Good Girls

Good Girls
Ternyata sama saja



Song you mendengar itu memang kagum atas pencapaiannya hingga ia di undang menjadi pemain film,tetapi ia gelisah saat mendengar ia akan menjadi peran utama dengan cowo yang baru ia kenal,padahal dia baru saja bertemu dengan Young joon,apa tidak papa jika Song you menerimanya.


"Emb,gimana ya pak?saya masih bingung".


Jawab Song you dengan gugup.


"Song you".


Sahut Manager.


"Tidak apa-apa santai saja,shuting di mulai minggu depan,kita akan menunggu jawaban kamu besok malam,jika kamu menolak/tidak menjawab saya akan berikan kesempatan ini kepada orang lain".


"Baik pak,Song you pasti menerimanya, ini adalah kesempatan yang sangat besar".


Ucap Manager Song you.


Song you yang mendengar ucapan Managernya ia hanya mengangguk mengisyaratkan ia pasti menerimanya.


Perbincangan di tutup dengan acara makan-makan hingga selesai.


"Baik,terimakasih atas waktunya pak Manager dan,Song you".


"Sama-sama pak,saya sangat senang atas undangan anda".


Jawab Manager.


Sedangkan Song you hanya menunduk.


Pak Nam gook dan juga Nam joon pergi,dan Song you pun bermaksud ingin pergi juga.


Tetapi tangannya di pegang oleh Managernya.


"Song you,bagaimana ini?kenapa kau tidak menjawab iya,itu adalah kesempatan besar,kamu harus menerimanya,yahh?".


Ucap Manager.


"Iyah pak".


Ucap Song you sedikit takut,karna managernyalah yang membimbingnya hingga jadi seperti ini.


"Yasudah ayok kamu bareng aq aja,ini sudah larut malam".


Song you mengangguk.


.


.


.


.


Sesampainya Song you di rumah,seperti biasa ia membaringkan tubuhnya di ranjang,membuka hp.


Ada pesan masuk dan ia membukanya.


"Hai,bagaimana pertemuannya?semoga lancar yah?oh iya ada kabar apa nih?jangan lupa kabarin kalo sudah pulang yah?".


Song you membaca pesan itu dari Young joon,ia senyum dan mulai mengetik.


"Hai juga,pertemuannya lancar,ada sesuatu yang aku mau omongin sama kamu".


Song you mengetik dan mengirimkannya.


Dia bolak-balik di kasurnya menunggu Young joon membalas pesan.Tetapi tidak kunjung di balas.


"Ting".


Suara Hp Song you membangunkannya,karna lamanya Young joon tidak membalas pesan,Song youpun ketiduran.


Tepat pukul 12 malam.


"Hai,maafin aku,aku baru selesai kerja,besok yah kita ketemu dan kamu ngomongin semuanya besok,selamat malam,selamat bobok".


Song you membaca pesan itu,ia tersenyum tipis dan kemudian tertidur lagi,mungkin karna saking lelahnya dia.


.


.


.


"Kring,Kring,Kring".


Suara alarm berbunyi,hari ini ia kuliah jam 10 siang.


Jam 9:00 ia bangun.


"Uaahhhh,ngantuk sekali,tidak kusangka aku akan bangun jam segini,mandi dulu dah".


Ucap Song you bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi dengan terhuyung-huyung.


.


.


.


15 menit kemudian.


Song you selesai mandi dan segera berganti pakaian,belum selesai ia menata buku,handhpone nya berbunyi.


"Drrrrt,Drrrrt".


"Siapa sih,nggak tahu lagi buru-buru aja".


Ucapnya dan membuka hpnya ternyata itu Young joon yang menelpon.


"Young joon?".


"Hallo Young joon,apa kabar?".


Sapa Song you dengan terburu-buru sambil memakai sepatu.


"Hei baik,lagi apa?kenapa suara kamu tergesa-gesa?".


"Aduh,maaf ya Young joon,aku mau berangkat kuliah".


"Oalah,iyasudah kalo gitu nanti malam kita ketemu yah?aku nggak tau kalo kamu kuliah pagi".


"Bye".


Tut.


Handphone di matikan dan Song you pun bergegas turun dan berangkat ke kampus menaiki taksi.


.


.


.


Sesampainya Song you di kampus,ia duduk di kursinya menunggu bel masuk.


"Suorr".


Air minuman menyiram kepala hingga baju kebawah milik Song you.Song you kaget bukan main.


"Ups,maaf nggak sengaja,hahahah".


Seorang cewe kemarin yang meledeknya sekarang malah membuly nya.


"Asli kita nggak nampak lo ada di sini sama sekali,jadi bukan salah gue ya,hahha".


Ucapnya lagi,lalu pergi ke tempat duduknya.


"Song you,kamu kenapa?siapa yang nglakuin ini?".


Tanya Nando,yang menghampiri Song you mendapati Song you basah begitu bukan tanpa sengaja.


"Aduh,ini lagi cewe tomboy ngapain sih temenan sama orang aneh itu,emang lo nggak takut nanti tiba-tiba nunjukin wajahnya yang serem itu?".


"Hei jaga mulut lo yah?".


Ucap Nando dan bermaksud ingin memberi pelajaran pada Siska(cewe sok-sok an se fakultas).


Tetapi tangannya di genggam oleh Nando.


Jadi Nando memurungkan niatnya.Dan pergi mengantar Song you ke kamar mandi.


"Makasih ya?kamu tunggu di luar aja aku mau ganti baju".


"Nih,pakai baju aku,maaf bajuku kayak gitu".


Ucap Nando memberikan bajunya yang bermodel cowo pada Song you.


"Makasih".


Song you pun pergi ke dalam dan mengganti pakaiannya,sedangkan Nando menunggunya di luar.


"Hei Nan,boleh minta tolong nggak bantu baeain buku ini ke atas,berat banget".Seorang siswi menghampiri Nando dengan membawa banyak buku.Dan Nando pun membantunya.


"Toss,yokk yok cepet".


Ucap Siska dan menuju ke dalam toilet,ternyata Siska mengikuti Song you dan juga Nando.


"Klekk".


Suara kunci.


"Hei,siapa di luar,klek klek,lohh,tolong ada orang di luar?Nando?".


Suara teriakan Song you mencoba membuka pintu dan ternyata terkunci.


Tidak lama setelah itu pelajaran pertama di mulai,Nando dan Ain,Siswi yang minta tolong sama Nando memasuki kelas.


Saat baru duduk ia ingat bahwa Song you masih di toilet,ia bermaksud untuk berdiri namun Dosen masuk dan niatnya terhalang,karna Dosen ini terkenal sangat di siplin.


.


.


.


30 menit kemudian.


"Tolong,siapa di luar?tolong buka pintunya".


Teriak Song you.


Salah Seorang murid culun cowo yang akan pergi ke perpustakaan mendengar teriakan Song you dan ia pun menghampirinya.Meski ia merasa takut karna itu adalah toilet cewe.


"Please bukain pintunya".


Suara teriakan Song you meyakinkan cowo itu dan akhirya cowo itu menemukan sumber suars tersebut,dan menemui kunci yang menggantung di pintu.


Cowo itu pun membuka pintunya.


"Klek".


Song you yang mendengar itu langsung berdiri lagi dan menunggu pintu di buka dan akhirnya terbuka.


Song you keluar dan mendapati cowo itu berdiri di situ.


"Makasih ya?".


Ucap Song you.


Cowo culun itu hanya mengangguk.


Song you langsung lari dan masuk ke kelas.


Saat baru sampai di ambang pintu,ia melihat Nando yang buru-buru pergi.


Dan mereka saling bertatapan,melihat sudah tidak ada dosen Song you memutuskan untuk pulang,entah ia di absen bolos atau bagaimana ia sudah tidak perduli.


Saat balik badan tangannya langsung di pegang oleh Nando.


"Song you tunggu,kamu darimana?".


Tanya Nando,namun Song you tidak menjawab ia fikir Nando sama seperti Siska dan yang lainnya.


Song you melepas genggaman tangan Nando dan bergegas pergi.


"Makasih bajunya,besok aku kembalikan".


Ucapnya singkat tanpa menoleh dan lanjut pergi.