
embun dan mayang larut dalam acara reuni yang membuat mereka kembali ke masa-masa sekolah dasar dulu yang dimana penuh dengan canda tawa dan juga kenangan akan duni anak-anak yang meranjak remaja
bagaimana tidak embun dan mayang akan sangat antusias dengan acara terima lapor dimana seluruh kawan-kawan sekelas akan membawa bekal makan yang di makan sebelum acara terima lapor
tentu saja makanan favorit mereka masing-masing.dimana embun sangat menyukai rendang dan juka goreng pisang
ibu akan membuatkan rendang setiap embun akan terima lapor walaupun hasil rapor baik atau jelek
dan ditambah dengan bekal goreng pisang.kawan-kawan sekelas embun akan berlomba-lomba membawa bekal yang terenak dan akan saling tukar menukar menu bekal.serasa sangat nikmat rasa makan bersama
seperti itulah yang dirasakan embun dan mayang saat ini mereka saling berkeluh kesah dan ada juga yang menyombongkan diri dengan pede nya seperti lusi yang tak habis-habisnya menyombongkan kesuksesan nya menjadi model
lama-lama mayang merasa gerah dan kesal tapi ditenangkan embun karena menurut embun kalau ada yang dibanggakan oleh lusi sebagai penyemangat maka embun akan dengarkan kalau cuma serasa omong kosong...were ever lah
karena merasa sudah capek mendengarkan lusi yang ngerocos kayak air yang kran nya sudah los....embun memutuskan mengedarkna pandangan kanan dan kiri dan tanpa sengaja tertuju ke salah sudut ruangan dimana disana duduk bayu dan damar. embun bayu dan damar saling bertatap mata karena segan embun memberikan senyuman tipis dimana embun takut nanti di katakan sombong padahal ini adalah acara reunian
"bayu dan damar membalas tapi senyuman damar seolah senyum heran karena damar sedikit lupa dengan wajah embun"
"bayu yang senyum tadi kalau tidak salah embun kan.aku agak ragu dan sedikit lupa parasnya"
"ya dia memang embun.cewek yang agak tertutup anaknya dia lebih suka berteman dengan anak perempuan kalau temenan sama anak laki-laki pasti dari kalangan yang biasa-biasa saja"
"oh...ya ya aku baru ingat"
"cantik..."
"kamu ngomong apa tadi mar?"
karena hari sudah mulai gelap mereka putuskan untuk menyudahi acara dan ada yang saling tukar nomor telpon dan berfoto bersama
di saat sedang berfoto bersama entah kenapa embun dan damar tanpa sengaja berdiri betdekatan dan sangat dekat
"maaf kalau terlalu dekat?" damar berkata
"ngak apa-apa kok kalau ngak deketan nanti kita ngak kedapatn foti ya kan"
"iya juga ya"
ada kecanggungan antara embun dan damar karena embun dan damar boleh di katakan sangat jarang berkomunikasi di saat sekolah dan juga acara reunian
damar setelah selesai smp langsung pindah sekolah ke jepang ikut tinggal dengan neneknya di sana dan baru-baru ini ke indonesia tau akan ada reunian sekolah
"oh ya embun nimir telpon kamu ngak ada di grup wa reuni sekolah kita ?"
"he...he... iya ya...maaf"
"sini aku masukin nomor kamu ke wa grup secara kan aku ketua grup kalau mayang mah udah lama ada di grup wa"
"damar aja yang di jepang gabung loh embun di grup..." di tambah dengan senyuman oleh bayu kepada embun.bayu takut nanti embun merasa kurang nyaman dengan kata-katanya"
akhirnya embun gabung di wa sekolahn nya...di dalam hati embun berkata aku harus mulai membuka diri karena toh ngak ada salahnya juga kok.....