
Dua hari setelah nya, anggota club paranormal pergi menuju ke sekolah hantu gadis bernama Touka menggunkan kereta. Ryuto melihat hantu itu senang sekali dan berputar putar di langit langit kereta. Ketika sampai di stasiun, mereka langsung keluar dan berjalan menuju ke sekolah. Di jalan mereka melihat banyak murid murid sekolah smp yang mereka tuju sedang berjalan jalan di sekitar sekolah, kebanyakan mereka berjalan kaki pulang ke rumah. Ryuto, Ayano, Jirou, Keiko, Megumi dan Higeki mengawasi gerbang sekolah dari kejauhan.
“Kita tunggu di sini ?” Tanya Ryuto.
“Benar, kita tunggu sampai Touka-chan keluar dari sekolah.” Jawab Keiko.
Tak lama kemudian, mereka melihat Touka keluar bersama ketiga teman nya, tapi yang di lihat Ryuto dan Ayano menggunakan mata mereka yang memakai seragam itu bukanlah Touka, melainkan seorang wanita paruh baya yang membawa sapu di tangan nya,
“Senpai....dia kan....” Ayano menarik pakaian Ryuto.
“Iya....obasan....jadi dia yang masuk ke dalam tubuh Touka-chan....” Balas Ryuto.
Keduanya menoleh melihat hantu Touka yang ada di belakang mereka, hantu itu diam saja dan memiringkan kepalanya seperti sedang mengamati tubuh nya yang ada di depan nya. Raut wajah Ryuto dan Ayano yang berubah tidak lepas dari pengamatan Keiko,
“Kalian sudah melihat nya ya ?” Tanya Keiko.
“Um...iya senpai....” Jawab Ryuto.
“Baiklah, kita ikuti dia, tunggu dia sendirian...” Ujar Jirou.
Mereka mulai mengikuti Touka berjalan pulang bersama ketiga teman nya. Setelah sampai di persimpangan jalan, Touka berpisah dengan teman teman nya, karena arah yang berbeda, dia berjalan sendirian melewati taman. Mereka langsung berjalan menyusul Touka,
“Touka-chan....” Teriak Ryuto.
Touka yang di panggil menoleh, dia kaget melihat Ryuto dan Ayano mendekati dirinya, langsung saja dia lari masuk kedalam taman. Ryuto, Ayano, Jirou dan Megumi menyusulnya bersama dengan hantu Touka yang mengikuti mereka, sedangkan Keiko dan Higeki berjaga di luar taman. Akhirnya, Touka terpojok,
“Mau apa kalian....” Teriak Touka dengan suara mengerikan.
Tubuhnya langsung berubah menjadi mengerikan, rambutnya yang panjang tergerai kemana mana, mulutnya membuka lebar dan tangan nya yang memegang sapu menyatu dengan sapu nya yang berdarah darah.
“Te..tenang obasan....aku tidak mau apa apa, lihat....Touka-chan yang asli mengikuti kita....” Ujar Ryuto sambil menunjuk hantu Touka yang melayang di atasnya.
Diam diam Ryuto membuka kedua sarung tangan nya dan Ayano membuka sarung pedang nya. Tapi tubuh Touka di depan nya berubah kembali menjadi wujud yang sebenarnya,
“Maafkan aku......aku hanya mau bertemu dengan anak ku yang di tinggal mati oleh orang tuanya, kakak ku......” Ujar obasan.
“Anak obasan sekolah di sekolah tadi ?” Tanya Ayano.
Obasan yang ada di dalam tubuh Touka tidak menjawab, dia mengangguk sambil menunduk. Tiba tiba, seorang wanita datang dan mendekati mereka,
“Haaah...sudah ku duga....”
Ryuto, Ayano, Jirou dan Megumi menoleh, ternyata yang datang adalah Ena tetangga Ryuto.
“Eh...Ena nee-san ? ada apa kesini ?” Tanya Ryuto kaget.
“Ah aku kebetulan lewat.....” Jawab Ena.
Tapi dia melewati semuanya dan berdiri di depan obasan yang ada di dalam tubuh Touka.
“Mama, ini aku, Ena, mama tidak mengenali aku ?” Tanya nya.
“Haaah...mama ?” Teriak Ryuto, Ayano, Jirou dan Megumi.
“Jadi keterikatan nya di dunia.....” Balas Ryuto.
“Dia mau bertemu dengan ku, aku juga bersekolah di smp itu dulu, ketika masih tinggal bersama nya, dia hanya ingat aku kalau memakai seragam smp karena ketika masuk sma, aku berselisih paham dengan nya dan aku kabur dari rumah kemudian tinggal bersama papa ku. Aku baru mendengar dia meninggal dari papa dan aku tidak hadir di pemakaman nya karena tidak tahu waktu kelas 3 sma.” Balas Ena.
“Begitu rupanya.....” Ujar Ayano.
Keiko dan Higeki menyusul mereka masuk ke dalam taman, ketika sampai Keiko langsung maju ke depan. Setelah di jelaskan oleh Jirou kondisinya, Keiko langsung menoleh melihat Ena,
“Ena-san, gimana kalau sekarang Ena-san mengganti pakaian nya menggunakan seragam sekolah yang dia kenal....dia tidak tahu kalau Ena-san sekarang sudah dewasa karena di ingatan dia yang terakhir waktu hidup, Ena-san masih smp.”
“Um...aku sudah tidak punya, seragam smp ku terbuang ketika aku baru pindah ke apartemen, karena seragam itu menurut ku tidak penting dan menyakitkan...” Ujar Ena.
“Ada kan di depan kita seragam nya....Ayano-chan, Megumi-chan ayo bantu aku. Ayo Ena-san....” Ajak Keiko.
Kemudian Keiko mengajak obasan yang ada di dalam tubuh Touka, Ena, Ayano dan Megumi pergi ke toilet yang berada di dalam taman, sementara Jirou, Ryuto dan Higeki berjaga di depan. Tak lama kemudian, mereka keluar, Ena memakai seragam sekolah milik Touka dan obasan yang ada di dalam tubuh Touka memakai jersey yang di bawa Touka di tas nya. Mereka berdiri di depan toilet, ketika obasan melihat Ena yang memakai seragam smp, air matanya langsung keluar, dia maju memeluk Ena dan menangis,
“Maafkan mama....maafkan mama....harusnya mama membantu mu saat itu, bukan nya malah memarahi mu....maafkan mama...mama baru tahu semua bukan salahmu, kamu di bully dan di peras, maafkan mama.” Ujar obasan.
“Iya ma, semua sudah berlalu, maafkan aku juga, aku terbawa emosi dan pergi dari rumah....maafkan aku mama...semua sudah berakhir, sekarang aku sudah bebas.” Balas Ena sambil menangis memeluk tubuh Touka.
Pertemuan Ena dan mediang mama nya sangat mengharukan, Ryuto, Ayano, Keiko, Jirou, Megumi dan Higeki terdiam melihatnya, Keiko dan Megumi meneteskan air mata, sementara Ayano merangkul lengan Ryuto. Tiba tiba tubuh Touka mengeluarkan cahaya terang, Ayano langsung menoleh melihat Ryuto. Tanpa menunda lagi, Ryuto maju mendekati Ena dan obasan di dalam tubuh Touka yang sedang berpelukan.
“Sudah saatnya....” Ujar Ryuto.
Keduanya menoleh melihat Ryuto yang ada di samping mereka dan mengangguk. Ena melepaskan pelukan nya dan memegang tangan Touka, begitu juga dengan obasan di tubuh Touka yang menatap Ena sambil tersenyum dan mengeluarkan air mata. Ryuto memegang kepala Touka dan roh obasan yang memegang sapu keluar dari tubuh Touka, seberkas sinar muncul dari atas dan membawa roh obasan naik ke atas. Tubuh Touka terjatuh, Jirou menangkap nya supaya tidak jatuh ke tanah, langsung saja hantu Touka masuk ke dalam tubuhnya dan mengambil alih tubuh nya kembali. Keiko, Ayano dan Megumi menghibur Ena yang terduduk sambil menangis. Tapi walau menangis, wajahnya terlihat lega seperti ada beban yang terlepas.
Setelah tenang, barulah Ena bercerita tentang mamanya kepada Keiko, Ayano dan Megumi yang duduk bersama nya, dulu mama nya adalah seorang wanita yang keras dan galak. Waktu kelas 3 smp, Ena di bully oleh beberapa siswa pria di sekolahnya, dia di peras dan di paksa melayani nafsu mereka sampai akhirnya hamil, ketika dia bilang ke mamanya, dia malah di salahkan mama nya dan di hukum. Karena stress dan tertekan, Ena akhirnya keguguran dan membuat mama nya bertambah murka, ketika dia sudah tidak tahan, dia menghubungi papanya yang sudah bercerai, papanya datang menjemputnya diam diam dan dia kabur bersama papanya kemudian tinggal bersama papa nya.
Dia baru mengetahui kalau mamanya meninggal pada saat dia selesai ujian waktu kelas 3 sma dan setelah lulus kuliah, dia mengunjungi apartemen milik mamanya. Dia menemukan sebuah buku harian yang di simpan mamanya, di buku itu, akhirnya mama nya tahu kalau yang di katakan Ena dulu adalah hal yang sebenarnya dan pelakunya di laporkan ke polisi, dia hidup dalam penyesalan sampai dia meninggal. Barulah Ena menyesal dan bertekad untuk meneruskan merawat gedung apartemen yang sudah turun temurun di kelola keluarga mamanya setelah membaca buku tersebut dengan ijin dari papanya.
“Jadi begitu, pantas dia masih punya keterikatan di dunia...” Ujar Ayano.
“Iya, dia hanya ingin meminta maaf...” Tambah Megumi.
“Terima kasih...semuanya, sekarang mama ku sudah bebas, aku juga sudah bisa tenang.....tapi aku tidak menyangka kalau Ryuto-kun bisa melakukan hal seperti tadi.” Ujar Ena.
“Ah...kita memang club paranormal dan hal hal gaib Ena-san...” Balas Keiko.
“Oh begitu ya....baiklah, sekali lagi aku ucapkan terima kasih.” Balas Ena.
Setelah itu, Ena berganti pakaian dan pergi dari taman untuk kembali menuju ke apartemennya. Tapi ketika Ena melangkah pergi,
“Tunggu sebentar Ena-san....aku mau tanya, Ena-san bisa melihat roh mama Ena-san tadi ?” Tanya Jirou.
“Bisa, dia selalu berada di apartemen sedang menyapu tapi ketika dia tiba tiba menghilang, aku jadi curiga, aku bisa melihat hal hal seperti itu dari kecil, hal itulah yang membuat aku di jauhi teman teman dan di bully sampai pada akhirnya di peras....” Jawab Ena.
“Oh....” Ujar Keiko.
“Baiklah, aku pergi dulu ya....terima kasih semuanya...” Balas Ena menunduk dan berbalik pergi.
Ryuto, Ayano, Jirou yang menggendong Touka di belakang nya, Keiko, Megumi dan Higeki tertegun mendengar ucapan Ena. Ternyata Ena sama seperti mereka dan menderita karena nya.