
“Buka matamu,”
Aki merasakan seperti terdapat cahaya, serta hembusan angin. Dia membuka matanya perlahan, pemandangan yang pertama dilihat adalah tempat sampah.
“Woi,” Mengesampingkan mengapa dia bisa ada di luar, Aki lebih memikirkan perasaan mengapa–aku–diberi–pemandangan–ini–saat–dibebaskan. Namun saat dia menoleh, justru dia men-dapati seorang ibu-ibu memakai daster dan … lebih tinggi darinya?!”
“Huaaa!” Aki terkejut dan terbentur ke tempat sampah. T-tunggu dulu! Rasanya tempat sampah ini sangat pendek!
“Ini aku, Yoda. Dasar cebol,”
“Apanya yang cebol?! Dan kenapa kau bisa jadi seperti itu! Dan apa pula yang kau lakukan pada tubuhku?!” teriak Aki setelah menyadari tubuhnya mengecil, serta pakaiannya berubah –hoodie dan celana selutut.
“Huh, untung aku sudah menyembunyikan keberadaan kita di sini,” Yoda melihat ke daerah pasar dari keberadaan mereka di gang buntu, “Kita akan menyamar,”
“… Hah?” Oh wahai lelaki pembuka-tutup portal, bawa balik gua ke dunia manusia kampret!
“Aku akan jadi ibumu—“
“Mana sudi!”
CPAK.
“Apaan–“ Aki meraba sesuatu yang jatuh di atas. Cair. Dilihatnya dari telapak tangannya, “Anjer, *** burung?!”
Itu perbuatan Yoda. Tanpa merasa bersalah, Yoda berbalik dan bersiap pergi, “Aku sudah menghilangkan tanda di lengan kita. Ayo kita pergi,”
Masih dengan menahan amarah, Aki menghela nafas pasrah, “Ke mana?”
“Ke istana,” Yoda melemparkan tisu basah ke Aki.
“Hup!” Aki menangkapnya, “Hah? Ngapain balik ke sana?” Aki membuka tisu, membersihkan rambut dan telapak tangannya.
“Melihat hukuman. Ikut saja. Kalau kau tidak cepat, akan kutinggal,” Yoda berjalan mendahului Aki, membuat Aki setengah berlari mengejarnya, “Tunggu, dong! Kau cuek sekali. Padahal kau manis!”
“Berisik,”
Orang pertama membatin, Sifatnya beda sekali dari yang kemarin.
Dan orang yang lain, Apa bertingkah seperti ini sudah benar? Aku tidak ingin menyakitinya.
***
“Mak!!! Anakmu kekurangan nafas!!!” Sang Anak menarik daster Sang Ibu.
“Aduh duh, kamu nggak apa, Sayang?” Sang Ibu berjongkok dan memegang pipi Sang Anak.
“Beri aku nafas buatan, Mak! Sebentar lagi aku akan pingsan!” rengek Sang Anak.
“Duh, Sayang. Jangan seperti itu, di sini banyak orang! Tenanglah, ya,” masih memegang pipi.
PERCAKAPAN MACAM APA ITU?!
Hampir seluruh pasang mata yang berada di ruangan ini menatap ke mereka berdua –Yoda dan Aki. Sebenarnya apa yang Aki katakan tidak salah, karena ruangan ini sangat sesak. Selagi memanfaatkan keadaan sebelum mereka ditertibkan, Yoda menambahkan seraya mencubit Aki keras, “Apa yang kau lakukan?!”
“Kau bilang kita menyamar, tentunya harus berkamuflase, kan?”
“Kau menarik perhatian banyak orang! Sekarang diam saja dan lihat acaranya,” Yoda mengalihkan pandangan pada prajurit yang mulai menertibkan sekumpulan makhluk dunia lain ini.
Aki ikut mengalihkan pandangan, ke arah ‘panggung megah’ yang tersedia di depan, “Kita ada di mana?”
“Aula penghakiman,”
… Hah? Belum sempat Aki bertanya lebih lanjut, ada prajurit yang menghampiri di dekat mereka. Melihat wajah Yoda, Aki merasa dia ingin agar Aki melihat sendiri kejadian yang akan ada di depannya.
Oh, Pria Tua Berjenggot Hitam itu naik ke panggung, “Ekh-Ekhem! Selamat Pagi, Wahai Rakyatku! Terima kasih telah datang di eksekusi hari ini. Kali ini, pelakunya dari Klan Kron! Uhm, kejahatan yang dia lakukan, sama saja seperti kejahatan Klan Kron yang terjadi sebelumnya di wilayah Klan Ain ini. Dia mencoba menghancurkan dunia dengan menghancurkan berlian di istana Klan Ain!”
Sejak saat itu, suasana langsung heboh. Banyak yang berteriak dan mencaci maki, seperti, “Mati saja kau!”, “Dasar makhluk rendahan!”, “Jangan egois dengan takdir kalian, dong!”, “Dasar suram!”
Suram … Aki menarik tudung hoodie ke kepalanya.
“Tenanglah, Wahai Rakyatku,” Sang Raja melanjutkan, “Maka dari itu, di Aula Penghakiman hari ini, akan diadakan eksekusi mati untuk Si Penjahat dengan memenggal kepalanya!”
DOOONG! Suara gong dibunyikan. Hening setelahnya.
Kain pun dilepaskan. Matanya terlihat. Saat itu juga, Aki menyadari.
P-P-PAKDHE TADI PAGI! K-KOK?! Dia gak dibebasin? Dia … Dieksekusi mati?!”
Selagi terkejut dalam hati, Aki menatap Yoda. Ekspresinya datar. Aki menoleh saat Sang Raja melanjutkan ucapannya, “Oh, saya juga memiliki pengumuman penting yang menyangkut kesejahteraan negeri ini. Ingatkah kalian tentang makhluk gagal 16 tahun yang lalu?”
DEG. Aki terbelalak seketika.
“Jangan-jangan …!” Salah satu warga berteriak ketakutan.
“Dia telah kembali ke dunia ini. Entah bagaimana caranya dia bisa kembali ke dunia ini, namun itu bukanlah hal yang penting! Dia telah dikurung sejak kemarin sore, lantas pagi ini tiba-tiba dia menghilang! Dia adalah ancaman, wilayah kita dalam bahaya! Siapapun yang menemukannya dan membawanya ke istana, akan langsung diberi hadiah yang setimpal! Dengan catatan, jangan membunuhnya,” Aki menatap ke ekspresi Sang Raja, tersenyum sinis, “Sekali lagi, wilayah Klan Ain dalam bahaya!”
... Woi, aku ada di antara kalian, lho.
Sejenak setelahnya, Aki merasa ada tangan yang memegang tangannya, Apa yang kau lakukan, cewek iblis?!
Yoda menunduk, namun dia juga tidak menoleh ke Aki. Untuk sesaat, dia hening, lantas tiba-tiba berkata lirih, “Maafkan aku,”
“… Apaan, sih,”
“Nah, apa ada pesan terakhir dari Si Penjahat? Kita semua akan mendengarkannya bersama!” Sang Raja melanjutkan pidato panjangnya, kemudian menyerahkan ke ‘Si Penjahat’.
“S-Saya tidak merasa m-melakukan hal yang salah! Saya hanya ingin menyelamatkan negeri ini! Saya ingin menegakkan keadilan! Keadilan di mana semuanya bisa bebas, yakni kehancuran dan kematian –“ Sang Raja menarik mikrofon dan langsung member komando untuk memenggal kepala Si Penjahat. Saat itu juga …
Apa maksudnya ini cewe ngajak gue lihat beginian, sih? Gue bener-bener risih sama dunia ini, tau. Tapi, rasanya memang seperti …
Tertantang. Dirikulah tokoh utama di negeri dua wilayah ini.
Bentar-bentar. Yang ada sekarang gue jadi buronan!
“Ah, kutemukan, kau,”
BYUAR! Wilayah tempat ‘penghakiman’ jauh dari batas area 'penonton', jadi darah yang berceceran tidak mengenai mereka. Namun, karena terlalu fokus pada Si Penjahat, tanpa sadar lengan prajurit yang memenggal ikut terpotong.
“AAAHHH! YANG MULIA, YANG MULIAAA!!!” Karena panik, tanpa sadar mereka berlarian. Sang Raja terpaku, walau prajurit tersebut mendekatinya dan darah mengotori tubuhnya. Kepala Si Penjahat dan sisa tubuhnya belum dibereskan pula. Darah semakin ke mana-mana, banyak yang mengenai penonton dan mereka ikut berteriak, “Kyaaa!!!”
Tunggu, hal itu tidak mungkin terjadi di wilayah Klan Ain.
“… Yoda,”
“HUWAAAHHH!!! MEREKA BERDUA DARI KLAN KRON!”
Penuh teriakan. Penuh cacian. Sejak kapan?! Aki sadar, saat menatap Yoda, dirinya kembali ke bentuk aslinya dengan tanda Klan Kron di lengan kiri. Tentu saja dengan tinggi yang menambah, Aki sadar dirinya juga kembali ke bentuk semula. Tanda di tangan kirinya juga kembali.
“K-KAU!!! PRAJURIT, TANGKAP ANAK ITU!” perintah Sang Raja.
Mengapa mereka kembali ke bentuk semula? Apa sihir penyamaran ini ada batas waktunya? Dan yang lebih penting, siapa lelaki yang menatap senang Yoda itu?!
Aki melihat sosok laki-laki berkacamata yang memegangi lengan kiri Yoda. Kemudian, Aki dapat melihat sebuah gelang terpasang tepat di pergelangan tangan kiri Yoda.
“Tsk. Kau menganggu! Apa maumu?!” Yoda mencoba memberontak, dengan wajah penuh amarah. Sang lelaki hanya tersenyum dan terus memegang lengan Yoda. Sementara Aki masih terpaku, bingung dengan apa yang harus dilakukannya.
“Kau tidak boleh main-main seperti ini. Bahaya, lho. Apalagi …” Lelaki itu menatap Aki yang tatapannya masih kosong. Mata mereka bertemu, “Dengan selingkuhanmu,”
Selingkuhan patak u!
Prajurit yang masih bisa ‘melaksanakan tugas’, mulai berjalan ke arah mereka dengan Aki sebagai targetnya. Aki tersadar, namun entah mengapa tubuhnya tidak bisa bergerak.
Gemetar. Dia gemetar. Yoda masih mencoba memberontak, namun segala gerakkannya dikunci oleh lelaki berkacamata. Aki ingin melakukan sesuatu, tapi apa?! Apa kabur pilihan terbaik? Apa dia harus membantu Yoda? Dia ragu-ragu. Berpikirlah! Bergeraklah! Duh!
Setelah kusadari, aku ini pengecut.
“Lepaskan aku! Kenapa kau menyegel kekuatanku lagi, sialan?!”
“Sudah, sudah, Yoda. Ayo kita pulang,” Hal yang dilihat Aki sebelum mereka berdua hilang: Lelaki itu mengelus rambut lurus Yoda, menggendong Yoda dan mereka berteleportasi. Meninggalkan Aki sendirian.
SRET.
Tombak melingkari tubuh Aki dan memblok jalan keluar.