
🥀°guy's suport kalian bakal buat aku rajin upload,'( so please leave any coment and like :(°🥀
°this is originaly story from
🥀BLODDY ROSE🥀
I hopefully u'all can enjoyed this story that i make guys...ILY💖💋
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
-1 tahun berlalu
emma fokus pada drama yang ditontonnya,sedangkan ezra sedang menerima pangillan di balkon,
emma yang penasaran sesekali melirik kearah ezra yang sedang berdiri dan bergerak gelisah,
1 jam berlalu dan ezra selesai dengan pangilannya,ezra masuk kedalam ruang tamu dan duduk di sofa,wanita itu memijat keningnya,
"ini sudah satu tahun kau menganggur,"ucap emma,
"hmm lalu,"
"keluargamu pasti mau kau kembali pada mereka,",emma memasukan keripik pedas kedalam mulutnya dan mulai mengunyah,
"mereka takut kau duduk dipinggir jalan dengan sebuah mangkuk setelah itu kau mulai mengeluarkan kata kata yang menyedihkan untuk mendapatkan uang,"lanjut emma,
"lalu kalau aku kembali ke meksiko bagaimana dengan kau? apa kau berencana untuk mengemis dipinggir jalan?"cibir ezra,
"kau tau alasan ku malas kembali ke meksiko,"ujar emma,
"satu tahun berlalu kau masih belum bisa memaafkannya?"
"tidak akan,pria itu tidak pantas mendapatkan maafku,"emma meraih mug putih yang berada diatas meja dan meminumnya,
"kau menyeramkan saat membenci seseorang,"
"itu tidak akan terjadi bila dia tidak menghianatiku,"
"hmm,"
ezra menatap platfrom putih diatasnya, kembali terbayang sosok pria yang mencuri first kissnya,
sudah satu tahun berlalu namun wanita itu masih saja mengenang bayang bayang pria brengsek itu,entahlah ia seperti tidak membencinya,namun hanya sedikit merasa 'jengkel',
ia juga aneh dengan perasaanya,namun pria itu menghilang seperti ditelan bumi,ezra bahkan tidak pernah lagi melihat batang hidung pria itu,
"aku akan ikut ke meksico,"ucap emma membuyarkan lamunan ezra,
"apa? huh kau sedang bercanda ya?"tanya ezra tak percaya,
"tidak,aku tidak sedang bercanda,lihat ke depanmu,"ujar emma dengan sorot mata penuh luka dan kebencian,
ezra menatap layar pipih didepannya dengan bibir terbuka,
"emly ,wanita ular itu sudah sejak lama mengincar rico,dan lihatlah sekarang ia mendapatkannya,"emma menyeringai,
"but emm bukankah wanita itu adalah saudaramu,"
emma mendelik sinis pada ezra,dan memasang mimik muka jijik,
"aku bahkan tidak sudi memiliki seorang ****** yang menjadi adiku walau hanya dalam mimpi sekalipun,"emma menatap penuh kebencian pada pasangan itu,
"memang benar buah jatuh tak jauh dari pohonnya,like mother like daughter,sama sama ******,"lanjut emma mencaci,
"apa yang akan kau lakukan pada mereka?"
"ntahlah aku tidak terlalu yakin,"emma memainkan rambutnya,
"oh okay,aku akan menyiapkan keberangkatan kita kalau begitu,"
"hmm ya"jawab emma tidak perduli,
melihat ezra yang tidak berada disekitarnya lagi,emma mengambil handphonenya dan menghubungi nomer kontak seseorang,
pada panggilan pertama ditolak,kedua juga ditolak,hingga akhirnya pada panggilan ke sembilan diangkat oleh seseorang disebrang sana,
'who?'
samar samar emma mendengar suara rintihan wanita dan teriakan seorang pria yang menahan rasa sakit,
"ho ho ho kau sudah melupakanku?"emma melihat deretan kukunya,
'jangan bermain main,'
"kau tidak akan melupakan sahabatku bukan,oh ya maksudku ezra" emma tersenyum dengan misterius,
'apa yang terjadi padanya!!,' geram pria di ujung sana,
"tidak terjadi apapun padanya,wanita itu baik baik saja,"ujar emma santai,
'lalu untuk apa kau menghubungiku?'tanya pria disebrang sana dengan tajam,
"kami akan berangkat ke meksiko,"ujar emma,"we will meet again soon" lanjut wanita itu,
emma mematikan sabungan telfonya sebelum pria disebrang sana mengatakan sesuatu,wanita itu tersenyum lebar,
"emm kau tidak berencana akan bunuh diri kan?"ujar ezra dengan mata melotot,
"tentu saja tidak,kau tidak akan bisa hidup tanpa ku ez,"jawab emma,wanita itu membelakangi ezra,
"kita akan berangkat besok,"ucap ezra,
"wah bagus kalau begitu,"
'rencana ku akan berjalan lancar' batin emma menyeringai,