
Innsbruck, Austria 2016
Tiga orang sepupu yang sama-sama tumbuh dari kecil hingga dewasa. Mereka sudah menjadi sahabat sekaligus saudara.
Dari TK, SD, SMP mereka selalu berada disekolah yang sama. Namun, saat SMA mereka berpisah ke masing-masing sekolah yang diinginkan. Sekarang adalah musim panas yang berarti liburan musim panas tiba. Adelia, Kyle dan Justin berlibur dirumah nenek.
Ketiga saudara tersebut saling melepas rindu.
"Kyle gimana sekolah di Jerman? Seru?"
"Gak ada yang istimewa sih."
"Jadi kamu lancar bahasa Jerman ya."
"Jelas lah. Kalau kamu, Del apa kabar sekolah sebelah?"
"Biasa aja. Yang ada bosen suasananya gitu-gitu muluk."
"Yaa mau gimana lagi tante Melan kan jagain nenek."
"Iya tau gak perlu diingetin." Jawab Adelia ketus.
Malam hari mereka bertiga berkumpul di teras rumah. Tiba-tiba Adelia menunjukkan layar handphone-nya kepada kedua sepupunya.
"Eh liat deh. Ternyata di daerah sini ada villa baru. Deket pegunungan lagi. Jalan-jalan kesana yuk."
"Mana liat-liat. Wah gila pemandangannya bagus banget. Ayoklah. Aku sih ikut aja."
"Bagus sih. Tapi emangnya tante Melan ngizinin kamu. Kamu kan perempuan sendiri."
"Iya sih mama. Pasti gak dibolehin. Tapi aku pengen jalan-jalan ke sana."
"Ya elah tinggal ajak temen kamu lah, Del. Menurut aku kalau kamu gak perempuan sendiri pasti diizini."
"Wah pinter. Aku ada temen sebaya deket aku ajak dia aja deh. Yaudah kalian izin ke mama oke. Aku mau ke kamar dulu."
"Loh kok kita sih, Del. Adel!"
Mereka terlihat jengkel bahkan berteriak memanggil Adelia, namun Adelia sudah terlanjur masuk kedalam kamarnya.
Adelia menelepon temannya mengajaknya pergi berlibur bersama. Ternyata ajakan Adelia langsung disetujui, temannya pun setuju jika rencana liburan itu dilakukan dalam waktu dekat.
Sedangkan, Kyle dan Justin dengan sukan meminta izin tante Melanny, mama Adelia untuk pergi berlibur bersama. Mereka berusaha meyakinkan Tante Melanny bahwa Adelia tidak sendiri karena ada teman dekatnya yang Adelia sendiri ajak dan juga tempat yang mereka kunjungi tidak terlalu jauh. Untungnya Tante Melanny langsung menyetujui jika Kyle dan Justin yang meminta. Bila Adelia yang meminta izin, mamanya hanya berbicara panjang lebar dan isinya tidak tau diizinkan atau tidak.
Mereka merencanakan akan pergi lusa depan. Mereka akan pergi dengan taksi online. Sebelum pergi mereka semua akan berkumpul di depan rumah Adelia. Mereka bertiga sudah bersiap-siap dengan barang bawaan yang tersusun rapi tinggal menunggu teman Adelia yang tidak kunjung datang.
"Kak, please deh kali ini gak usah ikut oke."
"Yaudah deh. Tapi kamu harus jawab cepet pertanyaan aku."
"Pertanyaan apa?"
"Kalian pergi kemana?"
"Villa kota sebelah."
"Naik apa?"
"Mobil."
"Bareng siapa?"
"Adelia."
"Ada laki-laki gak?"
"Ada. Ups!" Syua langsung menutup mulutnya.
"Fix aku harus ikut."
"Ih, kakak. Jail banget sih. Tapi kak nanti kita ngerepotin Adelia. Laki-laki itu juga sepupunya Adelia."
"Enggak enggak. Pokoknya aku harus ikut. Emang kamu kenal mereka. Kalau nanti ngelakuin hal yang gak bener giman. Gak da tapi tapian." Abraham pergi meninggalkan Syua yang sedang membereskan barang-barang.
"Ihhhhh...."
*****
Pagi-pagi Syua membawa kopernya ke teras rumah. Ia kira Abraham sudah siap duluan, tetapi ia sama sekali tidak melihat keberadaan Abraham sama sekali.
Syua berniat meninggalkan Abraham dan pergi ke rumah Adelia sendirian.
"Eh eh Syua. Mau kemana. Jangan sekali-kali punya niat tinggalin aku."
"Kak, katanya mau ikut. Tapi kok baru bangun sih."
"Ya ini mau mandi."
"Ih, kakak telat dong nanti."
"Gak usah bawel, aku mandi bukannya lama. Udah tunggu bentar."
30 menit kemudian...
Abraham baru saja keluar dari kamar dan membawa barang-barangnya.
Sedangkan Syua sudah tidak sabaran karena sudah telat dari jam yang mereka tentukan.
"Udah cepet ayok. Gak usah santai aja. Yang ngebet pengen ikut tapi lelet." Syua mengomel pada Abraham dan berjalan meninggalkan Abraham.
"Syua kan cuma telat beberapa menit aja."
"Menit? Masih tidur ya. Udah cepet gak usah banyak omong."
Syua berjalan dengan terburu-buru menuju rumah Adelia yang tidak terlalu jauh. Terlihat mereka bertiga sedang menunggu.
"Adelia!" Syua melambaikan tangan sambil berjalan.
"Kata kamu kita perginya cuma berempat. Kok ada tambahan." Bisik Justin ditelinga Adelia.
"Aku gak tau."
"Syua itu siapa?".
"Oh ini saudara kembar aku. Maaf ya kita jadi berlima. Soalnya dia pengen ikut."
"Tapi kita udah mesen villa cuma 4 kamar." Sahut Justin.
"Oh gitu ya. Yaudah aku tidur bareng sama kakak aku aja."
"Eh enggak enggak. Kamu kan perempuan. Gak boleh udah biar kakak kamu tidur antara sama mereka berdua aja. Iya kan." Adelia memaksa Justin dan Kyle mengiayakan perkataan dengan kode mata.
"Iya." Jawab Kyle lantang dan dibalas lirikan Justin.
"Iya gak papa biar kakak kamu tidur bareng aku aja." Lanjutnya lagi.
"Oke! Sepakat! Yaudah langsung berangkat yuk." Adelia bersorak karena banyak orang yang bergabung pada liburan kali ini.
Ajakan Adelia langsung disetujui oleh mereka semua. Segera mereka masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu dari tadi.
Perjalanan dari kota Bolzano menuju Innsbruck memakan waktu 1 jam perjalanan menggunakan mobil.
Saat di mobil Kyle duduk bersama dengan Adelia.
"Del, temen kamu cantik." Bisik Kyle pada Adelia pelan.
"Dia?"
Adelia menepuk pundak Syua yang ada didepannya. Syua langsung menoleh ke arah Adelia.
"Syua, kata Kyle kamu can-." Kyle segera menutup mulut Adelia yang berisik dan membuatnya malu.
"Diemmm!" Peringat Kyle pelan. Tangan Kyle perlahan lepas dari mulut Adelia.
"Kamu cantik kata Kyle." Adelia berbicara dengan buru-buru. Kyle kembali membungkam Adelia dengan cepat.
Bahkan ia meng membungkam mulut Adelia dengan kasar karena kesal. Syua hanya tersenyum melihat mereka berdua, Abraham yang duduk di samping Syua merasa kurang nyaman.
Selama satu jam perjalanan mereka semua tertidur di dalam mobil.
Mereka sampai di pintu gerbang villa. Semua turun dan berjalan menuju villa yang sudah dipesan oleh Adelia, tidak lama berjalan mereka sudah sampai di villa.
Mereka terkesan dengan villa yang dipilih Adelia karena villa bertingkat dua dan luas bahkan pemandangan sekitar pun sangat bagus.
"Wah villanya bagus, Del." Puji Justin.
"Jelas dong. Kalian yang laki-laki tidur dilantai dua kalau aku sama Syua tidur dikamar lantai dua. Dan juga Kyle sama Abraham tidur bareng karena kan Kyle sendiri yang mau." Adelia menjelaskan villa itu pada mereka berempat.
"Aku sih gak masalah. Ya gak Abraham." Kyle menyenggol bahu Abraham seakan sudah saling kenal. Kelakuan Abraham menambah daftar buruk tentang kesan pertama Kyle. Abraham terlihat diam jengkel.
Kyle menjadi salah tingkah. Syua yang mendapati Abraham yang terlihat tidak bersahabat dengan Kyle mencubit lengannya memperingatkan. Mendapatkan cubitan dari adiknya, Abraham tersenyum terpaksa pada Kyle.
Kyle membalas senyuman terpaksa Abraham juga tersenyum.
"Yaudah yuk masuk. Beres-beres barang-barangnya." Ajak Adelia sembari membuka kunci pintu depan.