
**Darwin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, suasana malam yang sunyi ditemani lampu-lampu jalan yang menyinari seluruh penjuru kota itu.
Zefran menikmati sebatang rokok yang dihisap nya dengan membuka sedikit kaca mobil membiarkan angin malam menyapu wajah tampan nya itu
Dari kejauhan Zefran melihat sosok wanita yang sedang berteriak meminta tolong saat seorang lelaki mengejarnya dari belakang
Zefran memalingkan wajahnya mencoba untuk tidak memperdulikan nya
Namun hati Zefran seakan tidak tenang Ia terus memikirkan nasib wanita itu
"Berhenti" ucap Zefran tiba-tiba membuat Darwin spontan memberhentikan mobilnya
"Astaga, kebiasaan yang buruk"omel Darwin pada Zefran yang sudah turun dan berjalan kearah trotoar
'Mau kemana lagi tuh dia malam-malam begini,apa mungkin dia kebelet kali ya' tebak Darwin asal.
Humaira terus berlari sekuat tenaga menjauh dari kejaran Fadil, Ia sudah tidak memperdulikan penampilan nya yang sudah sangat berantakan bahkan luka di kepala dan juga telapak kakinya sudah tidak dirasakan nya lagi.
yang ada dalam hatinya saat ini adalah menyelamatkan dirinya dari Fadil
Humaira berlari tertatih Ia sudah tidak punya tenaga lagi, keringatnya bercucuran diiringi dengan air matanya yang terus mengalir
Humaira memegangi dadanya yang sesak sungguh ia sudah tidak sanggup lagi bahkan hanya untuk sekedar berjalan.
Tiba-tiba dari belakang ada yang memegang pundaknya sontak membuat Humaira berteriak histeris meminta tolong
"Tolong jangan, kumohon lepaskan aku biarkan aku pergi kumohon"pinta Humaira dengan menangis sesenggukan membuat Zefran tidak tega melihat nya.
"Tenanglah Nona,aku bukan orang Jahat dan jangan berteriak aku disini berniat baik untuk menolongmu"jelas Zefran pada wanita yang tengah menunduk dihadapannya itu.
perlahan Humaira memberanikan diri melihat lelaki yang sedang mengulurkan tangan kepadanya, ia menatap wajah lelaki itu dengan samar ditutupi cahaya lampu dibelakang nya
Zefran terkejut melihat wanita yang ditolongnya itu ternyata Humaira
Zefran menatap wajah Humaira dengan penuh rasa kasihan,darah segar masih mengalir di pelipis matanya, pipinya membiru akibat bekas tamparan keras dari Fadil,pakaian tidur yang digunakan Humaira juga sebagian terbuka karena ulah Fadil yang berusaha membukanya dengan paksa
"mari ikut denganku,kita obati lukamu terlebih dahulu"ucap Zefran mengulurkan tangannya
Humaira berusaha bangkit dari duduknya seluruh tubuhnya sudah kehilangan tenaga ia mencoba meraih tangan Zefran namun tiba-tiba Humaira kehilangan kesadaran nya membuat Zefran segara menggendongnya dan membawanya kemobil
"hubungi dokter pribadiku dan minta dia datang ke apartemen ku sekarang"ucap Zefran pada Darwin yang kebingungan seakan meminta kejelasan dari sahabatnya itu
'Darwin,apa yang kamu lamunkan?cepat lakukan yang aku minta' Hardik Zefran
"Ah,iya iya"balas Darwin cepat
Humaira kini sedang ditangani oleh Dokter Zainal yang merupakan dokter pribadi Zefran
Zefran menunggu dengan perasaan yang tidak karuan ia bahkan berjalan kesana-kemari seperti seseorang yang sedang mengkhawatirkan kekasihnya.
"Tenanglah Tuan muda Zefran, kepalaku pusing melihat Tuan berjalan kesana-kemari udah seperti setrikaan" ucap Darwin membuat Zefran menyadari kelakuan anehnya
''kau bilang apa barusan? aku seperti setrikaan? apakah kau sudah bosan bekerja denganku Darwin? kalau iya, kau bisa mengajukan surat pengunduran dirimu sekarang juga" balas Zefran menatap tajam kearah Darwin
Namun bukannya takut Darwin malah dengan santainya duduk dan memakan cemilan yang sudah tersedia di atas meja.
Zefran menghela nafas melihat tingkah Darwin yang seakan sudah tidak takut dengan ancaman nya itu.
sesaat kemudian dokter Zainal keluar dan menghampiri Zefran yang sudah menunggu di depan pintu
"Bagaimana keadaannya"
"luka-lukanya sudah di obati, dan saya juga sudah menyuntikkan obat penenang padanya sepertinya ia mengalami syok berat yang membuat nya kehilangan kesadaran"Tutur dokter Zainal menjelaskan**