Demon King Special Girl [Tensura]

Demon King Special Girl [Tensura]
Ch 8




.......


.......


.......


Sesampainya di Goa tempat Veldora di segel, Tsuki melangkah kan kaki nya hendak masuk.


Tsuki menatap datar Kaoru "jangan ikut"


Sring


Dalam sekejap Kaoru merubah wujudnya menjadi Wolf, dengan ukuran kecil. Lebih mirip seperti kucing.


Kaoru langsung melompat ke Kepala Tsuki dan duduk di sana.


"Baiklah jika bersikeras" ujar Tsuki.


Ekor Kaoru bergoyang tanda senang, 'ada gunanya juga berubah menjadi sejenis Wolf seperti dia'


Tsuki mengambil Kaoru yang berada di kepala nya dan memeluk nya layak nya boneka.


Melangkah masuk, Tsuki berjalan hingga hampir sampai didepan barier? di mana Veldora tersegel.


Tap


Tap


Tap


Mendengar langkah kaki dan aura yang Veldora kenali itu membuat sang Naga badai yang sedang tidur itu bangun seketika.


"Tsuki? Akhirnya kamu juga, aku sudah bosan menunggumu agar cepat datang" ujar Veldora dengan nada senang.


Awalnya saat bertemu dengan Veldora, naga itu terlihat sangat tsundere tapi entah mengapa setelah 2 / 3 tahun dia malah menunjukkan emosi nya secara terang-terangan.


Tsuki meletakkan Kaoru yang berada dalam wujud wolf nya itu di bawah.


Ia menyentuh berier itu "senang mendengar nya Veldora"


Cakar Veldora juga menyentuh tangan Tsuki yang di batasi oleh barier itu, Tsuki menatap Veldora.


"Hanya saja ada yang ingin ku beritahu" ucap Tsuki pelan.


"Apa? Ingin beritahu tentang apa?" tanya Veldora, Naga itu juga penasaran.


Kaoru menatap tak suka Cakar Veldora itu, walaupun tidak bersentuhan secara langsung dengan tangan Tsuki. Kaoru tetap tidak suka.


Dia memalingkan wajahnya agar tidak merasa emosi, ah sistem satu ini sangat menggemaskan.


"Aku tidak akan mengunjungi mu lagi" jawab Tsuki.


Gadis itu menggeleng dan mundur beberapa langkah "tidak bisa ku beri tahu"


Sring


Setelah mengatakan hal itu Tsuki beserta Kaoru menghilang dari sana, meninggalkan Veldora dengan aura kemuraman nya.


"Aku tidak menyukai itu"


...🍂🍂🍂...


Di luar nya Tsuki menatap langit yang berwarna biru itu "Ah sungguh sudah terlibat terlalu jauh"


Grep


Tsuki sedikit tersentak saat Kaoru yang secara tiba-tiba mengambil tangan nya. Sedikit terasa geli karena Kaoru meniup nya.


'Aku tidak suka ini, aura naga itu masih menempel' batin Kaoru tak suka.


Hahaha ternyata Kaoru cemburu? Oh ayolah sistem berwujud manusia ini sangat lucu, padahal tidak bersentuhan secara langsung. Kenapa harus cemburu?


"Apa yang sedang kamu lakukan Kaoru?" tanya Tsuki.


Kaoru berdiri "tidak ada Nona"


Yah mendengar jawaban Kaoru Tsuki berbalik saat ingin berjalan pergi, lagi Tsuki sedikit terkejut dengan tingkah aneh sangat sistem.


"Sekarang, apa terjadi sesuatu? Sampai kamu memeluk ku Kaoru?" tanya Tsuki sekali lagi.


Kaoru menghirup dalam  aroma Tsuki benar-benar wangi dan ia suka itu. Kaoru berbisik tepat di samping telinga Tsuki.


"Nona beritahu aku, nona lebih memilih aku atau dia?" tanya Kaoru.


Tsuki memiringkan kepalanya, sangat aneh kenapa Kaoru mempertanyakan hal itu ya?


"Entahlah, kalian berdua berharga bagi ku" gumam Tsuki.


Gadis itu membalikkan badan nya sehingga pelukan Kaoru terlepas, sejenak mereka saling bertatapan.


Tsuki tersenyum, ia menempelkan dahinya ke dahi Kaoru dan tangan nya mengusap pipi Kaoru.


"Jadi jangan mempertanyakan hal itu" lirih Tsuki.


Kaoru memegang tangan Tsuki yang menyentuh pipi nya "aku paham Nona, maaf kan aku"



(Yah kurang lebih seperti itu, kalau gak pas bayangkan sendiri  ┐( ̄ー ̄)┌)


~Bersambung~