
Nama ku Mika Afandi Gea, umur ku 17 tahun. Saat ini aku sekolah di SMK. Di sini ada 4 jurusan, ada perhotelan, tata boga, tata busana, dan tata kecantikan.
Satu tahun yang lalu aku mendaftar ke sini dan memilih jurusan perhotelan. Aku sangat bersyukur dan senang karena aku di terima di sini.
Aku menyukai semua tentang sekolah ini. Guru guru nya baik, sangat menyenangkan di ajar oleh mereka. Lingkungan yang indah dan bersih, dan pasti nya luas. Aku paling suka perpustakaan, selain dingin di sana kita juga bisa membaca berbagai macam buku.
Aku berangkat ke sekolah menggunakan motor dan sampai pada pukul 06.45. Aku bisa merasakan aroma embun di pagi hari, benar benar menyejukkan. Pada saat jam istirahat, anak anak berhamburan keluar kelas dan menyerbu kantin.
Di hari tertentu kami mengenakan baju jurusan, dan tentunya itu berbeda beda. Aku bisa mendengar setiap langkah orang orang yang berjalan mengenakan sepatu pantofel. Ini juga pertama kali nya bagi ku mengenakan sepatu pantofel. Memang sedikit susah berjalan menggunakan sepatu ini, awal awal juga sakit dan memar.
Tapi itu satu tahun lalu, sekarang aku sudah terbiasa dan bisa beradaptasi dengan baik. Dan semua yang aku katakan di atas, sekarang sudah berbeda.
Aku tidak merasakan udara segar di pagi hari namun terbayang dengan tugas dan wajah guru guru killer itu. Pada siang hari kadang tertahan di kelas untuk mengerjakan tugas yang belum selesai. Dan saat pulang ke rumah harus melanjutkan pekerjaan rumah.
Boro boro memikirkan cinta, untuk membaca novel di ponsel saja tidak bisa. Setiap kali aku memegang ponsel ibu ku selalu muncul dan berkata begini, "Hp teroooos! Kapan belajar nya?!"
Lalu, 10 jam di sekolah apa yang aku perbuat? Membaca novel dan bersantai?
Di awal sekolah, ada beberapa kakak kelas yang mempromosikan berbagai ekstrakulikuler. Aku mendaftar ekskul English club dan IPA karena saat itu aku hanya memikirkan belajar, belajar dan belajar.
Namun sekarang aku berpikir untuk masuk ekskul yang lain karena merasa bosan dan ingin mencari kesibukan yang lain selain belajar.
Ah ya, aku lupa memperkenalkan. Aku mempunyai seorang teman, kami tiba tiba menjadi akrab setelah duduk di bangku yang sama saat penataan bangku saat kelas 10 dulu.
Nama nya Nara Maharani, panggil saja Nara. Dia ini sangat hobi berolahraga. Dan ekskul yang ia pilih ada banyak. Namun yang ia tekuni hanya basket dan PMR. Dia sedikit tomboy, rambut nya pun pendek seperti laki laki. Jika sudah mengenakan celana, topi dan masker dia sudah benar benar seperti laki laki.
Dalam sebuah kelas, pasti nya kalian pernah tidak menyukai seseorang kan? Aku pun begitu. Ada beberapa anak yang kurang kusukai. Dan parah nya, kami akan terus bersama hingga lulus.
Banyak setan berkeliaran dengan dandanan tebal di wajah mereka. Banyak pula anak anak perempuan yang sok menjadi tomboy, entah kenapa itu membuat ku sedikit jengkel.
Dan ketua kelas ku menjadi kandidat ketua OSIS untuk masa bakti tahun ini dan tahun depan. Dan ia beruntung, ia resmi menjadi ketua OSIS di sekolah ku. Padahal aku tidak memilih nya, kenapa dia bisa terpilih ya?
Sejak awal dia memang sok keren, sok ganteng, sok berwibawa, aku tidak menyukainya. Ia juga selalu modus pada teman ku Salsa. Dan entah kenapa, seluruh teman laki laki ku di kelas sangat mengejar ngejar Salsa. Ya, dia memang cantik sih. Kulit putih bersih, mata, hidung dan mulut nya pun indah. Mungkin jika aku terlahir sebagai laki laki aku juga akan tergila gila pada nya.
Ketua kelas ku itu sebenarnya biasa saja, tapi mungkin karena dia adalah ketua OSIS jadi banyak perempuan perempuan yang mengejar ngejar dia. Bahkan ada yang mengukir nama nya di buah. Sepertinya hanya aku hater nya.
Hari ini jam 9 pagi, aku harus kumpul ekskul English club di sekolah. Setelah siap aku segera berangkat menuju sekolah. Semua berjalan seperti biasa, hingga beberapa murid maju ke depan dan izin untuk selesai lebih dulu karena ada ekskul yang lain.
Aku yang tidak pernah tertarik pada laki laki manapun untuk pertama kali nya tidak bisa mengalihkan pandangan ku dan terus menatap salah satu dari mereka. Dia.. Mirip seperti artis favorit ku!
Hari demi hari berlalu.. Mungkin karena aku sudah pernah melihat wajahnya, aku jadi sering bertemu dan menyadari keberadaan nya. Saat bertatap wajah dengan nya rasa nya muncul bunga bunga yang bermekaran di perut ku, rasa nya aku ingin teriak sekeras keras nya.
Selama beberapa minggu aku hanya menyimpan rasa ini sendiri dan tidak menceritakan nya pada siapapun. Hingga hari ini, kami jadi satu kelompok saat ekskul. Kami berdiskusi dan memikirkan bagaimana cara menjawab soal soal ini.
Dia orang yang baik dan ramah, ia sangat pandai bicara. Wajah serius nya saat sedang memikirkan jawaban untuk mengisi soal ini, membuat ku semakin berdebar. Aku tidak bisa fokus jika ada di dekat dia.
Waktu ekskul selesai dan kami semua bubar kemudian pulang, karena memang ekskul English club jadwal nya pada hari Sabtu, dan pada hari Sabtu kami libur sekolah.
"Hai Mika" Sapa pria tinggi yang tadi duduk di sebelah ku.
"A-ah.. Ya? K-kenapa ya?" Tanya ku dengan gugup.
"..Kamu takut sama aku?" Tanya nya merasa tidak enak.
"O-oh engga ko.. Aku emang kadang kadang jadi gini ngomong nya.. Ma-maaf ya"
"Oo kirain takut, hehe. Oh iya, boleh minta nomor hp kamu ga?"
Aku merasa senang sekaligus terkejut, Alvaro, orang yang aku kagumi selama beberapa minggu ini meminta nomor ponsel ku!!
Tentu saja dengan senang hati aku memberikan nomor ponsel ku.
"Thanks ya"
"Oke"
"Pulang naik apa nih Ka?"
"Motor"
"Waah bisa naik motor ternyata"
"Emang kenapa? Kalau dari muka kaya belum bisa ya? Wkwkwkwk"
"Iya sih, masih lucu kaya anak kecil"
Mendengar perkataan itu wajah ku rasa nya panas, dan aku bisa mendengar degup jantung ku yang berdetak lebih kencang dari biasa nya. Aduuh semoga dia tidak mendengar nya ya.
"Hm? Kamu demam Ka? Muka nya merah loh"
"Ap-apa?! Merah?!"
"Iya, merah. Apalagi kamu putih, keliatan banget kalau merah"
"O-oh, gitu ya? Hahahaha, ga sakit ko. Yaudah aku pulang ya? Mau istirahat"
"Oke, hati hati ya"
"O-oke"
Itu lah kali pertama kami dekat. Malam nya ia mengirimi ku pesan, dan kami mengobrol begitu saja. Aku senang sekali akhirnya kami bisa kenal dan saling bertukar pesan seperti ini. Benar benar tidak pernah ku bayangkan!