
Ryuto duduk langsung duduk di sofa, kali ini Jirou juga duduk di sofa yang berada di sebrang nya,
“Asaba san tadi bercerita, kalau dia tidak pulang semalaman karena di buat tersasar, dugaan ku, dia di ikuti oleh Ghist yang tadi kita bunuh.” Ujar Jirou.
“Aku sudah menduga Shiori san tidak pulang....” Balas Ryuto.
“Yang aku mau tanya, kenapa kemarin kamu dan Ayano tidak menghabisi Ghist itu ? apa Ayano yang menyuruh jangan menghabisinya ?” Tanya Jirou.
“Um...iya sih, maksudnya supaya Ghist itu memakan roh sensei...” Jawab Ryuto.
“Ok, sekarang aku ceritakan.”
Jirou menceritakan kepada Ryuto apa yang di ceritakan Shiori kepadanya, ketika Shiori berjalan pulang kemarin, dia merasa ada seseorang mengikuti nya, kemudian dia mendengar suara bisikan di telinganya beberapa kali dan dia mengenali suara itu adalah suara Ayano. Karena setiap langkah di bisiki, Shiori tersasar dan akhirnya kembali ke sekolah, dia bermalam di dalam kelas karena mencari penjaga tidak ada, suara itu terus membisiki nya sampai pikirannya menjadi kosong.
“Hmm pantas tadi begitu aku tegur dia seperti orang termenung dengan pandangan kosong.” Gumam Ryuto.
“Nah yang menjadi masalah di sini, Ghist itu berbisik memakai suara Ayano, setahu ku, Ghist hanya bisa mengambil bentuk dan wujud, tapi bukan suara, bagaimana bisa dia membisiki Asaba san menggunakan suara Ayano.” Balas Jirou.
“Hah...tadi kata senpai dugaan senpai yang mengikuti Shiori san adalah Ghist itu...” Balas Ryuto.
“Ya...yang mengikuti....aku tidak bilang yang membisiki kan...” Balas Jirou.
“Tapi kalau melihat reaksi Ayano....sepertinya dia juga tidak tahu soal ini. Senpai lihat sendiri kan, walau pakai topeng tapi gesturnya terlihat dia panik dan bingung.” Ujar Ryuto.
“Aku lihat, tapi masalahnya adalah kata kata yang di bisiki pada Asaba san, begini menurut Asaba san, jangan dekati Ryuto senpai atau video nya kusebar di media sosial. Dan dia mengatakan itu berulang ulang...bahkan sampai barusan sebelum kita membunuh Ghist itu.” Ujar Jirou.
Mendengar perkataan Jirou, Ryuto mulai berpikir, karena Ayano juga bertanya soal kedekatan dia dengan Shiori dan dia tertarik dengan Shiori atau tidak ketika masih di kelas.
“Begitu ya senpai....pantas dia ketakutan melihat Aya chan dan senpai memanggil ku kesini sendirian....” Ujar Ryuto.
“Ya, itu yang mau aku bicarakan padamu, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi karena hanya mendengar cerita dari Asaba san, aku akan cerita kepada Keiko untuk menyelidikinya, siapa tahu ada Ghist jenis baru yang bisa bicara. Aku minta kamu berhati hati sedikit terhadap Ayano. Aku lihat dia baik, tapi penuh misteri dan sepertinya dia menyembunyikan sesuatu.” Balas Jirou.
“Aku mengerti senpai.....” Balas Ryuto.
Ryuto berpikir, di satu sisi dia tahu kalau Ayano memiliki mata ketiga yang bisa melihat masa depan dan dia menceritakan semua kepada Ryuto, tapi di lain sisi dia tidak tahu apa apa tentang Ayano sama sekali, walau baik, ada kalanya dia merasa bergidik melihat sikap dan perbuatan Ayano, seperti kemarin dia melepaskan Ghist begitu saja, mau menebas hantu yang di persimpangan jalan, tidak ragu ragu menebas roh sampai roh roh yang melihat nya takut padanya dan tiba tiba muncul di apartemen nya seperti di rumah nya sendiri.
“Jangan terlalu di pikirkan, begitu Ghist itu hilang tadi, suara yang membisiki Asaba san juga hilang....kita lihat saja, Asaba san masih mendengar suara bisikan itu atau tidak.” Ujar Jirou.
“Iya benar senpai....” Balas Ryuto.
“Ok, kita ke kelas sekarang.....sudah mau bel masuk...” Ajak Jirou.
Keduanya kemudian berdiri dan keluar dari ruangan untuk menuju ke kelas mereka masing masing. Sepanjang jalan, Ryuto terus berpikir, apa dia harus menceritakan kemampuan dirinya, jati dirinya dan Ayano kepada yang lain atau tidak. Ketika kelas Ryuto sudah kelihatan, dia melihat Ayano sedang berdiri di depan kelas sambil melihat kedalam, kalau di lihat arahnya, sepertinya dia bukan mencari Ryuto tapi melihat ke arah Shiori. Ryuto langsung menepuk pundak nya,
“Eh senpai....” Ujar Ayano menoleh.
Ryuto melihat mata Ayano dari jarak dekat yang berada di balik kaca topengnya terlihat cemas dan dia terlihat sangat khawatir,
“Kamu tidak ke kelas mu Aya chan ?” Tanya Ryuto.
“Um....aku masih penasaran, kenapa Shiori senpai seperti itu terhadap ku tadi...” Jawab Ayano.
“Kamu mau menemuinya ?” Tanya Ryuto.
Ayano tidak menjawab, dia mengangguk, kemudian Ryuto masuk ke dalam. Tak lama kemudian, dia keluar bersama Shiori yang menunduk.
“Anoo Shiori senpai.....kalau aku ada salah sama senpai, aku minta maaf.” Ayano menunduk di depan Shiori.
“Um...tidak apa apa Ayano chan....tadi Jirou senpai sudah menjelaskan padaku, maaf aku bersikap seperti tadi terhadap mu...” Balas Shiori sambil meminta Ayano bangun.
Kemudian Shiori memeluk Ayano yang membalas memeluk nya. Ryuto yang melihat nya mengangguk. Setelah itu, Ayano berpamitan dan berbalik menuju ke kelasnya.
“Hehehe....beres.” Gumam Ayano di dalam hatinya sambil tersenyum lebar.
*****
Tak lama kemudian, sensei yang menggantikan Nino sensei sementara karena cuti masuk ke dalam kelas. Dia mengatakan kalau petugas jaga menemukan mayat Gouda sensei di belakang gedung sekolah tertancap kayu di tempat pembuangan. Polisi sedang menuju ke sekolah dan siswa di bubarkan untuk pulang ke rumah. Sensei mengatakan kalau libur musim panas jadi di majukan satu hari karena nya. Setelah semua keluar dan hanya menyisakan beberapa siswa di dalam kelas,
“Asaba Shiori, bisa ke ruang staff sekarang ?” Tanya sensei.
“I..iya sensei....” Jawab Shiori.
Shiori menoleh melihat Ryuto yang masih duduk di kursinya, kemudian Ryuto berdiri,
“Aku temani dia sensei...” Ujar Ryuto.
“Terserah saja, cepat ya....” Balas sensei.
Akhirnya Ryuto keluar kelas bersama Shiori, ketika mereka sedang berjalan menuju ruang staff,
“Senpai....aku ikut....”
Ayano berteriak sambil berlari menyusul Ryuto dan Shiori. Keduanya berhenti dulu menunggu Ayano sampai. Setelah itu, ketiganya menuju ke ruang staff dan masuk. Di dalam para sensei sudah menunggu, beberapa sensei bertanya soal perlakukan Gouda sensei kepada Shiori. Di depan para sensei Shiori menceritakan semuanya, dia sudah terlibat dengan Gouda sensei sejak tahun lalu, semenjak dia masuk ke kelas 1, alasannya dia melihat Gouda sensei sedang melecehkan seorang siswi dan dia ketahuan, kemudian dia juga di lecehkan dan di foto, Gouda sensei mengancam dirinya, kalau dia tidak menurut apa katanya, fotonya akan di sebar luaskan ke media sosial dan orang tua Shiori. Karena takut, dia terus menuruti sensei sampai hamil 5 kali dan di gugurkan semuanya.
Seorang sensei wanita memeluk Shiori dan mengutuk perbuatan Gouda sensei, kemudian seorang sensei yang ahli dalam komputer, memperlihatkan sebuah folder di laptop milik Gouda sensei yang isinya video dan foto dirinya sedang bersama beberapa siswi, termasuk Shiori. Langsung saja Shiori menutup mulutnya dengan tangan nya karena kaget, ternyata korban sensei itu tidak sedikit dan sudah ada beberapa yang akhirnya berhenti sekolah juga bunuh diri. Setelah itu, karena di ketahui kalau Shiori yang terakhir bersama sensei karena video yang di kirimkan Ayano, beberapa sensei bertanya bagaimana dia bisa meninggal. Shiori menceritakan semua, kalau tiba tiba sensei seperti melihat hantu dan panik sendiri, seperti yang ada di dalam rekaman video dan hal itu membuat Shiori takut juga.
Shiori menoleh melihat Ryuto dan Ayano di sebelah nya kemudian dia berkedip, sebab sebenarnya Shiori tahu kalau Ryuto dan Ayano ada di tempat kejadian perkara.
“Akhirnya selesai Aya chan...” Ujar Ryuto berbisik.
“Iya....” Balas Ayano.
“Ngomong ngomong, kamu ada membisiki sesuatu tidak ke Shiori san ?” Tanya Ryuto memancing.
“Tidak tuh, kan kita bersama terus dari kemarin, gimana sih...kapan aku ketemu dengan Shiori senpai coba.” Jawab Ayano.
“Oh benar juga ya haha...” Balas Ryuto.
Ryuto menjadi bingung, apa yang di katakan Ayano benar, dia terus bersama Ryuto kemarin. Jadi tidak mungkin dia membisiki Shiori sepanjang malam sampai Shiori tersasar tidak bisa pulang. Akhirnya hal ini menjadi tanda tanya besar di benak Ryuto, dia melirik melihat Ayano yang berdiri di sebelah nya,
“Siapa sih kamu sebenarnya Aya chan....” Ujar nya dalam hati.