
KRIIINGGG KRIIINGGG KRIIINGGG
Terdengar suara ponsel Elvin yang berbunyi.
"Apa ini? Dari kak Jupi?"
Elvin gercep mengangkat ponselnya dan berbicara dengan kak Jupi.
"Naura sudah kami tangkap. Selanjutnya giliran Raefal."
"Kerja bagus, kalian tunggu aku tiba disana! Biar aku yang membereskannya."
"Baik kak Jupi!"
Elvin mematikan ponselnya kemudian melirik Naura.
Naura yang menyadari betapa menjijikkannya tatapan Elvin mencoba untuk kabur.
"Etss.. Mau kemana manis?"
Elvin menggodanya lagi tapi kali ini dia membelai dan mencium rambut Naura.
Siapapun tolong aku! Raefal!!! (Dalam hati Naura ketakutan)
Gubrakkkk!!! (Suara pintu yang didobrak)
??!!!
"Hey coba kau periksa ke depan." Perintah Elvin pada satu temannya.
krieetttt.. Wushhh..
Saat hendak membuka pintu. Sebuah pukulan melayang ke arah wajah pria tersebut.
BUGGHHH!!
Pukulannya mengenai hidungnya dengan keras.
"Arghhh hidungku si*lan."
Ra-raefal? (Dalam hati Naura)
"Kalian semua akan kubunuh hari ini juga!"
Raefal yang tersulut amarah langsung menerjang Elvin dan kawanannya.
***
Beberapa waktu sebelumnya.
"Jadi mereka menargetkanku dan Naura?" Tanya Raefal padaku.
"Iya. Aku tidak tahu kenapa kalian bisa sampai bermasalah dengan anak-anak dari SMA Cendrawasih. Tapi yang perlu kau khawatirkan adalah Naura. Dia tinggal di gang Ceria 1 tidak jauh dari sekolah kitakan? Tempat itu merupakan sarang para preman."
??!!
Ekspresi Raefal langsung berubah menjadi serius saat mendengar perkataanku barusan.
"Sekarang aku mengerti. Aku cukup melindunginya sajakan. Itu bukan hal yang sulit."
Raefal bangun mengambil tasnya. Ia hendak pergi melewatiku.
"Apa kau yakin kalau kau akan selalu bisa melindungi Naura?"
Raefal terdiam saat aku bertanya begitu padanya.
.
.
"Aku.."
Suaranya terdengar sangat jelas dikarenakan lorong sekolah yang sepi.
.
.
"Aku akan selalu melindunginya apapun yang terjadi!"
Ia mengatakan itu dengan suara lantang dan penuh percaya diri.
Fyuhh..
Dengan adanya Raefal disamping Naura, aku tidak perlu khawatir dan ikut campur.
***
Karena aku sudah mengakui kemampuan Boxingnya.
Buk buk buk buk buk..
Buk buk buk buk buk..
Buk buk buk buk buk..
"Uakhhh.."
"Erghhh.."
"Arghhh.."
Dalam sekejap, Raefal mampu menghabisi 3 teman Elvin dengan tinjunya.
Apa-apaan dia? Bukannya dia cuma cowok lemah yang sok kuat di depan pacarnya? Aku tidak menduga kalau dia akan sekuat ini. (Dalam hati Elvin tidak menyangka)
"Aku bahkan belum selesai pemanasan."
Kini hanya tersisa dua orang di hadapannya, yaitu Elvin dan teman satunya lagi.
"Elvin sepertinya kita akan tamat disini."
"Diamlah! Aku juga ketakutan nih brengs*k!"
Kaki mereka berdua bergetar hebat sehingga mereka hanya mematung saat Raefal melewati mereka.
Set..
Raefal membuka mulut Naura dan membantunya berdiri.
"Apa kamu gapapa Ra? Apa ada yang terluka?"
Dari wajah Raefal tampak jelas kalau ia sangat mengkhawatirkan Naura. Naura yang merasakan hal itu langsung memeluknya dan berkata..
"Bodoh. Aku baik-baik aja kok. Kamu ga perlu datang menyelamatkanku."
Ia mengatakan itu dengan wajah yang memerah. Kemudian ia membuang muka pada Raefal.
"Kalau kau masih marah padaku karena kejadian waktu itu bilang saja Ra. Aku datang kesini karena aku mengkhawatirkanmu."
"Memangnya kamu ga ngerasa kalau aku selalu jahatin kamu sampai sekarang? Sejujurnya aku bingung kenapa kamu masih mau menemuiku."
"Karena kamu adalah pacarku yang berharga."
Suasana romantis apa ini? (Dalam hati Naura berbunga-bunga mendengar Raefal mengatakan itu.)
"Ehemmm.. Apa kalian sudah selesai mesra-mesranya?" Elvin menggerutu kesal.
Teman Elvin mengambil sebuah sapu kayu di kamar Naura dan mau menyerang Raefal dari belakang.
"RAEFAL AWAS!!"
Wushhhh wushhhh wushhhh..
Raefal menurunkan badannya dan mulai berayun-ayun menghindari semua serangan yang mengarah padanya. (Weaving)
Akurasinya dalam menebak serangan lawan sangat hebat.
Kecepatan ini setingkat dengan kak Jupi. Tidak! Bahkan lebih cepat lagi. (Dalam hati teman Elvin.)
!!??
Buakkkk!
"Urghhh.."
Raefal berhasil mendaratkan sebuah pukulan keras pada teman Elvin menggunakan pukulan atas. (Uppercut)
Tak.. (Suara sapu yang terjatuh)
"Kalau segini sih bukan apa-a-"
BUGHHHH!!
Pukulannya tepat mengenai ulu hati, dan kali ini pukulannya jauh lebih keras daripada pukulan sebelumnya.
Brukkk!
Teman Elvin langsung tumbang dalam 2 kali pukulan.
"Kalau bukan apa-apa kenapa kau pingsan brengs*k!"
Hiiy!!
Elvin yang melihat semua temannya telah dikalahkan, mencoba kabur dengan mengendap-ngendap.
"Hey kau bocah chitato kemarin."
Raefal memanggil Elvin yang sedikit lagi sudah mencapai pintu.
"Hehe.. Iya aku?"
"Iya siapa lagi kalau bukan kau?"
Raefal berjalan mendekati Elvin dan berdiri di hadapannya.
"Kenapa kau masih cari gara-gara dengan kami? Apa karena kau tidak terima Chitato rasa ayam bakar itu kuambil? Toh sudah kami berikan ke kalian." Tanya Raefal pada Elvin.
"Kau tidak tahu apa-apa."
"Apa maksudmu?"
Elvin hanya tersenyum sambil melirik GPS pada ponselnya.
Raefal menatapnya kebingungan.
Tiba-tiba terdengar Naura yang berteriak.
"RAEFAL DIBELAKANGMU!!!"
Sontak dengan cepat Raefal membalikkan badannya dan melakukan weaving untuk menghindari serangan dari arah belakang.
!!??
Swush!
Apa orang ini pemimpin dari semua anak payah ini? Ia tampak tinggi, dan sedikit berotot dengan mata coklat tajam dan rambut hitam. Selain itu ia juga mengtatoo kedua lengannya. Orang ini adalah preman yang sesungguhnya.
"Jadi kau ya? Yang namanya Raefal?"
Tanya pria yang sedang berdiri di belakangnya.
"Ka-kak Jupi.."
Elvin senang dengan kedatangan Jupiter ke tempat mereka.
"Iya aku Raefal. kalian punya masalah apa sampai kalian mengganggu Naura?"
"Main tanya aja. Sapa dulu dong sini."
Srakkk..
Jupiter mendekati Raefal, merangkulnya dan menawarkan sebatang rokok padanya.
"Apa maksudmu memperlakukanku seperti aku ada dipihakmu?"
"Karena kau kuat. Aku pernah dengar dari gosip yang diberikan oleh anak-anak yang menyetor uangnya padaku. Kalau kau pernah menjadi atlet Boxing di kejuaraan Sea Games Indonesia."
"Kau bermaksud merekrutku ke dalam kelompokmu?"
"Yep, begitulah."
Raefal sedikit mengangkat salah satu alis matanya sambil tersenyum kecut.
"Apa kau bercanda denganku? Aku bukan lagi preman rendahan seperti kalian!"
??!!
Wushhh!!
Raefal bergerak mundur ke belakang untuk menghindari pemukul baseball yang terbuat dari logam.
"Kecepatanmu boleh juga."
??!!
Jupiter lanjut mengayunkan pemukul baseball itu ke arah Raefal beberapa kali.
Wushhh wushhh wushhh wushhh wushhh..
Dengan posisi kuda-kuda yang mantap, Raefal berhasil menghindari semua serangan Jupiter.
"Heh.. Jangan sombong dulu!"
Hap..
Jupiter melompat ke depan sambil mengayunkan tongkat baseballnya dari samping. Ia mengincar kepalaku.
Bukkkkk!!!
Aku berhasil melindungi kepalaku dari tongkat baseball itu. Namun..
Nyut nyut nyut..
Akibat serangan barusan membuat tangan kiriku nyut-nyutan.
Si*l sakit juga! (Dalam hati Raefal menahan rasa sakit.)
"Kau tahu alasan kenapa aku lebih memilih menggunakan tongkat baseball yang terbuat dari logam daripada kayu?"
Tap tap tap.. (Suara pemukul baseball)
Jupiter memainkan tongkat baseballnya di tangannya. Kemudian..
Syut..
Jupiter mengayunkan tongkat baseballnya ke arah kiri namun Raefal mundur selangkah ke belakang sehingga serangannya meleset.
Walaupun meleset..
"Kau tertipu deh."
Jupiter maju selangkah ke depan dan dengan cepat mengayunkan kembali tongkatnya ke kanan.
PAKKK!!
Tongkat baseball tersebut mengenai pipi Raefal dengan keras.
Urghh, Rahang dan gigiku terasa mau patah. (Dalam hati Raefal.)
Tes.. tes.. tes..
Mulut Raefal mengeluarkan darah yang bercucuran.
"Alasannya simple. Karena kau akan tetap merasakan sakit ketika di pukul meski kau sudah menahannya."
"Persetan! Aku tidak ingin tahu soal itu."
Raefal memperbaiki posisi kuda-kuda Boxingnya yang sudah agak kacau.
Hosh hosh hosh..
Apa aku sudah mencapai batasku? Rasanya sulit sekali untuk fokus menyerangnya setelah terkena pukulan tadi.
Raefal kelelahan dan kuda-kudanya mulai tidak sempurna.
"Katanya kau mantan atlet, tapi apa-apaan dengan staminamu itu yang mudah lelah."
Hosh hosh hosh..
"Berisik! Ayo lanjut ke ronde kedua!"
"Kau tidak sabaran ya Raefal. Apa kau menganggap pertarungan kita berada di atas ring?"
.