
🥀°guy's suport kalian bakal buat aku rajin upload,'( so please leave any coment and like :(°🥀
°this is originaly story from
🥀BLODDY ROSE🥀
I hopefully u'all can enjoyed this story that i make guys...ILY💖💋
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
'pi' pi' pi' 'pi' burung kecil itu tampak senang karena anjelo mengelus kepalanya dengan lembut,namun jiwa pria itu tampak sedang tak disana,
pria itu sudah kembali dari kantornya,sedangkan adam sedang diobati wajahnya,lemparan terakhir anjelo berhasil mengores wajah adam dan membuat pipi kanan pria itu mengeluarkan darah,
tapi bukan itu yang difikirkan anjelo,pria itu memikirkan sesuatu yang terus menganjal dihatinya,
"kau pria kejam tak berhati,"umpat adam,
pria itu melempar sadal rumah yang dipakainya dan tepat mendarat mengenai kepala anjelo,
"heh kau mengajakku melempar barang lagi huh-"anjelo dengan perlahan memasukan burung peliharannya pada sangkar,
"kau tidak pernah kapok,bagaimana jika akhirnya aku melempar pisau dan berakhir menancap diulu hatimu"
"cih kau memang tidak berperasaan"
adam mengambil tempat diatas kasur anjelo,
"menjauh dari tempat tidurku!!"
"saat kecil kita juga tidur satu ranjang-.."
"apa kau mau mencapakanku huh,setelah kau melukai ku dan aku berikan seluruh cinta tulus kau berakhir membuangku 'kamu kejam anjelo' "adam menunjukan puppy eye's yang membuat anjelo bergidik ngeri sebari meningalkan pria yang masih saja duduk diatas kasurnya dengan kedua kaki terbuka lebar menampakan boxer hitam dibalik jubah putih yang dikenakan adam,
"kau akan mencari wanita lain dan mebuangku"ucap adam sambil mengekori anjelo,
"ya aku akan langsung membuangmu di truk pembuangan besok agar mesin sampah itu mendaur ulang otakmu"
"cih kau selalu berakhir begini,kau selalu akan mencampakanku jika aku tidak memuaskanmu,"
anjelo mengerutkan kening dan memiringkan tubuhnya membuat adam yang saat itu akan menyentuh bahunya berguling jatuh dari atas tangga berakhir dengan kepala yang menabrak guci dan membuat guci berwarna hitam dengan ukiran naga dari batu giok itu jatuh pecah.
anjelo sendiri dengan santai menuruni anak tangga satu demi satu,
"kau tidak mati"anjelo menyentuh pipi adam dengan ujung sendal rumahnya,
"kau malahan merusak guci mahal miliku"lanjut anjelo bedecak kesal,
"kau sialan menyumpahiku mati"
"arghhhh shi* i'm bleeding"adam menyentuh pelan keningnya menyadari ada cairan kental gelap yang mengalir dari sana,
"that' normal kau terjatuh dan kau terluka itu normal! kecuali kau terbuat dari baja,-"
"bagaimana kau akan menganti guci ku huh"ucap anjelo melipat tanganya,
"kau hanya memikirkan guci murahan itu huh!! sialan kau."perlahan adam bangkit namun kedua mata pria itu agak buram karena terjatuh karena tadi terbentur guci,dan akhirnya menabrak tembok dapur,
"what the mother fuc*ker day,"umpat adam,
"shit you bastar* kau mengotori dinding rumahku sekarang,"
"sialan bahkan saat beginipun kau masih memikirkan tentang dindingnya man apa kau gila?!!!!"
adam berlalu pergi kembali menaiki tangga dengan tangan yang satu bertopang pada pegangan tangga dan satunya lagi memegang keningnya berharap darah berhenti mengalir,
"huft..kemana lagi wanita itu pergi!!"
"BURCU!!!!!!!!!!!"
"astaga tuan kenapa kau berteriak sekeras itu,aku sedang berada didapur,disebelah mu tuan!!"burcu memegang dadanya dramatis,
"lalu kenapa kau tidak menjawab saat aku memanggilmu burcu!!"
"astaga tuan anda ini bagaimana,jelas jelas kau hanya memanggil namaku,kau tidak mengatakan 'burcu kemari~' anda sedang bercanda hehehe"burcu menampar pelan bahu majikannya itu,
"hetikan kekehanmu itu menyeramkan"
"astaga tuan suamiku bilang senyumanku bisa melelehkan hati pria"
"hatiku di antartika tidak bisa meleleh"ucap anjelo kesal pria itu mengerutkan keningnya dalam,
"astaga kau hidup tanpa ada hati,kau menjual hatimu tuan!!dengan mafia antartika?"
"ya LALU!!"
"astaga tuan kau akan segera mati kalau begitu,bagaimana ini???"
"bukan aku yang akan mati!!"
"astaga tuan kau juga menjual organ tubuh tuan adam?!!"
"BURCU!!!"
"ya tuan, kau juga akan menjual organ tubuhku??"burcu memundurkan langkahnya menatap tak percaya pada tuan mudanya itu,
"huftttt-"anjelo menghela nafas panjang sebelum tersenyum jahil,
"wah dengan senang hati aku akan menjual seluruh organ mu burcu,dengan begitu aku akan mengurangi dosaku,karena aku akan menyumbangkannya ke ikan ikan yang kupelihara diantartika"
"astaga tuan,aku masih mempunyai anak dan anakku sedang mengandung anak anak yang anakny baru saja lahir dan anak-"
"STOP IT BURCU panggil felix kembali kesini adam melukai kepalanya,dan bersihkan pecahan guci ini,-"menghela nafas berat anjelo melihat dinding yang mencetak bercak merah gelap diatas warna putih gadingnya,
"besok pangilkan seseorang untuk mengecat ulang seluruh rumah"
"baik tuan,kira kira warna apa yang akan tuan gunakan kali ini"burcu tersenyum lebar menampakan gigi putihnya yang berjejer rapi dengan kerutan yang terlihat sangat jelas disana,
"menurutmu?"tanya anjelo sambil menaikan alisnya,
"warna ungu atau pink akan bagus tuan"
"aku seorang pria BURCU!!"
"ouh astaga tuan sekarang sedang ngetren dengan pria pingky boy"
"warna hitam titik"tutup anjelo malas berdebat dengan wanita tua itu
"ish ish ish kau tak cocok jadi pinky boy anda lebih cocok jadi...jadi..shiet aku lupa lagi apa yang akan kukatakan"umpat burcu wanita itu menirukan cara anjelo berjalan,ia memasukan tangan kedalam clemeknya dan mulai menjalankan perintah tuan mudanya itu,
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
TBC🥀
aku update setiap malam minggu
jangan lupa like and coment ya
ps:author :)💖