
Humaira menutup Al-Qur'an di tangan nya dan memasukkan nya kembali kedalam tas kecilnya, setelah selesai shalat Humaira kembali melanjutkan pekerjaannya Ia tidak ingin terus berlarut dalam kesedihan yang akan berdampak pada pekerjaan nya
Biar bagaimanapun Humaira ingin tetap profesional dengan tidak mencampur adukkan masalah kerja dengan pribadinya.
"Maira,kamu di panggil pak Darwin tuh diminta segera keruangan nya sekalian bawakan catatan pengeluaran bulan ini"ucap Arif yg merupakan asisten Humaira dalam menghandle stock barang di gudang.
"Oke boss"balas Humaira dengan mengangkat tangannya.
Saat berjalan menuju ruangan pak Darwin Humaira yg sibuk memeriksa barang bawaan nya tiba-tiba bertabrakan dengan Kristal, hingga membuat catatan yg dibawa Humaira jatuh berserakan di lantai
"Kalau jalan pakai mata dong"ucap Kristal ketus
"Maaf..Maaf"balas Humaira menunduk seraya merapikan kembali catatan yang berserakan di lantai
"Enak aja kamu bilang Maaf,lihat pakaian ku jadi kotor ketumpahan kopi gara-gara kamu"
"Maaf Kristal,sungguh aku tidak sengaja lagi pula bukan hanya pakaianmu saja yang kotor lihat catatan yang seharusnya aku berikan pada pak Darwin juga basah kesiram sama kopi yang kamu bawa."
"Oh,jadi ini salahku gitu?Nih biar sekalian"ucap Kristal menumpahkan sisa kopi yang dibawanya ke pakaian Humaira.
"Astaghfirullah,apa yang kamu lakukan Kristal?"
"Kamu bisa lihat sendiri kan apa yang aku lakukan"jawab Kristal merasa tak bersalah
Humaira mengusap dadanya dengan sesekali beristighfar dalam hatinya Ia yakin orang seperti Kristal bukan lah orang yg mudah mengalah pada orang lain.
"Aku memaafkanmu kali ini Kristal"ucap Humaira pergi meninggalkan Kristal
"Cih,siapa juga yang butuh maaf darimu? balas Kristal kesal,Ia merasa gagal memancing Amarah Humaira
"Tok..tok..tok," ketuk Humaira dari luar
"Masuk"
"Maaf pak saya sedikit terlambat,ada masalah sedikit tadi"ucap Humaira jujur seraya menyerahkan catatan yang dibawanya.
Zefran yang juga berada dalam ruangan itu memperhatikan Humaira dengan tatapan berbeda,Ia melihat pakaian Humaira yang kotor akibat perbuatan sepupunya itu.
Ia tau persis bagaimana sikap Kristal yang semena-mena pada orang yang tidak disukainya.
Sebenarnya Zefran sudah tau apa yang terjadi namun melihat cara Humaira menyelesaikan masalahnya sungguh membuatnya takjub
biasanya para pekerja yang terlibat dengan Kristal akan berakhir dengan keributan yang memicu pertengkaran, namun berbeda dengan Humaira
"Udah pergi orangnya"ledek Darwin yang membuat Zefran segera menatap tajam padanya
"Memang pesona Humaira tidak diragukan lagi,selain Sholehah dia juga wanita yang cantik dan juga ramah siapa yang tidak akan terpikat coba? kerjanya juga bagus,selama ia bekerja belum ada kerugian yg kita alami seperti sebelumnya,pokoknya paket komplit"Tambah Darwin dengan senyum jahilnya
Zefran hanya mampu menggeleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu, Ia tau betul bagaimana para wanita-wanita diluar sana terpikat hanya dengan rayuan maut yg di lontarkan oleh laki-laki buaya dihadapan nya ini,ya Darwin adalah tipe laki-laki yang tidak cukup dengan satu wanita Darwin berbeda dengan Zefran walaupun sama-sama suka keluar masuk club namun Zefran tidak pernah berhubungan pada wanita manapun apalagi sampai memiliki hubungan yang serius.
Zefran selalu menutup dirinya pada wanita yang mencoba mendekati nya.
baginya semua perempuan itu sama saja hanya mengejar harta yg dimiliki nya
sama halnya seperti Ibunya sendiri.