
Humaira masuk dengan mendunduk seraya mengatur detak jantung nya yg kian gugup.
"Selamat pagi pak"sapa Humaira ramah kepada dua lelaki yg berada dalam ruangan itu
Humaira menerka-nerka mungkin pemimpin nya yg tengah duduk dimeja dengan menatapnya dingin tersebut
"Bismillah ya Allah...semoga hari ini berjalan lancar"batin Humaira
"Hmmm..pagi, silahkan duduk perkenalkan saya Darwin asistennya pak Zefran Cristian."ucap Darwin memperkenalkan diri.
"Begini, sebelumnya apa kamu pernah bekerja dalam bidang yg kamu lamar ini?
"belum pak, sebelumnya saya hanya kerja di sebuah foto copy didekat sekolah saya dulu"balas Humaira jujur
"Sebelumnya ada beberapa peraturan yg harus dilaksanakan sebelum diterima disini,salah satunya tentang berpakaian
mungkin tak perlu saya jelaskan lagi kamu tau sendiri kan kalau tempat yg kamu lamar kerja sekarang ini adalah sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota Medan
jadi penampilan selalu kami nomor satukan"
"Iya pak"
"Jadi Humaira,hmmm...tak apa kan kalau saya panggil nama aja?"
"Tak apa pak"balas Humaira
"Pertama,kerja disini tidak diperbolehkan memakai hijab,harus menggunakan seragam yg sudah di sediakan"
Humaira mengingat pakaian yg digunakan oleh para pekerja yg menyuruhnya masuk tadi
bisa saja nanti akan dikasih kemudahan pikirnya.
"Kedua,harus dalam keadaan sehat jasmani dan rohani,harus disiplin tidak boleh terlambat datang baik itu diwaktu jam istirahat yg telah disediakan
waktu istirahat yg disediakan selama satu jam diwaktu makan siang, bagaimana?"
Humaira diam meresapi semua yg dijelaskan oleh pak Darwin, hatinya berat menerima peraturan pekerjaan yang bertolak belakang dengan keinginan nya.
"Maaf pak, bukan saya bermaksud sombong hanya saja sepertinya pekerjaan ini tidak cocok dengan saya, tidak mungkin sebagai seorang wanita muslim saya membuka hijab dan berpakaian terbuka, di tambah lagi sepertinya akan sulit untuk saya mengerjakan kewajiban saya dengan waktu istirahat yg telah di tentukan"jelas Humaira menunduk merasa tak enak hati
Sekilas Darwin melirik Zefran, mungkin saja bos nya itu ingin berbicara sebentar
"Dimana-mana yg namanya sebuah pusat perbelanjaan itu pasti pakaian nya sama semua,apa kamu tidak mencari tau dulu sebelum melamar kemari Nona?"ucap Zefran menatap Humaira dengan tatapan tajam
"Lagi pula banyak pekerja saya yg awalnya memakai hijab lalu membuka nya karena peraturan yg sudah saya buat bila ingin diterima disini,namun mereka biasa-biasa saja tanpa adanya protes seperti kamu sekarang ini"
"Jangan munafik lah, lakukan saja seperti yg lainnya,saya tau kamu mungkin sangat membutuhkan pekerjaan ini jadi jangan sok jual mahal"
Humaira merasa tidak terima dengan apa yg dikatakan oleh pria didepannya ini
"Maaf pak, mungkin bagi anda itu hal yg sepele,namun bagi saya hijab adalah sebuah kehormatan untuk saya dan para muslimah yg lainnya.bagaimana bisa saya menikmati hasil jerih payah saya dengan melalaikan perintah agama saya?
Memang benar apa yg anda katakan bahwa saya membutuhkan pekerjaan ini namun tidak dengan melepas hijab saya permisi"ucap Humaira dengan beranjak dari tempat duduknya.
Zefran merasa tertarik dengan wanita yg kuat dengan pendirian nya seperti Humaira sekarang ini,ia hanya memberi penawaran yg menjebak setiap pelamar yg datang padanya