
Keesokan harinya tepat pukul 7 Song you bangun,ia ngecas hp lalu mandi.
Sesudah mandi seperti biasa ia masak mi instan,stok paling banyak ya mie instan daripada baju.
Makan dengan lahap,tanpa tersisa.
Setelah selesai makan ia kembali kamarnya dan membuka hpnya.
Dan mendapati pesan dari Young joon.
Ia mulai mengetik.
"Maaf ya,hp ku lowbat dan aku juga sudah tidur".
Tulisnya dengan emoticon senyum.
"Ting".
"Iyah nggakpapa lagian emang kamu kan pasti capek,bagaimana tadi malam?".
"Yah aku menerima tawaran itu,dan minggu depan sudah mulai syuting".
"Wah,secepat itu yah,selamat ya?".
"Makasih".
"Lagi apa sekarang?".
"Nyantai aja".
"Nggak kuliah pagi?".
"Enggak,jadwalnya sore nanti".
"Ouh iyah,tapi aq nggak bisa kesana sekarang,aku masih kerja ini".
"Nggak papa,lain kali kan ada waktu".
.
.
.
"Tok-tok-tok".
"Siapa sih,pagi-pagi kesini?".
Ucap Song you mendengar ketukan pintu.
Ia beranjak bangun dan membuka pintu.
"Klek".
"Eh,pak Manager ada apa pak?".
Ucapnya sedikit menutup pintunya lagi karna ia pakai baju santai/piyama.
"Buka,kenapa kau tidak membukakan pintunya?".
"Emb,anu pak sebentar ya,saya ganti baju dulu,ini...".
"Brokkk".
Pintu ia tutup sekeras mungkin,Song you gugup.
"Aduh,maafin aku pak,aku ganti baju dulu".
Disisi lain,pak Manager terdiam kaku karna kaget di tertawakan oleh Nam joon yang berada di sampingnya dengan tertawa pelan.
5 menit kemudian,Song you membukakan pintu dengan meringis menampakkan giginya.
"Silahkan masuk pak".
Ucapnya menunduk.
Pak manager tanpa katapun masuk bersama dengan Nam joon.
Duduk bersama di kursi ruang tamu.
"Ada apa pak?pagi-pagi datang kesini?".
Tanya Song you penasaran.
"Huh,"Pak manager tarik nafas.
"Jadi gini,maksud saya datang kesini,saya mau kamu mendekatkan diri dengan Nam joon,karna gini,kan kalian minggu depan syuting nih,nah supaya saat syuting kalian gak kaku,jadi saya saranin mulai sekarang kalian barengan,dan satu lagi,Nam joon juga pindah kuliah bareng sama kamu".
"Hahh?tapi pak?kan saya..?
"Saya belum selesai bicara".
Sahut pak manager.
"Kan kamu sebelumnya belum pernah acting kan?nah,nanti Nam joon akan ngasih tahu dan ngajarin kamu".
"Tapi...?
"Ssst,nggak ada tapi-tapi an".
Song you memunyungkan bibirnya,Nam joon hanya tersenyum geli melihat kelakuan Song you.
"Sudah itu saja,kamu nggak mau ngomong apa-apa nih sama Song you?".
Ucap pak manager ke Nam joon.
"Emb,aku minta no wa kamu,nanti biar enak kalo kuliah berangkat bareng".
"Hah?".
"Mana hp kamu?".
Sahut pak manager.
Song you mengambilnya dan memberikannya pada Nam joon.
"Nih,makasih yah?".
Song you mengangguk.
"Yasudah kita mau pergi dulu,ini tempat kamu rapihin ya?".
Ucap pak manager dengan melihat sekeliling yang penataan nya sesuai penataan Song you sih,tapi pak manager gak suka,sukanya yang formal.
"Makasih pak,".
Ucap Song you,pak manager dan Nam joon pun pulang.
"Brokk".
Song you menutup pintu dengan keras.
"Duh,".
Ucapnya.
Di posisi lain pak manager kaget lagi.
"Nih anak ada apa sih?".
Ucapnya.
Nam joon hanya mengangkat bahunya tidak tahu.
"Aaaa,ada-ada saja sih,kenapa harus bareng juga kuliahnya,terus nanti apa kata yang lain coba?sedangkan aku kuliah nggak pernah nunjukin muka,awas aja nanti kalo dia nunjukin mukanya".
Ucapnya mengepalkan tangannya.
.
.
.
"Ting".
Suara hp Song you.
Song you membuka pesan.
"Hai,ini aku Nam joon".
Song you membaca pesan itu,ia melirik ke nomor pengirim yang sudah bernama Nam joon sendiri.
"Huh,kan sudah di namain sendiri sih".
Ucapnya menaruh hp nya tanpa membalasanya.Ia berbaring di kasurnya.
"Aduh,nanti kalo nggak aku bales dia marah terus aku nggak jadi ikut syuting nanti,dan manager ku marah,dan aku nggak dapat penghasilan juga?Aduhhh,repot banget sih,kirain mah syuting tinggal syuting, ngapain harus pake acara pendekatan segala sih?".
Ucapnya bangkit dari tidurnya dan membalas pesan dari Nam joon.
"Hai juga,iyah ".
Ketiknya dengan emote senyum,
"Huh,sudah ya nggak usah di bales males banget aku,belum apa-apa udah harus acting".
Ucapnya karna ia pura-pura senyum dengan emote itu.
"Ting".
"Nanti pelajaran apa?".
"Hah,ni anak".
Ucapnya.
"Nanti pelajaran sejarah,kamu sekelas denganku?".
"Ouh,iyah kita sekelas".
Song you tidak membalas pesan itu lagi.
Ia pergi keluar jalan-jalan dan meninggalkan hp nya,olahraga lari pagi.
Saat berlari-lari kecil di gang berpapasan dengan orang-orang.
"Ih ni anak olahraga tapi muka di tutup rapat kek gitu emang gak gerah apa?".
Suara wanita setengah baya.
"Nggak tau tuh,aneh banget".
Sahut temannya.
Namun Song you tidak peduli,ia tetap lari,saat melihat akan ada yang melintasinya ia segera berjalan biasa.
"Asli gak enak banget kalo kayak gini huh".
Ucapnya mengeluh.
Ia duduk di taman minum air mineral yang ia bawa dari rumah.
Duduk santai hingga jam menunjukkan pukul 10,ia memutuskan untuk pulang istirahat.
.
.
.
Sesampainya di rumah,ia menuju kamar dan melihat hpnya,tidak ada pesan apapun.
"Drrrt,Drrrt".
Telpon masuk.
"Ae-cha?".
"Hallo,hai apa kabar?".
Tanya Song you,
"Aku baik,bagaimana denganmu?aku sangat kangen sekali".
"Aku baik,aku juga kangen tau,dimana Ara?".
"Ara?ada,dia lagi pacaran".
Ucap Ae-cha sedikit bete.
"Hah?yang benar?sama siapa?kok aku nggak tahu?".
"Saamaa Kang dae".
Bisik Ae-cha pelan.
"Hah?".
Song you kaget dengan suara keras.
"Aduh,ih jangan keras-keras bisa-bisa copot nih telingaku huh".
"Hehe maaf,yang bener?sejak kapan?".
"Yah sejak kamu nggak ada,nggak tau ceritanya aku, tiba-tiba Kang dae udah deketin Ara".
"Terus-terus".
"Yah nggak terus,rencana udah mau nikah aja".
Ucapnya bete.
"Ya syukur dong,bukannya Ara emang suka sama Kang dae kan?kok kamu kayak nggak seneng gitu sahabat kita mau nikah?".
"Bukan nggak seneng,kalo Ara nikah aku sama siapa?kamu jauh di amerika aaaaa".
Keluh Ae-cha.
"Oalah,tenang nanti aku susul kesini,aku kesepian juga di sini".
Ucap Song you.
"Gimana kesepian?bukannya kamu sudah bertemu dengan Young joon?dan sudah kuliah juga".
"Iyah udah,tapi ya gitu sibuk sama kesibukan masing-masing,di kuliahan aku juga nggak punya temen,baru aja aku dapat temen eh ternyata ngehianatin aku".
"Ngehianatin gimana?".
"Aku di sini di bully kayak dulu lagi".
"Lah kok bisa?".
"Yah bisa,aku nggak mau orang-orang tau identitas aku secepat itu,jadi aku tiap kuliah nggak pernah ngeliatin muka ku".
"Iyah juga sih,nanti malah nggak fokus yah?kenapa kamu nggak ngelawan aja sih?".
"Asli males aku ngladenin nya,dan lagi kalo sampek identitas aku kebongkar malah jadi ribet".
"Iya juga ya".
Song you dan Ara saling mengobrol melepaskan kangen seorang sahabat hingga lupa waktu.