
Setelah membongkar isi koper di kamarnya Syua keluar dari kamar untuk mengelilingi vilaa ia berjalan menuju ke balkon yang tertutup rapat dengan gorden. Balkon tersebut berada di belakang dan menghadap langsung dengan areah belakang villa.
Karena penasaran dengan balkon yang tertutup gorden, Syua membuka gorden dan langsung disuguhkan dengan pemandangan laut. Ia terkesima sekaligus terkejut bahwa villa tersebut berada di dekat laut.
Segera Syua turun ke lantai bawah menuju kamar Abraham untuk menunjukan hal tersebut.
"Kak! Kakak!" Panggil Syua sambil mengetuk pintu kamar milik Kyle.
Tetapi yang membuka pintu bukanlah Abraham melainkan Kyle sendiri.
"Ada apa Syua? Cari Abraham ya?"
"Iya kakak ada dimana ya?"
"Aku gak tau. Soalnya habis dia beres-beres, dia langsung keluar. Dia kenapa sih kok pendiem banget?"
"Dia emang kayak gitu sama orang baru. Tapi kalau udah kenal pasti akrab kok."
"Oh gitu yaudah kalau gitu kita cari kakak kamu bareng-bareng." Kyle langsung menggandeng Syua sambil berjalan.
Namun, saat mereka berdua berjalan Abraham ada di depan mereka mereka. Abraham menatap keduanya tajam. Apalagi melihat tangan Syua yang digandeng oleh Kyle. Segera Abraham berjalan menuju mereka berdua melepakan tangan Kyle dari pergelangan tangan Syua.
Dan Abraham menarik Syua menjauh dari Kyle.
Setelah dirasa cukup jauh, Abraham membuka suara.
"Kamu habis ngapain sama dia?"
"Aku gak ngapa-ngapain sama Kyle. Tadi aku niatnya mau manggil kakak, tapi kakak gak ada. Jadi Kyle nawarin diri cari kakak sama-sama."
"Pokoknya kamu jangan deket-deket dia."
"Kakak kenapa sih?"
"Udahlah, aku mau ke kamar." Abraham meninggalkan Syua sendiri.
Syua bingung dengan Abraham hari itu, kakaknya hari ini sangat sensitif. Ia tidak dimana salahnya, malah ia ditinggal. Padahal Syua ingin mengajak Abraham ke pantai bersama-sama, akhirnya ia berjalan menuju kamar Adelia.
Tok... Tok... Tok...
Syua mengetuk pintu kamar Adelia.
"Masuk aja pintunya gak dikunci kok." Sahut Adelia dari dalam kamar.
Syua membukan pintu kamar Adelia setelah mendapat izin dari pemilik kamar.
"Del, main ke pantai belakang yuk."
"Pantai? Emang ada?"
"Ada tadi aku liat balkon. Ayoklah."
"Ehmm yaudah deh kalau gitu. Aku ikut."
Segera mereka berdua keluar dari kamar menuju ke halaman belakang. Ternyata pantai dibelakang villa sangat indah.
"Wah bener. Kok gak ada di dideskripsi ya, pas aku pesen kalau villa kita ini ada pantainya. Beruntung banget aku pesen villa ada destinasi gratis gini." Kata Adelia sambil menendang-nendangkan pasir.
"Bukan kamu doang tapi kita semua."
"Iya deh. Mau berenang?" Tanya Adelia pada Syua.
"Gak lah. Besok aja. Hari ini jalan-jalan aja deh." Syua menggeleng menolak ajakan Adelia.
Adelia dan Syua hanya berjalan-jalan di pinggir pantai dan sekali-kali bermain ombak dengan kaki mereka.
"Abraham itu sepupu kamu ya?"
"Dia kembaran aku."
"Oh ya? Loh kok selama ini aku gak tau kalau kamu punya kembaran. Dan juga gak pernah liat Abraham. Kamu sama Abraham juga gak mirip."
"Ya karena kita bukan kembar identik. Kak Abraham selama ini sekolah Kristen khusus putra, dia mau jadi pastor."
"Hah? Pastor? Gak nikah dong."
"Tau tuh dia. Mungkin itu takdir Tuhan." Syua tertawa mengejek kakaknya sendiri.
"Pulang yuk. Panas banget disini gak tahan aku." Syua mengelap keringatnya dan berjalan menjauh dari pantai mencari pohon untuk berteduh.
Adelia dan Syua memutuskan kembali ke villa karena di luar sangat panas. Seharian itu Syua, Adelia tidak mau keluar dari villa. Sedangkan Justin, Kyle dan Abraham hanya bermalas-malasan di villa.
Malamnya Adelia yang tertidur pulas, tidak menyadari kursi rias di kamarnya bergerak sendiri.
Bukan hanya kursi rias yang bergerak, tetapi lampu kamar mandi menyala dengan sendirinya.
Lain halnya dengan Syua. Karena terbiasa tidur larut malam, saat ini ia sama sekali tidak ada niat untuk tidur. Di kamarnya ia menyalakan televisi tetapi juga sibuk bermain handphone. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. Syua menoleh ke arah pintu dan mengecek jam yang ada di handphone. Waktu sudah menunjukan pukul 1.15 dini hari.
"Siapa sih malem-malem begini ketuk ketuk pintu." Gumam Syua sambil turun dari ranjang untuk membukakan pintu.
"Ada apa?" Tanya Syua sembari membuka pintu.
Ternyata Kyle yang mengetuk pintunya tadi. Kyle membawa sekantung makanan ringan untuk Syua.
"Syua ini makanan untuk kamu." Kata Kyle menyodorkan kantong plastik berisi makanan.
"Untuk aku?"
"Iya untuk kamu. Kata Abraham kamu suka begadang pasti kamu sering tiba-tiba laper, jadi aku bawain cemilan."
"Oh gitu makasih ya." Syua mengambil kantung plastik tersebut sambil tersenyum.
"Yaudah aku pergi dulu ya. Jangan tidur terlalu malem." Kyle pergi ke kamarnya setelah berpamitan.
Setelah Kyle pergi, Syua pun masuk ke dalam kamar. Dari ujung matanya terlihat di balkon ada orang yang berdiri sambil memegang pagar pembatas. Syua melihat sebentar dan merasa orang tersebut adalah Adelia. Karena kamar Adelia lah yang paling dekat dengan balkon.
Karena tidak ingin mengganggu, Syua langsung masuk ke kamar tidak mempedulikan.
Syua memakan cemilan dari Kyle sambil menonton film di televisi. Akhirnya ia tidur pada pukul 2.30 pagi.
****
Keesokan paginya, Adelia terbangun dari tidurnya. Ia sama sekali tidak menyadari apapun. Ia terbangun dan langsung menuju kamar mandi, saat itu kamar mandi dalam kondisi lampu menyala segera ia mematikan saklar karena kondisi kanar yang sudah terang oleh matahari. Setelah keluar dari kamar mandi, ia melihat kursi rias berada di samping ranjangnya dan langsung memindahkannya kembali di meja rias tanpa curiga.
Hari ini mereka ikut tur menikmati liburan di pegunungan.
Adelia menuju ke lantai satu untuk sarapan. Ternyata semua penghuni di lantai satu sudah bangun. Dan makanan sudah tersedia di meja makan.
"Syua mana, Del?" Tanya Kyle.
"Dia belum bangun emangnya?"
Kyle menoleh kanan dan kiri dan mengangkat bahunya.
"Dia pasti begadang. Jam segini gak mungkin bangun. Mungkin bisa sampe sore." Ujar Abraham.
Adelia menepuk dahinya.
"Oh iya aku lupa. Nanti jam 8 kita mau tur destinasi atas. Abraham bangunin Syua dong. Kamu kan abangnya."
Abraham menggelengkan cepat.
"Enggak."
"Dia gak mungkin bangun. Walaupun kita gedor-gedor pintunya."
"Parah!" Kata Kyle dan Justin bersamaan.
"Jadi kita ninggalin Syua sendiri gitu. Gak papa emangnya?"
"Dia bukan anak kecil. Biarin aja."
"Yaudah berarti tiket Syua untuk kamu aja Abraham."
"Oke."
*****
Pukul 8 sudah berangkat dengan bus tur.
Sedangkan Syua masih tertidur pulas. Pukul 9 tiba-tiba Syua baru bangun.
Ia terbangun karena suara dari lantai satu yang sangat berisik. Ditambah lagi suara tembok dari kamar sebelah, yaitu kamar Adelia.
"Gila berisik banget sih." Gumamnya.
"Woy diem! Berisik!" Teriak Syua dan kembali menutup kepalanya dengan bantal karena berisik. Sedangkan, suara berasal dari luar langsung terdiam. Syua pun kembali tertidur.