Give Up

Give Up
02



Akhirnya aku mendaftar ekskul basket dan sudah mulai latihan. Hari ini sepulang sekolah aku akan mengganti pakaian dan latihan basket di lapangan. Saat sampai di lapangan basket, Nara melingkarkan lengannya di leher ku dan tertawa.


Saat aku memperhatikan sekeliling dan memperhatikan keadaan lapangan basket, aku menangkap sosok yang langsung membuat jantung ku berdebar. Ada Al di sana, begitulah aku memanggil nya sekarang. Aku segera memalingkan pandangan ku ke tempat lain dengan hati yang berdebar-debar. Ternyata dia anak basket juga?


Saat dia menyadari keberadaan ku, dia meletakkan bola basket yang sedang ia mainkan dan berjalan ke arah ku. Melihat nya mendekat, jantung ku berdetak semakin cepat, sampai keringatan sangking gugup nya.


"Ra, anak anak ngajak main tuh" Ucap Al pada Nara.


"Oh gitu? Oke"


Nara menjauhkan lengan nya dari ku kemudian berjalan mendekati anak anak yang lain. Baru 3 langkah ia melangkahkan kaki nya, ia terhenti dan berbalik.


"Oh iya Va, tolong ajarin Mika main ya? Dia baru masuk hari ini" Pinta Nara.


"Pantesan ga pernah lihat, baru masuk ternyata. Kirain cuma mampir doang"


"A-ahaha cari kesibukan aja"


"Yaudah ayo langsung main aja"


Al mengambil bola nya dan mulai mengajari ku bermain basket. Ia menemani ku latihan hingga senja, sebenarnya aku merasa tidak enak jika begini.


"Anu.. Al"


"Hm? Kenapa? Cape?"


"Um, kita ga kelamaan ini?"


"Biasa nya anak anak sampe malam"


"Malam?! Ga di cariin orang tua nya apa? Terus belajar nya? Pasti kan capek"


"Hahahaha biarin aja, paling belajar sampe malem kalau rajin, atau mungkin pulang pulang langsung tidur gara gara cape wkwkwkwk"


Dari jauh aku melihat Nara sedang berlari ke arah kami.


"Eh, udahan yok? Kita makan" Ajak Nara.


"Boleh, makan di mana?" Tanya Al.


"Ada deh, gue lagi pengen nasi goreng nih"


"Oh oke"


"Um.. Gue ga ikut ya? Udah jam segini, gue harus pulang" Kata ku sembari melihat jam tangan yang sudah menunjukkan pukul 18.05.


"Yaaah ga seru ah"


"Iya Ka, kenapa ga ikut aja?" Tanya Al.


"Engga deh. Lagian ibu juga pasti udah masak"


"Hadeeuuuh dasar anak rumahan" Kata Nara.


"Hehe"


Aku berdiri dan mengambil tas ku kemudian memasukkan handuk dan botol minum ku. Setelah itu aku pamit pada anak anak yang lain untuk pulang duluan. Yaa begitulah, mungkin karena tidak biasa, aku tidak berani keluar malam dan memilih untuk diam di rumah bersama ibu.


Setelah itu, kadang ada orang yang datang ke kelas dan memberi ku hadiah, seperti bunga, coklat, atau gorengan dari kantin, kata nya dari seseorang. Aku juga pernah mendapatkan surat yang isi nya 'Selamat pagi manis, semangat belajar nya'. Dan di akhir surat nya selalu tertulis huruf A.


Aku pernah berpikir kalau itu dari Alvaro, tapi masa sih? Kami memang sering chat sih akhir akhir ini. Dia juga kadang ngajak ketemuan, seperti hari ini nih. Dia mengirimi ku sebuah pesan.


"Ka"


Dengan hati yang berdebar aku membalas pesan dari Al. Kenapa ya sesuatu yang berhubungan dengan Al selalu membuat ku berdebar?


"Ya?"


Selang 5 menit dia membalas.


"Pelajaran siapa nih? Ko main hp?" Tanya nya.


"*Bu Nila"


"O pantes wkwkwkwk"


"Kamu sendiri? Kenapa main hp*?" Tanya ku.


"*Pak Ageng"


"Ih parah, guru killer itu"


"Biarin wkwkwkwk. Eh, ntar sore jalan yu?"


Apa nih?!


"Jalan? Maksudnya?"


"Pulang sekolah kalau ga ada acara ayo jalan? Ke Blue Cafe*"


Aku mengucek mata ku dan kembali membaca pesan dari Al. Dan ternyata benar dia mengajak ku pergi. Duh, bagaimana ini?


"*Ga bisa ya?"


"Bisa bisa"


"Oke*"


Duuh kenapa sudah pulang saja sih? Kenapa waktu berjalan cepat sekali?! Saat ini aku sedang berjalan menuju lapangan basket untuk bertemu dengan Al. Aku sampai di lapangan basket dan melihat sosok Al sedang duduk dan memainkan ponselnya. Perlahan aku berjalan mendekati nya.


"..Al"


"Eh udah datang aja, yu ah langsung"


"Oke"


Dia mengeluarkan motor nya dari parkiran dan mempersilahkan ku untuk naik.


"Maaf ya masih pakai motor, nama nya juga anak sekolah"


"Apa sih.. Ga papa kali"


"Terus itu rok nya gimana? Aku ga bawa jaket"


"..Ga papa, aku duduk nyamping aja"


"Sorry ya"


"No problem"


Sebenarnya aku tidak biasa duduk begini, aku takut jatuh. Tapi bagaimana lagi, tidak ada jaket dan aku tidak membawa celana lagi.


Sekitar 15 menit di perjalanan, akhirnya kami sampai di Blue Cafe. Biasa nya kami ke sini untuk mengerjakan tugas bersama atau belajar bersama. Tapi entah kenapa Al selalu mengajak ku ke sini.


"Mau pesan apa kakak kakak?" Tanya seorang pelayan yang biasa melayani kami.


"Kopi satu ya ka" Jawab Al.


"Kalau Kaka yang ini?" Tanya pelayan itu.


"Aku mau es teh saja"


"Baik, sebentar ya"


"Oke Raa"


Yap, Nara merupakan salah satu pelayan di sini, ia mencari pekerjaan karena sedang butuh uang. Dia yang sering melayani kami. Saat aku memperhatikan Nara yang sedang mengelap meja, ada seorang pria yang menghampiri nya. Pria itu mengusap kepala Nara kemudian tertawa, Nara pun begitu.


"..Jadi, kamu ngajak aku ke sini kenapa? Ada tugas?"


Saat aku memalingkan pandangan ku dari Nara pada Al, aku melihat Al sedang menatap Nara dengan ekspresi yang aku sendiri pun tidak bisa menjelaskan nya. Ekspresi nya sangat berbeda saat kami ke mari kemarin kemarin.


"Al"


Dia tidak menjawab dan masih memandang Nara.


Ngelamun ya?


"Al!"


"Ha? Eh? Kenapa?"


".. Kamu ngelamun ya?"


"Hm? Engga ko, tadi ada sesuatu yang lagi aku pikirin. Kenapa?"


"Justru aku yang mau nanya, kamu ngajak aku ke sini mau apa? Ada tugas?"


"Ga ada ko"


"Jadi?"


"Ada yang mau aku omongin"


"Tentang apa?"


".. Tentang... Perasaan aku"


Perasaan? Apa dia mau ngungkapin perasaan nya ya? Jangan jangan dia suka sama aku?!


"Ka.. Sebenernya..."


Ya ya ya?


Dengan hati yang berdebar-debar aku menunggu kata kata selanjutnya yang akan keluar dari mulut nya.


"Sebenernya aku suka.."


"Tunggu tunggu, kamu lagi naksir seseorang?"


"..Iya"


"Oke"


"Sebenernya, aku suka sama.. Nara"


BERSAMBUNG...