HOW TO BE A GOOD GIRL

HOW TO BE A GOOD GIRL
Ep.25 - Pemalak (2)



Keesokan harinya, saat dalam perjalanan ke sekolah.


"Tahan dulu! Boleh kami tahu namamu?"


Segerombolan pria yang mengenakan seragam SMA Cendrawasih menahan langkahku.


SMA Cendrawasih? Kalau tidak salah sekolah itu bertetangga dengan sekolahku. Kira-kira mereka punya urusan apa?


"Ya kenapa? Namaku Kaira."


"Kaira dari SMK Pengabdi Jakarta bukan?"


"Iya aku bersekolah disana. Ada urusan apa?"


Kenapa mereka mendadak mengintrogasiku begini?


Seorang pria yang paling belakang berjalan maju mendekatiku. Ia sedikit menggodaku dan bertanya padaku.


"Oh~ Gapapa kok cantik~ hanya mau tanya-tanya aja. Apa kamu kenal dengan anak yang bernama Raefal dan Naura?"


Apa yang mereka berdua lakukan? Kalau Raefal sih tidak perlu ditanyakan lagi. Kalau Naura, dia bukan tipe orang yang suka terlibat masalah.


"Ngak tahu." Jawab aku singkat.


Saat aku hendak lanjut berjalan, tiba-tiba..


Tap..


"Mau kemana cantik hehe~"


Pria tersebut memegang bahuku dengan tatapannya yang membuatku jijik.


"Ngapain pegang-pegang? Lepas!"


Aku mencoba melepaskan diri darinya.


"Sudahlah Elvin. Tujuan kitakan mencari mereka berdua bukan menggoda cewek."


Salah satu temannya mengingatkan tujuan utama mereka pada orang yang bernama Elvin tersebut.


"Oke deh cantik~ kulepasin nih~"


Aku mengelap bahuku bekas tangannya. Kemudian meninggalkan mereka.


Cowok-cowok brengs*k! Kalau saja aku tidak terburu-buru karena pergi ke sekolah kalian semua sudah pasti akan kuhajar!


Aku pergi ke sekolah dengan perasaan kesal. Ditambah lagi hari ini aku sedang datang bulan. Mood dan emosiku semakin berantakan.


***


----- Kelas 1 Bisnis dan Pemasaran (BDP) -----


"Jadi kamu lagi marahan sama Raefal?" Tanya Tania pada Naura.


"Ya begitulah." Jawab Naura lesu.


"Hanya karena dia telat jemput kamu waktu kencan kemarin?"


"Iya.."


"Hmmm.."


Tania memegang dagunya seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kamu ga harus sampai segitu marah padanya Naura. Apalagi sampai saling diem-dieman."


Tania mengatakan itu dengan senyuman hangat yang terpancar dari wajahnya.


"Aku tahu, ga seharusnya aku marah padanya. Waktu itu aku keburu kesal duluan, karena Raefal ga kunjung datang."


"Dia pasti punya alasan sendiri. Jangan terlalu dipikirkan lah Naura."


Aku memberi nasihat padanya.


"Iya kamu ada benar juga Kai. Aku akan belajar lebih dewasa dalam menjalani hubungan kami."


Naura tampak lega setelah menceritakan perasaannya kepada kami bertiga.


"Jadi tunggu jam istirahat nanti, kamu harus minta maaf padanya." Kata Hardian sambil membetulkan posisi kacamatanya.


"Euhmm.."


Naura tampak belum siap untuk meminta maaf pada Raefal.


"Oke deh akan kuusahain."


Naura terlihat masih meragukan perkataannya sendiri.


.


Tep tep tep tep tep..


!?


Raefal?


Ia memasuki kelas dengan perasaan buruk. Hanya dengan kehadirannya di kelas bisa membuat kebanyakan siswa menjadi takut padanya.


Raefal meletakkan tas dan menaruhnya di loker miliknya. Sekilas ia melihat kami yang sedang duduk dan mengobrol bersama.


"By the way, hari ini kalian sibuk?" Tanya Tania pada kami bertiga.


"Aku sih free." Jawab Hardian seperti mengharapkan sesuatu dari Tania.


"Euhmm, aku bisa kabarin nanti." Jawab Naura ragu.


"Kalau Kaira gimana?"


Tentu saja aku mau.


"Iya aku punya waktu luang."


"Baguslah, aku berpikir ingin mengajak kalian shopping di mall."


"Shopping? Kalau shopping aku skip-"


"Udah pergi aja Kai, sekalian kita cari baju baru buat acara akhir tahun nanti."


"Owh berarti akhir tahun nanti kita tetap bisa bareng?"


"Tentu saja Kaira-chan~ Kita bisa pergi berlibur bersama."


Raefal yang daritadi mendengar obrolan mereka merasa jengkel.


Cihh.. Menyebalkan! (Dalam hati Raefal kesal)


Raefal berjalan keluar kelas untuk mencari udara segar.


.


.


***


Sepulang dari sekolah, kami berempat berencana pergi ke mall untuk shopping bersama. Secara personal, aku tidak tertarik berbelanja di mall dikarenakan harga barang yang di jual disana cukup mahal. Namun aku akan tetap ikut karena disana ada teman-temanku.


"Hmm, kurasa kita butuh persiapan sebelum pergi ke mall. Jadi kita pulang dulu ke rumah masing-masing, lalu kita kumpul kembali di rumah Naura jam 3 sore."


"Oke deal." Jawab kami serempak.


"Kalau gitu kalian hati-hati di jalan ya~"


Setelah Tania mengatakan itu, kami berempat pun pulang ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan diri.


.


***


----- Gang Ceria 1 -----


Jupiter sedang serius memainkan game di ponselnya.


YOU LOSE!!


!!??


Ia membanting ponselnya ke aspal dengan kuat, hanya karena kesal kalah saat bermain game.


"Wah sepertinya udah rusak."


Jupiter memungutnya kembali dan mencoba menyalakan ponselnya. Namun ponsel tersebut tetap mati.


Hahh..


"Elvin."


"SIAP KAK JUPI!!" Jawab Elvin dengan lantang dan keras.


Jupiter memanggil Elvin ke hadapannya.


"Hoi.. lain kali kalau mau bicara denganku perhatikan cara bicaramu."


Tap tap tap..


Jupiter menepuk leher Elvin 3 kali sebagai peringatan padanya.


"Baik kak, ini ponsel nya Kak Jupi."


Elvin menyerahkan ponsel baru pada Jupiter dengan tangan yang gemetaran.


"Nah gitu dong jadi anak buah bisa peka sama bossnya."


Entah ia sedang memuji atau menyindir, tidak membuat Elvin senang.


"Bicara soal yang waktu itu. Apa kalian sudah menemukan orangnya?" Tanya Jupiter kepada kelima bawahannya.


"Maksud kakak, Raefal dan Naura ya?" Tanya salah satu bawahan pada Jupiter.


"Iyalah, siapa lagi kalau bukan mereka dasar bodoh!"


Teman disebelahnya malah mengatai temannya sendiri.


"Jangan ngegas dong, santai!"


"Soalnya pertanyaanmu aneh sih."


"Sudahlah! kalian ini mengganggu kak Jupi!"


Elvin memarahi kedua temannya itu agar mereka berhenti bertengkar.


"U-untuk saat ini kami belum menemukan jejak mereka berdua." Kata Elvin gemetaran.


"Hmm sepertinya kita perlu menggunakan cara kasar untuk membawa mereka berdua."


Ditengah obrolan, salah satu bawahan Jupiter tidak sengaja melihat gadis cantik yang sedang berjalan sendirian. Sepertinya ia tinggal di gang ini.


"Hey lihat! Dia orang yang waktu itu bersama cowok lemah!"


"Wah iya juga, dia orangnya."


"Ayo gais, kita harus menangkapnya sekarang dan memberinya pelajaran-"


"Tunggu.."


Pakk


Jupiter menahan tubuh Elvin yang terlalu bersemangat ingin menangkapnya.


"Tahan dulu, aku punya ide yang bagus."


Kelima bawahannya pun mengurungkan niat mereka sementara untuk menangkap gadis itu. Kemudian mereka mulai berdiskusi, seperti sedang merencanakan sesuatu.


.


.


***


Waktu telah menunjukkan pukul 3 sore. Persiapan hangoutku sudah selesai. Aku penasaran. Apakah aku cocok menggunakan pakaian ini? Ini pertama kalinya bagiku menggunakan pakaian mencolok semacam ini. Tapi kalau dilihat di cermin. Aku terlihat..


Lebih feminim? Maybe.


Aku ikut terpesona melihat kecantikanku di cermin dan aku bertanya pada diriku sendiri.


Apa aku secantik itu?


Kalau aku secantik ini dan Adam melihatku. Apa Adam akan..


Menyukaiku?


Bahkan sampai sekarang dia masih belum pernah sekalipun mengabariku tentang keadaannya di Batam.


Oh iya, sepertinya aku harus berangkat ke rumah Naura sekarang. Mereka pasti sedang menungguku disana.


***


----- Gang Ceria 1 -----


Seorang gadis sedang duduk di teras rumahnya sambil mengelus seekor anjing Pomeranian.


Gadis itu Naura.


Gggrrrrr..


?


"Lio ada apa? Kamu marah ya sama Naura?"


Naura yang geram dengan Lio malah menggelitiknya. Namun Lio tetap meraung seolah-olah ada orang lain di teras rumahnya.


Gggrrrrr..


"Lio?"


Saat Naura menaikkan kepalanya dan melihat ke depan rumahnya. Ia terkejut melihat 5 pria berdiri di terasnya.


?!


Apa aku lupa kunci pagar ya tadi? (Dalam hati Naura panik)


"Kau pasti berpikir, kalau kau sudah mengunci pagarmu kan ya."


Elvin memperlihatkan sebuah alat pembuka gembok dan gembok yang telah di rusak paksa oleh mereka.


"Kok kalian bisa-"


"Kau sudah pasti mampus hari ini!"


Elvin mendekati Naura dan memegang wajahnya yang cantik.


"Teman-teman ayo kita sekap dia ke dalam!"


"Ayo!"


Tep..


"Lepasin."


Mereka menahan Naura secara paksa dan sepertinya mereka juga memiliki niat buruk pada Naura.


"Ka-kalian ngapain membawaku masuk ke rumah?"


"Hehe~ kami punya hadiah untukmu. Kamu pasti bakal suka."


??!!


"Tolong siapa saja! to-"


Elvin menyumbat mulut Naura menggunakan handuk kecil agar ia tidak bisa bersuara.


"Ini akan menjadi pengalaman pertama untukku dan juga untukmu. Kenapa kita tidak bersenang-senang sebelum pacarmu kembali?"


Ti-tidak kumohon jangan berbuat begitu. (Dalam hati Naura ketakutan hebat)


Elvin dan teman-temannya membawa Naura masuk ke dalam kamar.


.