FLY WITH YOU

FLY WITH YOU
1. New School



LIANA POV.


Aku berjalan mencari kursi kosong ditaman setelah jogging, hampir 1 jam lamanya. pandanganku mulai mengitari area taman, mencari kursi yang masih kosong namun hasilnya nihil, tidak ku temukan satupun.


Hingga tiba dititik aku mendengar seseorang memanggil namaku dari belakang, suaranya terdengar asing.


"Li, duduk disini," Panggilnya dan menyuruhku duduk ditempat sebelumnya dia duduk.


"Emm, terimakasih," jawabku sedikit kikuk.


"Ngak apa apa, duduk aja," tanpa permisi dengan santainya menarik tanganku, disisi lain aku benar benar dihujani beribu tanda tanya, dia siapa? tau namaku dari mana?.


"Gue balik ya," lanjutnya, kemudian mengusap puncak kepalaku dan pergi tanpa berkata apapun lagi, senyumannya masih begitu kuat terbayang bayang mengganggu.


Tak lama setelah drama cogan yang sama sekali tidak Aku kenal itu. Tiba-tiba hujan mengguyur tanpa ada mendung, dan gerimis.


Mengagetkanku sontak bangkit dari tempat tidur.


"Aaaa...ujan ujan," ujarku kaget, "yah, bunda kok diguyur sih, mimpinyakan jadi kepotong," lanjutku setengah kesal.


"lagian kamu dibangunin udah kayak kebo, ngak bangun bangun," omelnya masih dengan nada datar "biar sekalian mandi, nih sabunnya!" lanjutnya menyodorkan sabun di depan wajahku kemudian berlalu pergi.


Akupun melangkah bersiap siap, dengan sigap, setelah ingat kalau hari ini hari pertamaku masuk kesekolah baru.


  ❇❇❇❇


 


AUTHOR POV.


Ia mempercepat mengayuh sepedanya saat memilih bersepeda kesekolah karna jarak antara rumah dan sekolah hanya 15 menit jika di tempuh dengan berjalan kaki, disisi lain setiap pagi dia bisa berolahraga.


Nafasnya pun semakin memburu,setelah melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya menunjukkan pukul 06.55, beberapa menit lagi gerbang sekolah akan ditutup.


"Pak..pak tunggu dulu," teriaknya setelah gerbang sekolah terlihat jelas "SMAN KEBANGSAAN JAKARTA" sambil mengayuh sepedanya secepat mungkin.


Sedikitpun tidak di gubris oleh satpam sekolah, namanya pak Mamat berperawakan tinggi besar wajahnya terlihat sedikit garang, tapi hatinya tidak segarang wajahnya dan bodynya. Begitu kata murid murid disekolah ini , ia terus melanjutkan tugasnya, perlahan gerbangnya tertutup.


"Eeitt ... pak, Masih ada dua menit lagi pak, biarin saya masuk yah," ujarnya memasang wajah memelas.


"Neng, neng ngomong satu menit, trus bapak jawab satu menit, jadi 2 menit, waktunya habis neng," Jawabnya diiringi senyum.


"Apan sih pak! ngak lucu! tuh," sambil meyodorkan jam yang melikar di lengannya "semenit lagi kan, plisss."


Spontan pak mamat tertawa.


"Entah apa yang lucu," batin liana.


"Yaudah masuk neng, lain kali jangan sampai telat lagi, ngomong ngomong neng murid baru yah disini?"


"Iya pak, makasih ya pak," jawabnya singkat.


Kemudian berlari mendorong sepedanya ke area parkiran. Rambutnya yang dibiarkan terurai, sesekali diterpa angin membuatnya sedikit terganggu, tangannya dengan lihai langsung menguncir rambutnya setelah memarkirkan sepedanya.


"Cantikan gini,"ujarnya tiba tiba melepas kunciran rambut Liana.


dengan cepat Liana berbalik, kembali merebut ikat rambutnya dari tangan cowo itu.


"Kamu siapa sih?" selidiknya memicingkan matanya, "Sksd banget, main lepas lepas segala lagi" lanjutnya.


"Kamu murid baru kan? Mau keruangan kepala sekolah ngak?... ikut gue," Ujarnya tanpa Menjawab pertanyaan Liana.


"Ngak, gue bisa sendiri!" sergahnya sembari berlalu.


Berjalan menyusuri koridor lantai satu, membuatnya sedikit risih, kali ini dia benar benar menjadi pusat perhatian di sekolah, sesekali terdengar bisikan bisikan, "itu murid barunya kan?" dan sebagainya.


Yang bembuatnya berfikir ,apa begini rasanya menjadi murid baru?


benar benar tidak nyaman, iya terus melangkah berusaha tidak memperdulikan mata mata yang terus memperhatikannya, entah apa yang salah dengan penampilannya.


 


❇❇❇❇


"Eit, ada yang udah dapet gebetan nih," ejek Brian diiringi tawa.


saat itu juga Ken melemparkan tatapan sinis ke arah Brian and the gang anak Alien.


"Gila, bro. Gue kira lu ngak berani nyamperin," celetuk dimas.


"Halah gila pala lo, gue ngerasa udah kanyak cabe cabean tau ngak!" sanggahnya.


"Kan lu sendiri yang milih tantangan bray," balas sean dengan wajah tanpa ekspresi masih dengan gaya menunduk fokus dengan buku yang sedang di bacanya.


"Halah,"ujarnya sembari berlalu pergi meninggalkan teman temannya.


"Ken tungguin, mau kemana woy," Teriak dimas, berlari kecil mengikuti Ken dan teman temannya.


"Kelas," jawab Kenzie singkat.


ya namanya Kenzie Matthew, idaman kaum hawa, selain pahatan wajahnya yang terlihat nyaris sempurna, hidung mancung, mata coklat, bibir kemerahan, rahang yg terlihat kokoh, membuat kaum hawa bagaikan terhipnotis dengan ketampanannya, banyak yang berlomba lomba untuk mendapatkan hati Kenzie, tapi baginya hampir semua wanita itu sama saja.


 


✴✴✴


 


Kelas 11 IPA 2.


"Selamat pagi anak-anak hari ini kita kedatangan teman baru, silahkan memperkenalkan diri sebelum kita mulai pelajarannya," titah ibu Vina mempersilahkan.


ia termasuk guru terhits di sekolah Kebangsaan karna hampir disegani oleh semua murid.


"Baik bu," ujarnya kemudian melanjutkan,"Selamat pagi temen temen."


"Perkenalkan nama Saya Liana Marissa Pindahan dari SMAN 11 BANDUNG, terimakasih."


"Itu aja?" tanya bu Vina mengernyitkan dahinya.


"Iya bu, cukup." Jawab liana sedikit grogi.


"Baik, ada yang mau bertanya? klau cukup kita mulai pelajarannya."


"Saya bu," salah satu murid cowo mengangkat tangan, sementara teman teman dekatnya terlihat cekikikan.


"Silahkan."


"Goyang itik makan acar, apakah Liana cantik sudah punya pacar?" seketika tawanya lepas.


"Cakeeeeep," spontan teman temannya menjawab diiringi gelak tawa.


ilfeel !! satu kata yang tepat mewakili perasaannya saat itu, mendengar pantun dari cowok cowok bucin membuatnya langsung ingin muntah.


"Adriell!" seru bu Vina.


"Maaf bu, becanda je."


"Silahkan duduk Liana," mempersilahkan, sembari memulai menjelaskan mata pelajarannya.


 


✴✴✴


Hari pertama disekolah kebangsaan, entah ia harus merasa senang mendapatkan teman teman baru atau harus merasa kasihan pada dirinya sendiri karna merasa tidak begitu beruntung memilih sekolah itu, dihari pertama saja sudah 2 kali berhadapan dengan orang orang kurang waras menurutnya.


Jelas saja, pertama di parkiran, kedua di dalam kelas yang hampir semua siswanya dia juluki setengah waras.


"Hai, gue Rifa," Mengulurkan tangannya sambil menyunggingkan senyum, berharap harap cemas kalau Liana tidak akan menggubrisnya.


Sebelum meraih uluran tangan Rifa, ia mengangkat pandangannya memperhatikan tangan hingga ke wajah teman sebangkunya itu. "Liana," perlahan kedua ujung bibirnya terangkat membingkai senyum.


"Masih mikirin yang tadi? udah, ngak usah difikirin, dibawa enjoy aja mereka anaknya emang kanyak gitu, rada gesrek," cerocosnya.


Spontan bibirnya kembali menyunggingkan senyum, setelah mendegar kalimat terakhir dari mulut temannya.


"Lo betah ya."


"Maksudnya?" tanya Rifa penasaran.


"Ya, lo betah gitu sekolah disini, dikelilingi orang orang gesrek," Ujarnya sepolos mungkin.


Seketika tawa Rifa pecah.


"Kalau ngak ada mereka sekolah itu tuh udah kayak kuburan, kaku semua, so dinikmatin aja, oia btw, lo kenal sama kak Ken?"


"Ngak."


"Masa sih? yakin?" tanyanya penuh selidik.


"Ya, yakin. Emang siapa sih?"


"Terus yang diparkiran tadi pagi itu bukan lo gitu? gosipnya kan nyebar tuh, katanya anak baru itu deket sama kak Kenzie sampai rambutnya aja di pegang-pegangin."


"Pates aja,pas gue lewat dikoridor pada ngeliatian gitu, jadi gara gara itu."ucapnya menggebu.


"Jadi lo sama sekali ngak kenal?" tanyanya masih tidak yakin.


"Ngak! udah ah gue mau ke kantin."


"Li ikut."


Rifa berlari kecil mengejar Liana yang sudah pergi mendahuluinya,sembari mengajak dua sahabatnya juga untuk ikut. yah, namanya Salma dan Aida sahabat sahabat Rifa.


Tiba dikantin,terlihat kantin yang mulai penuh dengan siswa siswi yang sedang antri untuk memanjakan perutnya. Pandangannya mengitari ruangan kantin mencari tempat duduk, tetapi tak satu pun Liana melihat tempat duduk yang masih kosong.


Ia mendengus, sedikit kesal karna perutnya sudah mulai mengisyaratkan bunyi bunyi aneh,membuatnya malu saat perutnya berbunyi karna silih berganti tatapan tatapan menyebalkan dari orang orang didekatnya, antrian masih lumayan panjang membuatnya benar benar tak sabaran.


Aida yang terus memperhatikannya karna dia berdiri tepat di belakang Liana "kamu laper Li?" tanya Aida mengetuk punggung Liana.


Liana berbalik, terlihat sudut bibirnya terangkat keatas, nyengir "kedengeran ya?" ujarnya lirih, Aida mengangguk tanda mengiyakan.


Tangannya sedikit menutupi wajahnya. Rifa, salma Serta aida terkekeh pelan tiap kali suara suara pemberontakan dari perut liana terus berbunyi, tentunya Liana tak tinggal diam saat temannya tertawa, ia terus menggerutu kesal.


"Lo laper? nih" sambil menyodorkan semangkok bakso di depan wajah Liana.


Liana sedikit tersentak kanget tiba tiba seseorang menyodorkan bakso di depan wajahnya, untung saja tangannya langsung terkontrol, hampir menumpakan makanan itu karna kaget.


"Lo? ngapain?" tanyanya sedikit bingung.


emang bener bener bingung, karna baginya itu sangat tiba tiba.


"Ngak usah pura pura, gue tau lo laper. Suara perut lo ngeganggu kuping gue," jawabnya sedikit pedas.


"What ? nih orang apa-paan sih, tadi di parkiran sok soan kenal pake ngatur-ngatur penampilan gue segala, sekarang dateng-dateng nyodorin bakso, jangan-jangan ada udang di balik batu." gerutunya dalam hati kemudian meraih mangkok di hadapannya "terimakasih" dan berlalu pergi.


"Liana." suaranya menggema diseluruh kantin, membuat langkah Liana seketika terhenti belum sempat ia menengok, Kenzie melanjutkan ucapannya, "Baksonya di bayar dulu jangan main main bawa aja , itu belum gue bayar, tadi cuma ngambilin buat lo."


skakmatt, rasa malunya bertambah. "Kenziiiiiieeeeee" teriaknya dalam hati dengan wajah penuh kekesalan lalu melemparkan tatapan tajam ke arah Kenzie seperti mewakilkan ucapan "oke, tunggu aja, gue ngak bakal cuma diem."


**Holaaaa..


next lagi ngak??


jangan lupa kritik saran dan masukannya yaaah temen temen..


Author bener bener butuh masukan dari temen temen dan kakak kakak author semuaa.


bye bye...