Ezra & Anjelo

Ezra & Anjelo
01



netranya mengerjap perlahan,menatap sosok pria yang dicintainya,


pria yang dipujanya,raja dari jiwa dan raganya,


"diana...semuanya berakhir disini"


kalimat sederhana yang menusuk,


tiang besar berbilah pisau itu jatuh diantara leher dan kepalanya ,


"berakhir disinikah?namun bagaimana dengan semua janji yang kau utarakan dulu..yang mulia.."


dengan sisa kesadaran yang seadanya ia menatap nanar sosok gagah perkasa yang diakui banyak orang sebagai raja dari segala dewa,


"ah... andaikan waktu bisa-"


" diputar kembali,...."kelopak matanya menyatu,dua hembusan nafas berat pertanda ia sudah tak bernyawa,


"menyedihkan sekali putriku,"


'siapa?'


'tuhan kah itu?'


'atau malaikat kematian?'


"ambilah kesempatan ini dan kembali hidup anakku,jalani kehidupan yang lebih baik bagimu,bangkitlah.."


nada bariton yang khas berdengung memenuhi indra pendengarannya,dikuti cahaya hangat yang menyelimuti tubuh dingin miliknya,udara yang dirasa sesak untuk masuk,kini mulai memenuhi ronga udara ditubuhnya dan membuncah,


"putri" isak tangis tak percaya dan derai air mata haru memenuhi sebuah ruangan,


"putriku.."pelukan hangat..,


"anakku sayang.."suara lembut ini..,


sambutan dan kalimat -kalimat hangat yang diterima dibalas wanita muda itu dengan buliran air mata yang mengalir deras,kilatan matanya sayu dan kosong,tubuh yang tidak sepenuhnya pulih membuat diana kembali pada alam mimpi,


'aku..hidup lagi..dan bernafas..'


'inikah kehidupan keduaku?'


'kehidupan baru?'


'ayah dan ibu masih hidup?'


'inikah kesempatan yang diberikan tuhan padanya?'


'inikah awal dari segalanya?'


beribu pertanyaan berputar mendempur dirinya yang tenggelam dalam kegelapan,


●●●●●●


kelopak matanya mengerjap pelan menyesuaikan diri dengan cahaya yang menembus masuk,


lama ia terdiam dengan pandangan kosong,


nuansa kamar yang begitu ia rindukan,


langit malam dengan cahaya bulan menembus masuk tanpa permisi,


bulir air mata kembali membasahi pipi,


melangkah kearah cermin besar,


"ah..aku kembali muda..ternyata aku kembali saat berumur 10 tahun."


"hmm kalau kuingat-ingat aku tengelam dalam tidur panjang karna duduk dikuil terlalu lama"


diana menekuk wajahnya,ia kesal dengan air mata yang tak ada habisnya ini, mengusap dan terus diusapnya hingga meninggalkan jejak kemerahan dipipinya yang putih,


"huft..tubuhku lemah dan kurus,aku tak ingat pernah berada dikeadaan ini saat muda dulu"


diana menurunkan lengan jubah tidurnya,


"hmm tubuh ini tidak semenyedihkan itu juga hehehe,"


diana memeluk dirinya sendiri,dan dengan lambat cahaya bulan mengarah pada dirinya,


terlihatlah seorang gadis cilik dengan mata biru jernih dan surai perak kusam ,kulit tubunya yang putih,bibir ranum,hidung kecil,dengan bulu mata perak yang bergerak naik turun,


"ah cantiknya diriku.."tersenyum menampakan giginya yang berjejer rapi,


air matanya sudah mengering,ia tak lagi menangis,lama ia memandangi pantulan dirinya,dibantu pencahayaan sinar rembulan,


"besok adalah saat aku bertemu ayah dan ibu,setelah sekian lama.."


"aku sangat merindukan mereka.."


"ah ya adik kecilku roula bagaimana rupanya sekarang?.."ia tersenyum sedih,air matanya kembali menetes,


"bagaimana keadaan olaya dan odele? apakah mereka juga hidup kembali?"


diana mengetatkan pelukan pada dirinya sendiri,ia sesegukan, mengasihani dirinya ,semilir angin lembut menyapu tubuhnya yang ringkih,


lama berselang hingga ia menyadari bahwa bulan akan berganti dengan mentari,


telinganya menangkap banyak sekali suara,mulai dari kicauan para burung, suara dari perternakan, serta para pelayan yang baru saja membuka mata dan akan bersiap untuk tugasnya masing-masing hari ini,


kaki kecilnya melangkah kearah balkon,netranya mengintip nakal,bibir merahnya tersenyum manis,namun kembali..


air matanya kembali tak terkendali,


ia sesegukan,


'rindunya,'batinnya,


diana menekan kuat dadanya yang sesak,serpihan ingatan gelap masuk seakan merasuki dirinya,


menarik rambutnya,ia memcoba untuk menyadarkan diri agar tidak tenggelam, namun matanya mulai mengabur,seakan tak setuju,


"tidak,tidak..aku tidak mau.."merancau keras,


ia mendorong tubuh ringkih itu dengan kedua kaki miliknya,


mencoba untuk tetap sadar,wanita itu mengigit bibirnya,


ia tak mau kembali terperangkap dalam mimpi gelap yang meyeramkan itu lagi,


tak rela dirinya kembali diambil alih oleh masa lalu.


^^^Originaly story from^^^


^^^🥀BLODDY ROSE🥀^^^