
aku dan mayang masih mencari dimana tempat untuk mendaftar ulang.setelah sepuluh menit kami mencari akhirnya kami menemukannya dan lansung mengantri di depan ruangan B A K
setelah satu jam kami mengantri dan menyelesaikan daftar ulang disaat itu pula perut kami lapar dan mencari kantin kampus sekalian kami perkenalan dengan suasana kampus yang akan menjadi kami menimba ilmu
"bun kamu kalau dandan tetap paripurna "
"aku benar-benar suka dengan gaya feshion kamu"
"barang sederhana jadi menarik di badan kamu"
"kau kalau ngak kamu yang ajarin aku dandan dan padu padan kan baju "
"nggak kebayang deh gimana gaya pakaian aku"
kami masih menunggu makanan yang kami pesan dan selang sepuluh menit makanan yang kami pesan datang
deg...deg...deg jantung ku berpacu dengan cepatnya saat dia berjalan tepat didepan ku dengan para dayang dayang yang mengekorinya...
aku ketemu lagi sama dia cowok yang hampir aku tabrak tadi dan berlalu tanpa menoleh padaku
apakah dia tidak ingat dengan ku."apa-apa an kamu embun baru satu kali beretemu sudah bikin jantung kamu dag di dug bukan kah kamu tidak mau ber urusan dengan cowok kalau belum tau dia siapa
dan kenapa dengan kamu...
"embun...embun...kamu kenapa bengong dan makanan nya pun kamu anggurin?"
"nggak kenapa-kenapa kok"
"yuk makan"
"yang habis ini kita kemana?"
"ngemall yuk..aku mau beli sepatu untuk kuliah"
"okeh mayang"
selesai kami makan kami lansung menuju mall tanpa aku lupa untuk mengabari ibu kalau aku lambat pulang
di saat aku dan mayang menuju parkiran kami melewati lapangan basket dan lagi-lagi aku melihay dia yang sedang pemanasan untuk main basket
"siapa yang anak basket mbun?"
"eahhmm itu yang cowok yang pakai baju putih celana putih dan pakai sepatu biru"
"lengkap amat neng"naksir ya
"allhamdullilah teman aku akhirnya normal juga"
"apa an sih kamu yang"
"muka kamu udah kayak tomat masak mbun"
"mayang"
karena suara ku yang keras memanggil nama mayang membuat alfian melirik ke arah embun sambil memasak muka heran dan terkejut
karean malu di lihatin alfian aku berlari ke parkiran meninggalkan mayang yang memanggil nama ku
"mbun tungguin aku dong masa kamu tinggal karena malu sama tuh cowok"
"kamu sih bikin aku malu aja"
setelah mayang berhasil menyusul aku ke parkiran kami pun menuju mall yang ingin kami tuju meninggalkan perasaan aneh yang terjadi pada diriku
akan kah ini menjadi awal atau kah menjadi petaka dalam hidup ku
aku benar-benar tidak sabar untuk kuliah dan juga menghadapi kehidupan baru dalam dunia pendidikan
aku yakin mayang memiliki banyak pertanyaan akan sikap ku dan juga siapa cowok yang berhasil membuat muka ku merah dan juga salah tingkah
biarlah mayang penasaran seperti diriku yang penasaran kepada cowok yang aku tak tau siapa namanya dia siapa dan apakah dia cowok impian ku yang tak playboy.kaya.munafik dan pembohong
aku dan mayang sampai dirumah sebelum jam delapan malam karena mayang begitu membei banyak baju dan sepatu untuk persiapan dia kuliah
aku benar-benar tidak mengerti katanya cuma beli sepatu eee malah shooping yang lain
dua minggu lagi aku akan kuliah dan bertemu lagi dengan nya...mudah-mudahan dia jodoh ku....