
Di sela-sela makan embun menanyakan apa-apa saja makanan kesukaan dan juga yang tak di sukai alfian satu hal yang tidak di tanyakan embun yaitu masalah keluarga alfian padahal alfian begitu pun alfian mereka saling salah paham kalau nanti embun mau pun alfian akan cerita sendiri tentang kehidupan keluarga mereka tanpa di sadari embun itu lah petaka nantinya untuk hubungan mereka nantinya
Karena ke asik an makan sambil menikmati makanan dan canda tawa tak terasa makanan yang mereka pesan sudah habis dan alfian berencana untuk membayar makanan mereka di kasir di luar ruangan mereka di saat itu pula telpon alfian berdering sambila berjalan keluar menerima telpon dan berhenti di pintu
"yang mas bisa mintak tolong ngak?"
"sambil menelpon dengan seseorang di seberang sana..."
"apa mas..?"
"kamu yang bayat di kasir ya yang mas nanti buntutin kamu di belakang dan ni kartu untuk bayar..."
"ya udah mas ...."
"sebenarnya embun penasaran siapa yang menelpon alfian tapi di malu bertanya karena takut di katakan cemburuan oleh alfian"
"sambil dengan penasaran embun menuju kasir dan di buntuti dengan langkah sangat lambat oleh alfian "
"pas lagi melakukan pembayaran baru embun teringat dia tidak tau pin atm alfian..."
"supaya tidak ingin terasa malu embun lansung menatap alfian dan alfian pun lansung tersadar kalau di belum memberi tahukan pin atm nya pada embun"
"reflek alfian lansung mengerak kan bibirnya supaya omongan nya tidak terdengar oleh orang yang sedang menelpon dengan nya..."
"tanggal ulang tahun kamu yang..."
"embun pun mengerti dengan persaan bahagia karena alfian membuat pin atm nya tanggal ulang tahun nya dan dengan sendirinya alfian tak akan pernah lupa tanggal ulang tahun embun"
"karena asik melakukan pembayaran dan alfian pun sibuk dengan telpon nya membuat mereka se olah-olah tak saling mengenal dan embun yang menghadap ke arah kasir membuat dia tak kelihatan oleh lusi yang sedari tadi memperhatikan alfian yang sedang sibuk dengan telpon nya"
"kamu lagi lihatin siapa sih lus dari tadi kok ngelihatin ke arah situ terus...?"
"tu...cowok yang lagi menelpon itu"
"ganteng banget ya...pantesan kamu ngak berkedip..."
"yang pertama waktu ngantri di tempat beli popcorn"
"pantesan kamu mau lama-lama ngantri dan ngak mau kalau damar yang ngantri.damar juga heran kenapa kamu betah ngantri"
"he ....he...' kalau ngak karena cowok yang ngantri di belakang gue sih gue ogah ngantri"
"tapi dia cuek aja lo nia...padahal gue udah senyum dia bales senyuman gue "
"gue sangka di bakal memulai percakapan sama gue karena dia adah membalas senyum gue dan gue sudah memasang muka ngarep dengan sangat cantik eee malah dia cuek aja habis bales senyuman geu..."
"ha ....ha...kamu di PHP on dong..."
"a...****ir loe nia..."
"sekarang gue ketemu dia lagi "
"gue jadi penasaran sama dia...?"
"sana gih loe pepet..."
"kerena asik mengobrol dengan lawan telpon alfian minta ijin ke embun untuk menunggu embun di luar restoran"
"Alex tunggu bentar ya.gue cari tempat yang ngak bising ya biar omongan loe jelas"
"oh...mas alfian lagi telpon an sama cowok ternyata"
"yang mas tunggu di luara ya omongan temen mas ngak begitu jelas di sini..."
"ya sana gih keluar..."
Rasa penasaran embun terjawab sudah dan tinggal rasa penasaran lusi lah yang masih terasa di saat lusi ingin menghampiri alfian ternyata sudah berlalu tanpe menyadari kalau sebenarnya alfian bersama embun....