
Setelah Ayano tenang kembali, Ryuto mengajak Ayano keluar, mereka menemui Megumi dan Jirou yang memang sejak awal di luar bersama dengan hantu gadis tetangga Ryuto. Mereka berkumpul di ruang tengah yang sudah separuh hancur.
“Senpai, kenapa senpai bisa bersama dengan hantu gadis itu ?” Tanya Ryuto sambil menunjuk ke arah hantu yang berdiri di antara Jirou dan dirinya.
“Aku menemukan dia di gedung sekolah lama, dia sedang mondar mandir di sana, bergitu tahu aku bisa melihat nya, dia mendekati ku dan mulutnya bergerak, aku langsung mencari Megumi yang bisa mendengar suara hantu dan minta dia mendengarkan perkataan nya. Megumi mengatakan semua yang di katakan hantu itu kepada ku, itulah sebabnya aku mengajak kalian kesini.” Ujar Jirou.
“Jadi....Megumi-senpai tidak sakit ?” Tanya Ayano.
“Maaf Aya-chan, aku tidak sakit....aku pulang duluan untuk mempersiapkan kedatangan kalian...” Jawab Megumi.
“Maaf, tapi kami harus jelas, sebab apa yang akan kita lakukan setelah ini bukan main main dan membutuhkan kekompakan.” Tambah Jirou.
“Aku mengerti....Aya-chan juga mengerti, iya kan Aya-chan ?” Tanya Ryuto sambil menoleh kepada Ayano.
Ayano tidak menjawab, dia hanya menoleh dan mengangguk melihat Ryuto. Chiyo datang membawakan minuman dan cemilan yang di sediakan oleh Megumi sebelum nya ke dalam ruang tengah. Setelah itu,
“Maaf Aya-chan, masih ada yang aku tidak mengerti, kenapa kamu melakukan itu pada Asaba-san ?” Tanya Megumi.
“Aku melihat masa depan, dalam beberapa bulan kedepan, dia akan mengganggu kita, sebaiknya di cegah dulu dari sekarang...” Jawab Ayano.
Tapi sebenarnya, karena setelah kejadian kemarin dengan sensei, Shiori intens mendekati Ryuto dan membuat Ayano cemburu, tapi dia tidak mengatakan nya karena alasannya pribadi.
“Aku mengerti, tapi menyiksa orang seperti itu tidak baik, tolong lain kali pakai cara yang lebih halus...” Balas Jirou.
“Tadi Jirou-senpai bilang, jangan beritahu Keiko-senpai dan Hige, alasannya apa senpai ?” Tanya Ryuto.
“Sama seperti aku bilang pada Megumi tadi, karena mereka manusia biasa yang kebetulan terlibat dan punya indra ke enam.” Jawab Jirou.
“Memang Megumi-san bukan manusia biasa ?” Tanya Ryuto.
“Iya, katanya tidak bisa lihat hantu kan ? walau bisa mendengar dan merasakan.” Tambah Ayano.
Megumi terdiam, dia menoleh kepada Jirou yang mengangguk padanya, akhirnya Megumi menceritakan nya.
*****
Megumi berasal dari keluarga pembasmi hantu dan hal gaib lainnya yang mengganggu sebagai bisnis nya. Suatu hari seorang pria datang menemui keluarganya, dia adalah dosen di sebuah universitas ternama di kota Solem. Dosen itu adalah spesialis penelitian hal gaib dan misteri, dia mengatakan kalau divisi arkeologi di universitas tempat dia mengajar, menemukan sebuah batu bertuah besar berbentuk seperti telur yang terkubur di bawah komplek candi yang berada di luar kota Solem. Batu itu berbentuk seperti telur yang di penuhi tulisan seperti mantera yang bahasanya tidak di mengerti.
Permintaan dosen itu adalah karena dia di tugasi untuk menyelidiki batu besar berbentuk telur itu, dia minta keluarga Megumi mendampingi nya karena kalau sampai ada masalah dengan hal hal gaib, mereka bisa mengatasinya. Akhirnya keluarga Megumi menyetujui nya, papa dan mama nya langsung berangkat bersama dosen itu, sementara Megumi yang saat itu masih berumur 7 tahun tinggal di rumah bersama dengan Chiyo yang menjaganya. Beberapa bulan kemudian, terdengar kabar kalau papa dan mama nya hilang bersama dosen yang meneliti di situs komplek candi di luar kota Solem. Paman dan bibinya serta seluruh keluarga yang lain pergi menyelidikinya, tapi tidak ada satu pun yang kembali.
Setahun kemudian, setelah Megumi berusia 8 tahun, tiba tiba saja papa dan mamanya pulang, Megumi sangat senang dan gembira melihat papa dan mamanya pulang dengan selamat dan sehat walafiat. Tapi hanya berselang sebulan dari kepulangan mereka, rumah Megumi di datangi oleh sesosok pria berpakaian ksatria lengkap dengan helm sehingga wajahnya tidak kelihatan dan tubuhnya di selimuti bayangan hitam kemerahan, dia langsung menyerang, beberapa pengawal dan penjaga yang menjaga rumah mati karena roh mereka di ambil dan di telan oleh pria itu. Papa dan mama Megumi berjuang mati matian melawan nya, sementara Megumi di sebunyikan Chiyo di bawah tanah, tempat biasanya mereka melakukan ritual.
Pria berpakaian ksatria itu menyusul Megumi ke ruang bawah tanah dan bertarung dengan Chiyo. Karena pria itu lebih kuat, Chiyo terdesak dan mundur tapi dia tetap melawan melindungi Megumi, akhirnya Megumi melanggar larangan papa dan mama nya, dia pergi ke altar dan membuka gulungan kertas yang terletak di altar. Begitu gulungan itu terbuka, seekor kucing hitam besar dengan gigi tajam, punggung berduri dan memiliki ekor bercabang dengan api berwarna biru di ujung kedua ekornya, berdiri di depan Megumi.
Megumi yang kaget dan sangat ketakutan, menjadi lemas tidak sadarkan diri. Setelah beberapa jam dia tidak sadarkan diri,
“Ojou-chan......ojou-chan.....” Seseorang memangku dan memanggil manggil nya.
Megumi membuka mata perlahan lahan, dia melihat Chiyo dengan wajah penuh darah sedang memangkunya sambil tersenyum melihat nya. Megumi melihat sekeliling, dia ternyata berada jauh dari altar dan di tempat Chiyo bertarung dengan pria berpakaian ksatria itu.
“Chiyo-baba......aku....kenapa ?” Tanya Megumi.
Chiyo menceritakan, kalau Megumi berubah menjadi kucing raksasa yang di sebut nekomata (roh kucing) dan membantunya mengusir pria berpakaian ksatria hitam itu pergi. Setelah Megumi sudah sepenuhnya sadar, mereka berdua kembali ke atas, Megumi menemukan papa dan mama nya tergeletak di depan rumahnya dalam keadaan tidak bernyawa. Megumi menangis sejadi jadinya dan meraung raung, Chiyo hanya bisa berdiri di belakang nya sambil menunduk dan mengelus punggung Megumi. Setelah itu, karena di bantu oleh para tetangga yang baik terhadap keluarga Megumi, dia mengadakan pemakaman untuk orang tuanya. Saat pemakaman dia bertemu dengan kakak beradik Yae dan Jirou yang datang bersama orang tua mereka karena sesama keluarga pemburu hantu dan selalu berkerja sama.
*****
Ryuto yang mendengar cerita Megumi berpikir, kejadian yang menimpa keluarga Megumi lebih dulu dua tahun dari yang menimpa dirinya, lalu dia bertanya kepada Megumi,
“Anoo Megumi-san, boleh tahu tidak siapa nama dosen yang datang ke rumah mu dulu ?” Tanya Ryuto.
“Um...aku tidak ingat, tapi mungkin Chiyo-baba ingat, coba aku tanyakan sebentar.” Jawab Megumi yang langsung berdiri dan keluar dari ruangan.
“Kenapa senpai, kok kamu bertanya seperti itu ?” Tanya Ayano.
“Hmm jangan jangan berhubungan ya.....” Tambah Jirou.
“Aku tidak tahu....tapi kejadian yang menimpa Megumi-san terjadi lebih dulu dari kejadian yang menimpa keluarga ku.....aku hanya penasaran saja....” Ujar Ryuto.
Tak lama kemudian, Megumi kembali masuk ke dalam ruangan dan duduk lagi di tempatnya semula.
“Aku sudah tanyakan, nama depan nya baba lupa, tapi dia ingat nama keluarganya, namanya Yomihara.....” Ujar Megumi.
“Yomi...hara.....” Wajah Ryuto langsung pucat ketika mendengar nama itu di sebutkan oleh Megumi.
Ayano dan Jirou melihat reaksi dan perubahan wajah Ryuto, Ayano langsung memegang tangan Ryuto.
“Senpai ?” Tanya Ayano.
“Ada apa Ryuto ?” Tanya Jirou.
“Ti...tidak......tidak apa apa....” Jawab Ryuto.
Ryuto sangat mengenali nama itu, karena sebelum di adopsi oleh Yamishiba-sensei atau yang sebenarnya adalah Ayano yang menyamar, nama keluarga Ryuto yang sebenarnya adalah Yomihara dari desa Yomi-mura. Ryuto berpikir keras, sebab ada kemungkinan dosen yang datang ke rumah Megumi adalah papanya.