
Baru sampai di lantai 2 aku berhenti dan duduk di salah satu bangku yang ada di sana. Sebenarnya kumpulan masih sekitar setengah jam lagi, tapi aku sudah benar benar tidak mood di lapangan.
"Hm, masih sepi banget.. Di atas belum ada siapa siapa kan ya?" Batin ku.
Sembari menunggu, aku membuka tas ku dan mengambil bekal yang di berikan ibu tadi pagi. Aku membuka nya dan memakan separuh nasi putih yang di campur dengan opor ayam itu. Aku menutup kembali tempat makan ku, menyisakan separuh agar bisa di makan lagi nanti.
"Oh iya, di atas kan WiFi kenceng, ke atas deh" Gumam ku seraya melangkahkan kaki menaiki anak tangga.
Baru saja akan memasukkan bekal ku ke dalam tas, seseorang menabrak ku dengan keras dan membuat bekal ku terjatuh, semua nya tumpah.
Aku terdiam menatap bekal ku yang berserakan di lantai, kemudian menatap punggung orang menyebalkan yang masih saja meneruskan langkah nya padahal baru saja menabrak seseorang. Paling tidak minta maaf kek!
Kesal, aku pun memanggil orang itu.
"Woi cowo baju hitam yang lagi jalan! Ga minta maaf nih?" Tanya ku yang membuat langkah nya terhenti.
"..Maaf kenapa ya?" Tanya nya seperti tidak tahu apa apa dan tidak terjadi apapun.
"..Kamu ga lihat? Makanan ku tumpah semua karena kamu menabrak ku!" Ucap ku kesal.
"Loh, salah sendiri dong, kenapa ga di masukin ke dalam tas? Kenapa juga lemes banget di senggol dikit langsung jatuh?" Tanya pria itu menatap ku.
"Bukan nya minta maaf malah nyalahin! Minta maaf ga?! Tadi tuh salah kamu! Mana nih pemimpin yang bisa ngasih contoh yang baik buat bawahan nya?! Cara nya minta maaf aja ga ngerti" Ucap ku kesal.
Pria dengan nama Rayhan Rangga Aditya itu mengernyitkan dahinya lalu berjalan ke arah ku.
"Apa?!" Tanya ku dengan nada yang sedikit meninggi.
"Kamu yang apa? Seenaknya ngatain orang" Ucap nya ketika sudah berdiri di depan ku.
"Siapa yang ngatain sih? Aku cuma nyuruh kamu minta maaf loh ya"
"Coba deh baca di atas! Kamu ngata ngatain!" Ucap nya kesal.
"Baca apa sih? Mimpi ya? Udah buruan minta maaf! Tuh liat, makanan nya tumpah semua!"
Ucap ku seraya menunjuk makanan yang sudah berserakan di lantai. Hah.. Opor ayam ku...
"Ya suruh siapa jalan lambat kaya kura kura! Letoy lagi, bawa gitu aja ga becus"
"Dih! Malah ngatain! Ribut kah kita?!" Tanya ku menantang dengan posisi kuda kuda ku.
"Sorry ya, aku ini laki laki"
"Ya terus?! Kenapa kalau laki?!" Tanya ku.
"Hah.. Udah deh, aku ga mau debat, aku ke ruangan duluan"
Dia berbalik dan melangkah menuju ruang OSIS, namun aku memegang pundak nya dan menahan nya.
"Oww.. Takut ya??"
"Buat apa takut sama orang lembek kaya kamu" Lagi lagi dia mengejek ku.
"Manusia ini!!"
Aku berjinjit dan mengacak rambut nya hingga jadi berantakan.
"Apaan sih?! Berantakan kan jadi nya!!" Ucap nya kesal.
"Biar impas! Makanan aku tumpah, rambut kamu acak acakan! Ini belum seberapa ya!" Ucap ku memperingatkan.
"..Heh.. Kamu pikir cuma kamu yang bisa begitu?"
Dia memiting leher ku dengan lengan nya lalu mengacak rambut ku hingga tidak berbentuk.
"Kurang ajar!!"
"Rasaiiin"
"Eh eh, ada apaan nih?" Tanya seseorang yang membuat pertengkaran kami terhenti.
Aku memukul lengan Rangga yang masih memiting leher ku.
"Lepas ga?!"
"Oh iya, lupa"
"Ada apaan guys?" Tanya Haikal bingung.
"Nih temen mu, udah nabrak, bikin makanan tumpah, ga mau minta maaf lagi! Malah ngajak ribut" Jelas ku.
"Loh, yang ngajak ribut kan kamu" Bantah Rangga.
"Masih aja ya!"
"Udah udah, ke ruangan yu? Bentar lagi anak anak ke ruangan, udah pada di tangga noh"
"Tuh fans mu datang, minta belain sana!" Ucap ku meledek Rangga.
"Awas kamu ya"
"Apa?!"
"Duh, udah udah" Ucap Haikal seraya menjauhkan Rangga dari ku.
Kami menaiki tangga dan sampai di ruang OSIS. Kami mengatur posisi duduk kami dan memulai rapat OSIS mengenai acara 17 Agustusan yang akan di adakan 3 hari lagi.
"Oke, jadi kita bakal adain lomba ya. Ada yang punya usul ga lomba nya mau apa?" Tanya Rangga meminta saran.
Deon yang sedari tadi memainkan dagunya kini mengangkat tangan nya.
"Aku ada ide Han"
"Ya, silahkan" Ucap Rangga mempersilahkan.
"Kita main bakiak, gimana? Itu kan bisa bikin anak anak kompak juga" Saran Deon.
"Hm.. Boleh boleh" Rangga mencatat apa yang di katakan Deon tadi pada buku nya.
"Ada lagi?"
Aku yang sedari tadi memikirkan hal ini mengangkat tangan ku dengan yakin.
"Hm, apa saran nya?" Tanya nya ketus.
"Cara nya?"
"Kita main nya jongkok, terus karung nya di ikat sampai leher, habis itu kita pakai helm. Kan seru, lucu jadi nya" Jelas ku.
"Itu ga nyiksa peserta?" Tanya Rangga tak yakin.
"Engga dong, ya jangan kenceng kenceng ngiket nya, helm nya juga, cari yang pas"
"Hm, gimana nih yang lain?" Tanya Rangga pada anggota yang lain.
Apaan sih? Kenapa mesti tanya yang lain dulu?? Sebelum sebelum nya engga, toh ga berbahaya kan permainan nya? Dasar orang ini
"Tunggu tunggu, ini kan ga berbahaya, justru menghibur kan?" Tanya ku.
"Ya harus minta persetujuan yang lain dong" Jawab Rangga.
"Loh, ko yang sebelumnya engga di tanya dulu ke yang lain? Ini wajar kan? Udah pernah ada ko yang mainin"
"Ya kita perhatiin keamanan nya dulu dong, kalau peserta sesak gara gara ide kamu gimana?"
"Ap- Ah! Maka nya cari nya yang sehat! Jangan yang lagi sakit" Ucap ku tak mau kalah.
"Rekrut sendiri sana, kelas kita kan ada banyak, belum lagi kakak kelas. Masa harus ngedata satu satu yang sakit"
"Dih apa sih"
"Aduh kalian mah, kenapa malah ribut sendiri sih?" Ucap Dodi setelah lama diam memperhatikan kami berdebat.
"Iya ih, lagian itu bagus ko Han, aku setuju. Pasti lucu jadi nya" Tambah Danu.
"Iya Han, di pakai aja" Deon menambahkan.
"Tuh denger!" Ucap ku kesal.
"Hm, ya ya, sorry"
Akhirnya lomba lomba yang akan kami adakan sudah terkumpul. Tinggal mempersiapkan apa saja perlengkapan yang akan di beli untuk menghias ruang OSIS dan keperluan lomba.
"Oh iya, jangan lupa kasih pengumuman buat hias kelas masing masing" Dina mengingatkan.
"Oke, besok aku urus" Ucap Rangga dengan santai nya. "Habis ini kita belanja ya?"
"Waduh, Han hari ini anak kelas ku kerja kelompok, tugas nya buat besok. Ada 6 orang" Dina menjelaskan.
"Oh gitu? Tinggal berapa ini jadi? 5 orang yang lain bisa?" Tanya Rangga.
"Aih, aku ga bisa juga Han, besok tanding basket, jadi hari ini gladi bersih" Kata Deon yang juga tidak bisa ikut belanja.
"Loh, ko pada ga bisa sih? Sinta? Rara? Aldi?" Tanya Rangga bingung.
Aku ga di tanya🙂
"Aku harus jemput ibu Han, ga bisa" Ucap Aldi yang juga menolak.
"Aku lomba juga Han, jadi ikutan gladi bersih sama Deon" Tambah Rara.
"Anu Han.. Hari ini aku ada les" Sinta menambahkan.
"Loh ko ga bisa semua sih? Pada kemana ini anggota yang lain?" Tanya Rangga kesal.
"Loh Han, kan ada Mika"
"...Apa?"
"Udah biarin aja, dia ga mau belanja sama aku. Jadi habis ini aku mau pulang, mao tidur!" Ucap ku kesal.
"Aduh.. Jangan marah dong Ge. Ayo deh ntar belanja, langsung ya habis ini? Maaf aku lupa"
Rangga bicara dengan wajah yang super kusut, aku yakin sebenarnya dia tidak mau pergi dengan ku, tapi ya mau bagaimana. Dari pada sendiri kan?
"Yasudah, rapat selesai sampai di sini. Semua nya hati hati. Ayo Ge, ke parkiran" Ajak Rangga.
Rapat selesai, kami semua keluar dari ruangan dan menuruni anak tangga satu persatu hingga sampai di parkiran.
"Mana motornya?"
"Di pojokan, motor kamu mana?" Tanya ku.
"Ga bawa, lagi rusak"
"Loh, terus gimana?!"
"Ga usah ngegas kali, ya nebeng lah"
"Iih.. Ntar kempes!"
"Aku ga segendut itu ya, jadi tenang aja"
Aku berjalan dengan kesal hingga sampai di depan motor kesayangan ku.
"Mana kunci nya? Biar aku yang bawa" Rangga menawarkan.
"Nanti rusak!"
"Gila aja, engga lah. Udah cepet sini"
"Ish! Tapi aku cuma bawa helm satu"
"Ya ga papa, biar aku yang pakai
Aku memutar bola mata ku kesal. Aku melihat ke arah lain dan menangkap sosok Al yang sedang berjalan beriringan dengan Nara. Mereka mengobrol, tertawa, bahagia sekali. Cepat cepat aku memalingkan pandangan ku karena Al membalas tatapan ku.
"A-ayo Ga! Kita jalan! Nanti toko nya tutup" Pinta ku seraya memukul pundak Rangga.
"..Sabar napa, bukan tukang ojek nih"
"Ais udah buruan jalan! Aku tunggu di depan gerbang" Ucap ku seraya berlari menuju gerbang.
Apa Al akan membenciku setelah ini? Batin ku di sertai dengan air mata yang mulai mengalir membasahi wajahku.
BERSAMBUNG...