yang telpon atau siapa ya.kok gak ada nama nya.
"simpan nomor aku "
"kok kakak bisa tau nomor embun?"
"kan ada di informasi organisasi"
"bagaimana pun aku harus simpan semua nomor anggota organisasi"
"ku berikan senyuman yang terindah pada kak alfian walaupun nomor ku sama dengan nama teman-teman yang lain yang disimpan kak alfian karena anggota organisasi
aku pulang ke rumah dengan sangat bahagia.karena kak alfian tidak melarang aku memdekati nya dan ku ingin buktikan kalau aku bisa membuat kak alfian jatuh cinta sama aku
aku sangat menantikan hari esok karena kak alfian kerja sebagai tenaga bantu di klinik yang menurutku adalah klinik cinta
sesampai dirumah ku bersih kan badan dan lansung mengirimkan sms ke kak alfian
"met tidur kak....semoga mimpi indah dan mimpiin aku ya..."
"kak alfian membalas dengan jawaban yang sangat membuat aku bahagia"
"ya met tidur juga".............
sms aku di bales sama kak alfian membuat jantung ku lari maraton.....
besok aku akan mendekati dan mengejar kak alfian.bodo amat sama kata orang kalau perempuan yang mengejar laki-laki yang oenting dia tidak punya pacar........