
🥀°guy's suport kalian bakal buat aku rajin upload,'( so please leave any coment and like :(°🥀
°this is originaly story from
🥀BLODDY ROSE🥀
I hopefully u'all can enjoyed this story that i make guys...ILY💖💋
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
adam terus mengisap rokok sebatang demi sebatang,ini bukus rokok kesekian yang di hisapnya,
burcu yang sedari tadi mengawasi adam merasa sangat khawatir pada pemuda itu,
merasa dirinya tidak akan bisa menghentikan pria yang sedang dilanda dilema itu,
akhirnya burcu berjalan mendekat ke ruang baca milik anjelo,dimana didalam sana dengan kaca mata yang menyangkut diselah batang hidung anjelo,
pria itu sedang mengurus beberapa permasalahan baik di perusahaan atau dunia bawah yang terus bergejolak yang mencoba menjatuhkan kekuasaannya,
'aku terlalu banyak memberikan muka dan keberanian pada para tua bangka ini'
batin anjelo geram,
orang yang diseludup anjelo untuk mengontrol dunia bawah diam diam memberi tau banyak dari mafia tua mulai bersatu untuk menjatuhkan kedudukan dan mengambil alih bisnisnya secara diam- diam,
'tok' 'tok'
"masuklah"
"tuan anda sibuk?"
"menurutmu?"
"ah iya kulihat anda sedang sibuk"burcu mengaruk kepalanya yang tidak gatal,
"kenapa?"tanya anjelo sejenak ia memijat tulang hidungnya merasakan rasa pening mulai menyerang kepalanya,
"itu...tuan adam sepertinya sedang-"
"sedang apa?"
"dia sudah menghabiskan 3 bungkus rokok tuan,llantai kolam renang bawah bisa berubah menjadi larutan carcoal yang hitam dan itu kotor,"
"biarkan saja,dia sedang ada masalah,jangan menggangunya,istirahatlah burcu"anjelo bangkit dari kursi dan berjalan keluar melewati burcu,
kadang anjelo selalu penasaran pada kelemahan sosok adam,pria yang lahir di indonesia itu sudah lama tidak kembali ke tempat asalnya,
punya kepribadian yang menyebalkan kadang membuat sedikit lelucon yang tidak lucu,namun menjadi seseorang dengan latar belakang yang dikenal sebagai pemain wanita dan penggila berat alkohol,
"kau membuat kotor kolam renang bawah,"anjelo bersandar pada kusen pintu menatap bahu adam yang membelakanginya,
"oh..burcu yang memberitau mu?"
"ya wanita itu tidak ingin kau mati keracunan rokok"
"hanya suatu kebiasaan,kenapa begitu berlebihan?"
"apa yang kau fikirkan?"
"tidak ada,otakku sedang kosong"
"tentang wanita atau keluargamu?"
"kau bukan,kau hanya tidak mengakui mereka"
"berhenti bicara tentang hidupku,itu tidak berguna tapi benar benar menjengkelkan!"
"kau yakin? kau hanya tidak menerima kenyataannya"
"diam leo !! kau membuatku muak"
"berhenti merokok!"
"huft......" adam menghembuskan nafas berat pria itu mematikan puntung rokoknya dan berlalu pergi dari balkon,sengaja menabrak keras bahu anjelo yang sedang bersandar pada kusen pintu,
anjelo hanya diam,pria itu melangkah ketempat dimana adam tadi entah memikirkan apa dan melihat bungkus rokok dan batangan rokok tersebut berserakan dimana mana,
"lebih banyak dari pada yang burcu katakan,"
saat anjelo ingin menijak kearah pagar balkon ia merasa sesuatu yang cair dibawah kakinya,
'pria itu menangis?'
merasa benar dengan instingnya anjelo berjalan keluar dari balkon dan menuju kamar adam,
"kau didalam"merasa tidak ada sautan dari dalam sana anjelo membuka pintu dan benar tidak ada siapapun disana,
"tuan"
"kau mengejutkan ku burcu"ucap anjelo dengan wajah datar,
"ah maaf aku tidak bermaksud"
"kemana pria ini pergi?"
"ntahlah tuan,tuan adam hanya berlalu pergi dan mengambil kunci mobil tadi,"
"kau yakin?"
"ya dia pergi keluar"
"adam tidak mengatakan apapun padamu?"tanya anjelo sekali lagi,
"tidak tuan,tuan adam hanya langsung pergi setelah menaiki mobil,"
"tuan adam pergi ke bar"ucap seorang penjaga gerbang tiba tiba membuka pintu,
"kau yakin?"
"ya tuan,tuan adam mengendarai mobil-"
"mobil yang mana?!!"
"mobil favorit anda tuan"jawab penjaga gerbang itu takut melihat ekspresi wajah anjelo yang menahan amarah,
"pria itu!!"
"siapkan mobil yang satunya lagi untukku,"
"baik tuan"jawab penjaga gerbang itu sigap,
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
TBC🥀