Good Girls

Good Girls
Kacau



Pagi yang cerah mengawali hari,seperti biasa saat Song you kuliah siang ia lebih memilih untuk olahraga pagi.


Song you lari pagi seperti biasanya ia lakukan.


Sudah terbiasa bagi dia ejekan orang-orang sekitar melihatnya seperti orang aneh dengan memakai penutup dan topi.


Saat ada orang ia berhenti lari dan ketika sudah sepi ia lari lagi.


"Huh,nggak enak sama sekali rasanya,apa aku biarkan orang tahu tentang ku yah?".


Gerutunya,"Tapi nggak lah,nanti di kira sombong" ucapnya.


Sampailah Song you di pinggir danau ia duduk merentangkan kaki yang hampir menyentuh air dengan sepatunya yang hitam.


"Bagaimana caranya aku bisa jago acting?ouh iyah,mumpung aku masuk sore,aku mau coba telvon Young joon ah,siapa tahu dia nggak sibuk" Ucapnya mengeluarkan hp nya dan menelpon Young joon.


"Hmmm,kemana yah?kok nggak di angkat?"


Ucapnya lirih.Lalu mencoba menelpon lagi.


Kali ini telvonnya di angkat dengan senang ia langsung bicara."Young joon?".


"Hallo,siapa yah?Young joon sedang bersamaku sekarang" Suara cewe yang mengangkat telvon,tanpa menjawab lagi Song you langsung mematikan handphonenya.


"Ahh,dasar cowo playboy" ucap Song you melemparkan hpnya ke danau saking kesalnya ia.


"Aduh,hp ku" ucapnya saat sadar ia barusaja melempar hp nya kedalam danau.


Di sisi lain.


"Hei,ngapain kamu pegang hpku?" Ucap Young joon yang barusaja masuk lalu mengambil hp nya dari tangan wanita yang duduk di meja kerja Young joon,lalu ia membuka hp nya itu.


"Maaf aku tidak sengaja,tadi ada telvon jadi aku angkat"Dengan tanpa bersalah wanita itu menjawab.


"Song you?ngomong apa kamu barusan?" Tanya Young joon serius


"Aku nggak sengaja,ngangkat telvon kamu"


"Iyah, terus kamu bilang apa sama Song you?" Tanya Young joon semakin kesal "Turun kau dari meja ku"


"Ouh Song you"gumamnya mendengar nama itu,"Aku nggak ngomong apa-apa kok,aku cuma bilang kamu bersamaku, sudah itu saja"


"Dasar gila,keluar kau dari sini jangan menganggu kerjaku,lancang sekali menyentuh hp ku" Usir Young joon ,sambil ke bingungan ia memegang hp nya dan mondar-mandir khawatir jika Song you akan marah.


"Sudahlah,dia tidak akan marah" Ucap Wanita itu saat di ambang pintu.


"Pergi" Teriak Young joon.


Young joon mencoba menelpon Song you namun nomor Song you tidak aktif.


"Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi"


"Ah sial,bagaimana ini?"


.


.


.


Disisi lain Song you yang tidak tahu harus bagaimana,ia memutuskan untuk terjun ke danau dan mengambil hpnya.


Ia berenang menyelam mencari dimana letak hp nya,barusaja ia melihat hp nya kakinya di tarik oleh seseorang.


"Emb,emb" Mulutnya menggembung menggeleng-geleng ia tidak ingin naik,sambil meraih hp nya,namun sayang hp nya tidak berhasil ia ambil.


"Bwahh" ,Song you menampakan kepalanya dengan air di pinggiran setinggi perutnya.


Shale dan topinya sudah tidak ada hanyut terbawa air,namun ia tidak menyadarinya.


"Song you?" Suara laki-laki yang barusan menolongnya ternyata paman Song you sendiri.


"Paman?sejak kapan paman ada di sini?" Ucap Song you bingung,di depannya adalah pamannya yang tinggal bersama bibinya di korea tapi kenapa sekarang ada di sini?.


Semua orang bergerombol melihat Song you,


"Wah Song you,si penyanyi itu,kenapa dia disana?" Suara wanita.


"Iyah,siapa laki-laki itu?"


Semua orang mengambil gambar Song you dan juga pamannya,pamannya masih tergolong tidak terlalu tua,seperti om om lah,jadi orang berfikir an yang tidak-tidak tentang Song you.


Di balik kerumunan banyak orang,Song you dan pamannya menerobos keluar dari kerumunan dan mencari taksi lalu pergi.


Di dalam mobil.


"Hei,kamu ngapain ada di dalam danau?" Tanya pamannya.


"Paman sendiri ngapain di sini?bibi dimana?" balik tanya Song you.


"Huh,ceritanya panjang,bibimu terlalu cerewet" jawab paman Song you mengeluh.


"Hah paling juga paman yang masih suka main judi" ucap Song you tanpa pamrih,karna ia tau sendiri bagaimana pamannya begitu suka dengan judi.


"Yah,mau bagaimana lagi?kalau aku tidak main judi nggak akan dapat uang"


"Huh,bagaimana bisa main judi dapat uang?lebih tepatnya ngabisin uang" ucap Song you.


"Kalo menang kan dapat uang"


"Mana pernah paman menang,kalah terus yang iyah,sampek di kejar-kejar orang karna ngutang,untung ada aku jadi aku bisa ngehajar mereka" Ledek Song you.


"Iyah,paman salah,sekarang paman sudah tobat,mangkanya paman kesini cari kerja"


Mendengar itu Song you melihat baju pamanya dari atas sampai bawah,terlihat pamanya memakai baju pengantar makanan berwarna biru.


"Iyah, walau paman hanya kerja jadi pengantar makanan" Ucapnya lagi,setelah Song you melihatnya dengan teliti.


"Pokk" Song you menepuk bahu pamannya.


"Apapun pekerjaan paman,yang penting kerja dengan baik pasti akan membuahkan hasil" ucap Song you mendewasakan.


Pamannya hanya tersenyum.


"Yasudah,kita pergi ke tempat tinggal aku dulu,nanti paman aku carikan tempat tinggal,nggak enak nanti kalo ada manager aku kalo paman tinggal bersamaku"


"Iyah makasih ya?"


"Aku yang seharusnya berterimakasih,paman sudah merawat ku saat aku masih kecil"


Pamannya tersenyum begitupun Song you tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


"Dan satu lagi,paman harus ngomong sama bibi nanti,dan jelasin semuanya"


"Hah?nggak, dia pasti sangat marah,bisa-bisa dia menyusulku dan habislah aku"


"Tenang saja,bibi pasti mengerti"


Meski ragu,pamannya tidak menolak permintaan ponakannya itu,sesampainya di hotel Song you masuk bersama pamannya.


"Silahkan masuk paman"


"Makasih"


Song you tersenyum dan membiarkan pamannya masuk.


"Paman mandi di kamar mandi sana,aku kamar mandi sini"


Pamanya menuruti dan mereka berdua mandi masing-masing.Dengan tenang Song you mandi menikmati air mengalir di rambutnya.


Setelah selesai,ia berganti pakaian.


ia bingung,kenapa pamannya belum juga keluar dari kamar mandi?


"Tok-tok"


"Paman,apa paman sudah..." aaaa"


Song you kaget dan langsung menutup matanya saat pamanya membuka pintu kamar mandi,dengan hanya memakai handuk sampai perutnya.Kelihatan kekar wkwkwk


"Kenapa paman tidak pakai baju?" Tanya Song you yang masih belum paham.


"Bagaimana aku pakai baju?bajuku basah semua karna tadi" ucap pamannya yang juga malu dengan berusaha menutup bagian perut dan dadanya dengan kedua tanganya.


"Ouh iyah" Song you ingat dan segera berbalik


Next..


"