Humaira Ku

Humaira Ku
BAB 2



"Tunggu" ucap Zefran menghentikan langkah Humaira yg hendak keluar dari ruangan nya.


Saya suka dengan seseorang yg memiliki prinsip kuat seperti kamu.melihat cara kamu menjawab semua pertanyaan saya, sepertinya kamu memang orang yg cerdas.


Silahkan datang besok pagi mulai bekerja disini, Darwin yg akan menjelaskan secara detail padamu besok."


"Serius pak?"Tanya Humaira dengan mata berbinar


"Ya" balas Zefran singkat.


"hmm...tapi boleh saya minta satu hal pak?


"Apa itu?"


"Boleh kah saya membagi waktu istirahat saya sendiri"?Tanya Maira dengan sedikit takut.


"Maksud kamu"balas Zefran bingung


"Saya ingin tetap melaksanakan kewajiban saya sebagai seorang muslim pak,saya akan membaginya dengan tidak merugikan bapak


20 menit saya gunakan untuk makan siang dan sholat,10 menit untuk shalat Ashar 10 menit shalat Maghrib dan 10 menit untuk shalat isya"ucap Maira menjelaskan.


"Baiklah".


"Terimakasih pak, Insyaallah besok saya akan datang tepat waktu,Permisi"balas Humaira meninggalkan ruangan tersebut dengan perasaan yang teramat sangat bahagia


Disepanjang perjalanan pulang Humaira tiada hentinya mengucap syukur,ia terus menyebar senyum kepada orang-orang yg menyapanya.


"Assalamualaikum"ucap Humaira memasuki rumahnya yg sedikit berantakan


"Waalaikumsalam, lama banget sih pulang nya, tak tau apa kalau aku udah kelaparan mana ngga ada makanan lagi.kamu sengaja ya berlama-lama di luaran sana supaya bisa keluyuran sesuka hati?


Humaira menghela nafas panjang,ia sudah terbiasa diperlukan seperti itu oleh sepupunya itu,bahkan Tantenya sendiri pun tak mempermasalahkan sikap Khansa yg terkadang melewati batas.


"Ra.... Humaira"teriak Khansa yg membuat telinga setiap orang yg mendengarnya akan sakit dengan suara melengking nya itu


"Apasih Khansa,aku bisa mendengar nya tak perlu sampai kamu berteriak seperti itu, para tetangga akan terganggu mendengarnya".


"Udah deh ngga usah menceramahi aku,mana baju yg baru aku belik kemarin itu?aku cari-cari di lemari ngga ada,jangan bilang kamu belum menyetrika nya?


"Kan baru di cuci kemarin Sa, hari ini aku pergi interview jadi belum sempat mengerjakan nya"


Khansa yg mendengar itu langsung menatap Humaira dengan tatapan tajam ia mengeluarkan semua pakaian nya yg tersusun rapi dalam lemari dan melemparkannya tepat kewajah Humaira


"Apa kamu tidak punya telinga untuk mendengar hah? kan sudah kubilang baju itu mau aku pakai untuk berkumpul sama teman-teman aku, pokoknya aku ngga mau tau cepat kerjakan sebelum aku selesai mandi" ucap Khansa mendorong Humaira dengan kasar.


Humaira merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya dengan memandang nanar langit-langit kamarnya.


butiran bening menetes dari sudut matanya sungguh ia sangat rindu kasih sayang kedua orang tuanya yg tak pernah dirasakan nya hingga kini.Humaira memejamkan matanya seraya berdoa semoga ia diberi bahu dan juga hati yg kuat untuk melalui hari esok yg akan datang.


Pagi-pagi sekali Humaira sudah rapi dengan baju putih dipadukan dengan hijab berwarna hitam,tak lupa ia mengerjakan pekerjaan rumah dengan selesai dan sarapan untuk keluarga nya.


Humaira bersiap untuk berangkat kerja,ia sengaja datang lebih awal karena tak ingin terlambat di hari pertamanya masuk.


"Tok..tok..tok..."Humaira mengetuk pintu kamar Tante Kiara dengan pelan,namun tak ada sahutan dari dalam


Tante, Humaira pamit kerja ya,sarapan sudah Maira sediakan diatas meja.


Assalamualaikum" ucap Humaira pergi walau tanpa balasan dari Tante Kiara.