Good Girls

Good Girls
Sosweet for five minute



Bibi Song you sudah tenang,ia tinggal dengan Song you sekarang,hari ini rencananya ingin melihat aktivitas pamannya.


"Bi,ayo makan dulu" ajak Song you menghampiri bibinya yang asik menonton televisi.


"Ayok-ayok" ucapnya bersemangat dan langsung menuju dapur,terlihat di meja begitu banyak makanan siap saji yang Song you punya.


"Wahhh,mengagumkan,kamu benar-benar kaya sekarang" ucap bibi Song you memuji Song you.


Song you hanya tersenyum melihat bibinya yng lahap sekali saat makan.


"Nanti kita temui paman ya bi?,tapi bibi janji jangan marah ke paman?" ucap Song you.


"Iyah biarin saja dia,sepertinya aku sudah nyaman di sini" ucapnya.


"Jangan gitu bi,kasian paman kasihan juga anak-anak bibi" ucap Song you.


"Hemhh,baiklah" ucap bibinya sesaat berhenti makan dan kembali lagi melahap makanannya.


.


.


.


Song you dan bibinya pergi menuju tempat di mana pamannya bekerja.


"Kenapa kamu memakai penutup begitu?" tanya bibi Song you pada Song you.


"Aku takut panas bi" ucap Song you beralasan.


Terlihat paman atau suami bibi sedang memasukkan pesanan dalam box di atas sepeda motor.


"Embzz,suamiku kasihan sekali kamu,kalau dari dulu kamu bekerja aku tidak akan se cerewet sekarang" ucap bibi Song you melihat ke suaminya,dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kita samperin yu bi" ajak Song you.


Song you dan bibinya menghampiri paman Song you,pertama Song you dulu yang menghampiri bibinya menunggu di belakang.


"Paman" panggil Song you.


"Eh,Song you ada apa?kamu membutuhkanku?" jawab paman Song you,yang baru menyadari saat akan berangkat mengirim pesanan.


"Tidak paman,itu,ada yang ingin bertemu denganmu" ucap Song you.


"Siapa?" ucap Paman penasaran dengan melihat sekeliling.


Bibi menampakkan dirinya dari balik pohon ia berjalan menghampiri.


Paman kaget dan merasa takut ia menghidupkan motor dan bermaksud ingin pergi.


"Aaa" ucapnya,perlahan menarik gas,namun Song you memegang tangan pamannya,dan meyakinkan pamannya.


Saat mendekat Paman turun dari motornya dan merunduk karna takut,


"Maafkan aku sayang,aku benar-benar minta maaf" ucap paman Song you,tidak berani melihat ke wajah istrinya.


"Dasar laki-laki menyebalkan" ucap bibi memukul dada pamannya lalu memeluknya,paman nya kaget dan syok,melihat istrinya memeluknya sambil menangis,Song you sendiri terharu,ia mengisyaratkan agar memeluk balik,namun pamannya tidak mengerti.


"Kenapa kau tidak memelukku?apa kau sudah ada wanita lain" teriak bibi.


Paman langsung balik memeluk erat istrinya.


"Tidak sayang,itu tidak mungkin,denganmu saja aku sudah hampir mati" ucap paman,membuat Song you tertawa.


"Apa?" ucap bibi mendengar perkataan suaminya,lalu mencubit pantat suaminya.


"Aaaaa,tidak-tidak istriku sayang" ucap paman kesakitan karna cubitan istrinya.


"Hei,cepat berangkat jangan lama-lama pelanggan menunggu" ucap pak Manager pemilik perusahaan.


"Hei,berani sekali kau membentak suamiku,cukup aku saja yang melakukan itu" teriak bibi.


"Sayang,sayang" ucap paman memegang bahu istrinya mencoba menenangkannya "Dia bosku" ucapnya lagi.Bibi langsung menunduk dan minta maaf.


"Maaf pak" ucap Paman.


"Maafkan aku" Ucap bibi kepada Bos.


Bos hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan bibi.


"Baik paman "


"Hati-hati di jalan" ucap bibi


Paman begitu terlihat senang dan bahagia ia tidak henti-hentinya tersenyum sambil mengendarai motor.


Song you mengantar bibi ke kontrakan pamannya,menaiki taksi,didalam taksi bibi terlihat sangat bahagia melihat suasana yang begitu indah.


"Wah,besar sekali gedung-gedung di sini" ucap bibi,Song you hanya tersenyum,ia membayangkan jika dirinya bisa membawa ibunya kesini pasti akan sama seperti bibi.


Song you diam sejenak,baru saja ia memikirkan ibunya,ia malah teringat kembali hp nya.


"Hei,apa yang terjadi denganmu?apa kamu baik-baik saja?" Tanya bibi melihat Song you yang tampak lesu.


"Ah nggak ada bi,aku baik-baik saja kok" ucap Song you.


"Emb,syukurlah terus masalah video yang viral itu bagaimana?" Tanya bibi.


"Belum tau bi,manager aku nggak ada ngabarin apa-apa" Jawab Song you,ia sedikit khawatir hp nya juga tidak ada.


"Hmmm,semoga baik-baik saja yah?" Ucap bibi.


"Iyah bi"


Tidak lama setelah mereka ngobrol akhirnya sampailah di kontrakan Pamannya.


Song you berpamitan untuk pulang dan bermaksud menemui managernya.


mobil saling bersalipan,Song you tidak sadar kalau managernya barusan melewatinya,yang baru keluar dari rumahnya,karna Song you merunduk mengambil gelang di bawah,ia fikir itu milik bibinya.


"Sudah sampai" ucap Supir.


"Terimakasih banyak pak" ucap Song you.


Supir merundukkan kepala menandakan iya.


Song you berdiri diluar pagar yang terkunci,ia memencet bel,tapi tidak ada reaksi sama sekali.Ia mencoba lagi,namun hasilnya tetap sama.


"Ahh,kemana ya pak Manager kok tumben sih,apa jangan-jangan dia ke hotel ya?" fikir Song you sejenak.


Song you yang bingung ia duduk di kursi samping pagar,selang beberapa menit sebuah mobil berhenti di depannya,tepatnya di depan rumah manager.


Song you mendongakkan kepala dengan rasa penasaran siapa tamu Manager.


Sesosok pria keluar dari mobil,ternyata produser film atau ayah Nam joon,di susul Nam joon keluar,Song you yang panik ia langsung berdiri dan merundukkan kepala,ia merasa malu.


"Kamu?" ucap produser.


"Song you?" ucap Nam joon.


"Maafkan saya pak" ucap Song you,ia mengerti kesalahannya.


"Kemana manager kamu?" Tanya produser.


Song you menggeleng-gelengkan kepalanya,tanda bahwa ia tidak tahu kemana perginya pak Manager.


Pak produser duduk di kursi,sedangkan Song you dan Nam joon berdiri di sampingnya,dengan rasa canggung dan tidak enak,terik panas matahari menyengat kulit,tidak terasa masing-masing dari mereka sampai berkeringat.


Hampir 20 menit mereka bertiga menunggu,akhirnya pak Manager Song you datang.


"Huh" Keluh mereka bertiga,melihat pak Manager turun dari mobil beserta asistenya.


Pak manager merasa bersalah setelah melihat wajah pak Produser,Nam joon dan Song you memerah penuh dengan keringat.


Tanpa kata-kata Pak Manager menyuruh asistennya membukakan gerbang.


"Silahkan pak " Ucap asisten pak Manager kepada pak Produser.


"Maafkan saya pak" Ucap pak Manager kepada pak Produser,sambil menatap Song you penuh rasa kesal namun juga kasihan.


Pak Produser hanya diam lalu masuk kedalam,mungkin karna sudah tidak betah panas jadi tidak berkata apa-apa.


Mereka bergiliran masuk kedalam rumah pak Manager,duduk di kursi ruang tamu,dengan sigap asisten pak manager menyalakan AC.


Lalu asistenya membuatkan minuman,sedangkan pak Manager duduk menemani mereka,


Next.