Grim'S Descendants

Grim'S Descendants
Chapter 23



Nenek itu berjalan masuk ke dalam di ikuti oleh Jirou. Ryuto dan Ayano masih berada di depan pintu walau sudah di dalam rumah. Keduanya tertegun dan tidak bisa bergerak karena ketakutan,


“Se...senpai......mata ketiga ku berdenyut....nenek itu....bukan hantu biasa....” Ujar Ayano sambil merangkul lengan Ryuto.


Melihat Ayano yang biasanya tenang dan tidak terpengaruh sekarang gemetar, Ryuto juga menjadi sangat takut.


“I..iya.....aku sesak melihat nya......seperti ada tekanan kuat menekan dada ku...” Balas Ryuto.


“Kenapa kalian tidak masuk ?” Tanya seseorang di belakang mereka.


Ryuto dan Ayano menoleh, ternyata nenek itu sudah di belakang mereka. Keduanya langsung melompat masuk dan berbalik sambil bersiaga.


“Kalian grim reaper (shinigami), mau apa kalian kesini...tidak ada apa apa di sini.” Ujar nenek Chiyo.


“A..aku mau menjenguk Megumi san....yang katanya sakit.” Jawab Ryuto.


“Ka..kami bukan grim reaper, kami keturunan nya....kami manusia...” Tambah Ayano.


“Hmm...begitu....”


Chiyo berjalan memutari keduanya sambil mengendus ngendus mereka. Di mata Ryuto dan Ayano, Chiyo yang berkaki delapan dan semuanya tangan manusia bergeser seperti kepiting memutari mereka dengan lidah terjulur. Lalu tiba tiba Chiyo menjilat pipi Ryuto yang menjadi bertambah gemetar karena nya.


“Kalian berkata jujur....tapi kamu.....sudah berapa banyak orang dan roh yang kamu bunuh....” Ujar Chiyo menoleh kepada Ayano dan menunjuk nya.


Ayano yang ketakutan bersembunyi di balik Ryuto, Chiyo berdiri tinggi sampai menutupi lampu dengan tubuh nya karena geram.


“Kamu membunuh orang sampai rohnya benar benar mati dan tidak bisa bereinkarnasi lagi....sungguh kejam perbuatan mu...” Teriak Chiyo dengan suara kencang dan mengerikan.


“Baba...mohon maafkan dia....dia tidak tahu dan tidak mengerti soalnya, sekarang dia sudah tidak membunuh lagi....” Ujar Ryuto berusaha menenangkan Chiyo sambil merentangkan tangan nya.


Ayano terus bersembunyi di belakang Ryuto dan menunduk tanpa berani melihat ke atas nya. Tiba tiba, terdengar suara langkah kaki dua orang yang mendekati pintu utama rumah,


“Chiyo baba.....mereka teman ku, biarkan mereka masuk.” Teriak Megumi.


Chiyo menoleh dan berbalik, dia berjalan masuk ke dalam dan menoleh melirik Ryuto juga Ayano. Megumi dan Jirou langsung mendekati keduanya,


“Aku sudah dengar kata kata baba barusan...bisa jelaskan Ryuto, Ayano....” Ujar Jirou.


“Kita masuk dulu ke kamar ku....” Ujar Megumi.


Mereka berjalan masuk ke dalam rumah dan berbelok di ujung. Di penglihatan Ryuto dan Ayano, mereka berjalan masuk ke dalam rumah yang sudah hancur penuh dengan puing dan kayu walau ada lampu berwarna merah. Akhirnya mereka sampai di sebuah pintu geser, Megumi membukanya dan di dalam nya adalah kamar yang lengkap dengan kamar mandi. Kamarnya terlihat bagus di mata Ryuto dan Ayano. Ke empatnya duduk bersila di lantai, lalu Megumi keluar kamar untuk mengambil minuman dan cemilan.


“Ok, bisa ceritakan siapa kalian ? Chiyo baba bilang kalian grim reaper (shinigami).” Tanya Jirou.


Karena tidak ada pilihan lagi, akhirnya Ryuto membuka kedua sarung tangan nya dan memperlihatkan nya pada Jirou. Ryuto kemudian menoleh kepada Ayano, dengan terpaksa, Ayano melepaskan topeng nya dan nampak lah wajah nya. Mata Ayano sebelah kanan merah dan dia membuka mata ketiganya, sementara Ryuto mengeluarkan kedua sabit nya dari punggung tangannya, hanya saja Ryuto mengatakan kalau mata kirinya sama seperti mata kanan Ayano, dia tidak melepas lensa kontaknya karena repot. Jirou mengerti, kemudian dia menoleh ke pintu dan melihat keduanya lagi,


“Ok, silahkan pakai lagi.....cukup aku dan Megumi  saja yang tahu,  Keiko dan Hige tidak usah tahu. Bisa repot kalau mereka tahu.” Ujar Jirou.


“Baik senpai....” Jawab Ryuto dan Ayano.


Setelah keduanya memakai kembali atribut mereka, Jirou berdiri dan membuka pintu, dia melihat sekeliling, kemudian menutup pintu dan duduk kembali, dia langsung melihat kepada Ayano,


“Ayano, fungsi mata ketigamu apa ?” Tanya Jirou.


“Um...aku bisa melihat masa depan senpai....” Jawab Ayano.


“Hmmm....dari buku milik aneki ku yang pernah ku baca, mata ketiga fungsinya bukan hanya itu, bisa menerawang dari kejauhan, bisa membuat roh sendiri keluar dari tubuh seenak nya dan bisa membunuh hantu selagi keluar dari tubuh....benar ?” Tanya Jirou.


Ayano terdiam, dia menunduk dan tangan nya mengepal, kartunya sudah terbuka, Ryuto melihat Ayano yang ketakutan sambil duduk. Ayano menoleh kepada Ryuto dengan pandangan sedih, dia sangat takut kalau Ryuto jadi membenci dirinya. Ryuto diam saja dengan pandangan lurus ke depan, dia tidak tahu harus bereaksi apa.


“Jadi selama ini begitu kan cara kamu membunuh hantu ?” Tanya Jirou.


Ayano mengangguk karena sudah tertebak, Ryuto masih diam saja tidak bisa bereaksi.


Mendengar pertanyaan Jirou, Ayano langsung mendongak dan melihat ke arah Jirou dengan tajam,


“Tidak, aku tidak pernah melakukan itu, aku memang sebal kalau dia dekat dekat dengan Ryuto senpai, tapi aku tidak sampai melakukan itu.” Ujar Ayano.


“Hmm....baiklah, hoi masuk....” Teriak Jirou.


Hantu gadis tetangga Ryuto masuk menembus pintu, Ayano yang melihat hantu itu masuk langsung berdiri dan mencabut katana nya. Hantu gadis itu menutup wajah nya dan ketakutan melihat Ayano mencabut katana nya. Ryuto langsung menangkap lengan Ayano dan mengambil katana nya, kemudian membekuk nya.


“Lepas senpai.....” Teriak Ayano.


“Tidak, kamu mau berbuat apa terhadap dia.....kamu sendiri bilang kan dia masih memiliki tubuh....dia bisa pulang ke tubuh nya, kenapa kamu mau membunuh nya ?” Tanya Ryuto.


“Ada alasannya Ryuto, dia menyuruh hantu itu membisiki Asaba san semalaman sampai Asaba san tidak bisa pulang ke rumah nya.” Jawab Jirou.


Medengar kata kata Jirou, Ryuto langsung kaget, dia menoleh melihat hantu gadis itu, ternyata hantu gadis itu membenarkan perkataan Jirou dengan mengangguk,


“Benarkah itu Aya chan ? dari semalam dia memang tidak ada di apartemen kita...ternyata kamu suruh dia mengikuti Shiori san...” Ujar Ryuto.


“Hik...hik...hik....maafkan aku senpai....jangan benci aku....” Ujar Ayano dengan lirih.


“Kenapa sampai berbuat seperti itu ?” Tanya Ryuto.


“Haha kalau itu kamu seharusnya sudah tahu jawaban nya Ryuto. Kamu tahu kan kata kata apa yang di bisiki oleh hantu itu kepada Asaba san....” Ujar Jirou.


Ryuto langsung teringat, kata kata yang di bisikkan adalah jangan dekati Ryuto senpai atau video mu ku sebar.


“Jadi....gara gara aku ?” Tanya Ryuto sambil melepas tangan Ayano.


“Tidak senpai....aku yang salah, maafkan aku.....” Teriak Ayano sambil bersujud di kaki Ryuto.


“Kalau begitu, bisa ceritakan alasan kamu kenapa melakukan itu ? dan alasan kamu membunuh roh ?” Tanya Jirou.


“Kamu...sudah sejauh apa melihat masa depan ?” Tanya Ryuto.


“Sampai aku mati.....” Jawab Ayano.


“Hah bukankah itu berbahaya, katamu kamu hanya bisa melihat 2 tahun kedepan....” Balas Ryuto.


“Benar, itulah sebab nya aku membunuh roh roh orang yang aku lihat di masa depan akan menjadi Ghist yang kuat dan melawan kita....aku mendapatkan energi roh dari mereka.....” Ujar Ayano.


“Haaah....kenapa kamu tidak bilang saja kamu membunuh orang dan rohnya sekaligus....jangan bohong Ayano, Ryuto mungkin bisa kamu bohongi, tapi aku tidak.” Balas Jirou.


“Be..benarkah itu Aya chan ?” Tanya Ryuto.


Wajah Ayano menjadi pucat karena di tegur, dengan terpaksa Ayano mengangguk, tebakan Jirou sangat benar, yang di bunuh Ayano tidak hanya roh, tapi juga orang yang masih hidup sekaligus dengan roh nya.


“Astaga, apa alasan kamu berbuat itu....” Ujar Ryuto.


Akhirnya Ayano menceritakan yang sebenarnya, ayah dan ibu Ayano di bunuh oleh paman nya, yaitu Yamishiba Masato ketika Ayano berumur 5 tahun, kemudian Ayano di sekap di ruang bawah tanah dan tidak di perbolehkan keluar sama sekali untuk di jadikan bahan penelitian. Selama di kurung, Ayano melihat masa depannya, secara terus menerus dan mempelajari banyak hal dari penglihatan nya termasuk cara menggunakan mata ketiganya. Ketika dia berumur 12 tahun, paman nya yang meneliti dirinya karena tahu kalau dia adalah keturunan grim, mendapat kabar kalau ada seorang anak lagi yang sama persis seperti Ayano tinggal sendirian di sebuah desa. Dia langsung tahu kalau anak yang di maksud paman nya adalah Ryuto, karena masa depan yang dia lihat mulai berjalan, dia mempraktikkan latihan menggunakan mata ketiganya selama 7 tahun di kurung.


Dia keluar dari tubuh nya dan masuk ke dalam tubuh paman nya dengan menendang roh pamannya keluar kemudian membunuh roh nya. Setelah itu, Ayano menjalani kehidupan ganda sebagai paman nya dan dirinya sendiri selama 4 tahun. Selama itu, dia membunuhi orang orang yang mengincar Ryuto dan dirinya karena mengetahui siapa mereka. Orang orang itu adalah kolega, murid, rekan dan teman dari paman nya yang merupakan korban pertamanya. Setelah itu, tubuh paman nya yang memang dasarnya sudah mati, sudah tidak bisa di pertahankan lagi, akhirnya Ayano pergi menemui Ryuto di kota.


Ryuto yang mendengar cerita Ayano tidak bisa berkata apa apa, dia sama sekali tidak mengira kalau yang mengadopsi nya adalah Ayano yang berada di dalam tubuh paman nya.


“Aku tidak tahu harus berkata apa.....” Gumam Ryuto sambil berdiri.


“Mau kemana Ryuto ?” Tanya Jirou.


“Keluar....” Ujar Ryuto.


Dia melangkah keluar dan meninggalkan Ayano sendirian yang menunduk sedih dengan pasrah.