Humaira Ku

Humaira Ku
BAB 3



Humaira tiba dengan cepat, sehingga keadaan toko masih sepi hanya ada beberapa petugas kebersihan yg sedang mengerjakan tugas mereka masing-masing.


Humaira berniat mengerjakan shalat Dhuha dulu sebelum memulai aktivitas nya.Di karenakan toko buka jam 9 pagi Humaira memiliki waktu senggang untuk beribadah dan melancarkan hafalan Qur'an nya.


walaupun Humaira bukan tamatan pesantren tapi Ia sangat giat menghafal bahkan hafalannya kini telah mencapai 12 juz.


Ditempat lain, Zefran sedang berjalan beriringan dengan Darwin yg setia disisinya menuju ruangan nya.


Darwin melihat Humaira sedang fokus membaca sebuah buku yg ditangan nya hingga Ia tidak menyadari kehadiran mereka.


"Ehem....Merdu sekali kedengaran nya"ucap Darwin membuat Humaira sedikit tersentak melihat Zefran dan juga Darwin yg sudah berdiri dihadapannya.


Buru-buru Humaira menutup Al-Qur'an kecil yg selalu Ia bawa kemana-mana itu dan segera menyimpan nya kedalam tas miliknya


"Pagi pak,Maaf jika suara saya mengganggu"ucap Humaira menunduk


"Tidak,justru suara kamu sangat indah"balas Darwin tersenyum ramah


Zefran yg melihat itu, langsung menatap tajam ke arah Darwin.Ia tau persis bagaimana sifat sekertaris nya itu jika dihadapkan dengan perempuan cantik akan langsung keluar Buayanya.


"Keruangan saya sekarang, Darwin akan menjelaskan secara detail apa yg harus kamu kerjakan"ujar Zefran sekilas menatap kearah Humaira


"Baik pak"balas Humaira


Humaira kini berada dalam satu ruangan bersama dengan Darwin dan juga Zefran


Namun Humaira selalu berusaha menepis rasa takutnya itu,dan banyak beristighfar dalam hati.


"Humaira,sini duduk kenapa hanya berdiri saja disitu"ucap Darwin memecah keheningan sesaat yg terjadi dalam ruangan itu.


"Ini saya akan jelaskan poin-poin utamanya aja sama kamu supaya lebih ringkas,disini posisi kamu akan ditempatkan sebagai kepala gudang dan semua barang masuk dan keluarnya akan langsung kamu handle sendiri dan untuk posisi ini kamu harus punya tanggung jawab yang besar.karena sebelumnya banyak terjadi kerugian dikarenakan para pekerja yg tidak jujur dan melakukan kecurangan"jelas Darwin


Humaira merasa bahwa pekerjaan nya ini mungkin akan lebih berat dari yg lainnya bagaimana mungkin Ia bisa menghandle semua barang yg ada di gudang sebanyak itu.


Namun Humaira takut membantah dan hanya mampu mengangguk kan kepalanya pelan.


"Baiklah,saya rasa kamu sudah mengerti jadi silahkan, kamu sudah boleh keluar"ucap Darwin tersenyum melihat wajah Humaira yg menurut nya sangat lucu saat itu.


Humaira keluar dengan wajahnya yg tampak tidak bersemangat,bagaimana tidak hari pertama nya bekerja sudah disuguhkan dengan tanggung jawab yg besar,bahkan tanpa bantuan orang lain.


Humaira berjalan menuju ruangan yg bertuliskan kepala gudang tersebut,Ia memandang lekat pintu yg tertutup itu seakan hendak memulai perang.


"Bismillah ya Allah, semoga ini menjadi awal yg baik dariMu"ucap Humaira pelan.


Saat memasuki ruangan tempat ia bekerja Humaira disambut dengan tumpukan berkas-berkas yg tersusun rapi di atas meja dan yg lebih membuat nya terkejut adalah banyaknya barang-barang yg memenuhi ruangan tersebut.


"Oh... pemilik nya sudah datang"ucap wanita yg sedari tadi sibuk memeriksa sebuah berkas ditangan nya hingga tidak menyadari kehadiran Humaira disana.


"Hai,kenalkan aku Fania"ucap Fania memperkenalkan diri dengan ramah