Demon King Special Girl [Tensura]

Demon King Special Girl [Tensura]
Ch 12



Pria yang di panggil Noir itu tersenyum, "aku mencari mu sedari tadi, kamu pergi kemana?"


Iris merah milik gadis itu meredup, perasaannya menjadi sedikit aneh apa ini perasaan pemilik tubuh? Tubuh nya terasa sedikit gemetar.


Tsuki diam membuat Noir memutuskan untuk mendekati nya lantaran tidak mendapat jawaban dari pertnyaan nya.


Saat sudah sampai di depan Tsuki, Noir mengetuk-ngetuk kepada Tsuki yang lebih pendek dari nya.


Dahi Tsuki mengernyit, sedikit merasa terhina karena dia pendek di antara orang-orang terdekatnya ( kecuali Milim )


Pluk


"Are? Tsuki-chan ternyata mau aku peluk ya?" ucap Noir dengan nada riang lalu memeluk Tsuki.


'Yah begini lebih baik, ku rasa pemilik tubuh merindukan nya?'


Sedikit aneh... Kenapa pemilik tubuh ini memiliki hubungan dengan tokoh-tokoh penting di sini? Sungguh merepotkan.


Vero lebih memilih menjadi angin saja kalau tau begitu, setidaknya masalah tidak akan menghampiri nya.


Sementara Tsuki yang masih tenggelam pada pikirannya Noir dengan suasana hati yang gembira itu mempererat pelukan nya.


Jarang sekali Tsuki mau di peluk olehnya dalam waktu yang lumayan lama.


Sring


Noir mengulas senyum "dia pelit sekali, sampai tidak membiarkan Tsuki-chan bersama dengan ku"


.


.


.


"Oh? Leon-san? nande?" Tanya Tsuki yang kini telah berpindah pelukannya.


"Ie Tsuki-san, mau coklat?"


Mendengar kata coklat membuat manik merah itu berbinar, Vero dan Tsuki memiliki satu kesamaan, yaitu sama sana pencinta coklat.


Dengan semangat Tsuki mengangguk, hanya Leon saja yang tau kesukaannya di antara para Raja iblis lain nya.


"Gendong aku Leon" pinta Tsuki, rasanya sangat malas untuk berjalan.


Yah walaupun mempunyai sayap tidak mungkin kan Tsuki menggunakan nya hanya untuk hal sepele seperti ini?


Leon dengan senang hati menuruti permintaan Tsuki.


Sehari penuh itu Leon meminta Tsuki untuk tetap berada di sampingnya dan Tsuki menyetujui.


Karna sudah di sogok dengan iming-iming memberikan nya banyak coklat oleh Leon.


Tsuki yang memang pencinta coklat pun tanpa pikir panjang langsung menyetujuinya.


Oh siapa sangka ternyata orang seperti Tsuki itu pencinta coklat?


Sangat tidak di duga-duga ya.


Besoknya Leon membawa Tsuki ketempat Valentine berada.


Itu karena Tsuki yang memintanya, katanya dia tiba-tiba ingin bertemu dengan Valentine.


Leon menurunkan Tsuki dari gendongan nya dan menatap gadis itu sebentar.


"Kamu sangat suka dengan wujud ini ya?"


Tsuki mendongak, membalas tatapan Leon lalu tersenyum kecil.


"Mungkin? Entahlah, aku hanya nyaman saja" balas Tsuki tersenyum tipis.


Leon mengelus kepala Tsuki sebentar sebelum pergi.


Tsuki tersenyum tepat setelah Leon pergi, gadis itu berbalik dan menatap bangunan besar di depannya.


Kaki nya melangkah mendekati bangunan itu, untuk kali ini Tsuki berharap Valentine ada di sana.


"Valentine ada tidak ya ... ?"


Gadis itu tetap berjalan hingga sampai di depan pintu nya, yah lebih tepatnya Gereja.


Entahlah, setiap ingin mencari Valentine tempat ini yang pertama dia datangi.


Tangan yang tadinya ingin membuka pintu Gereja pun berhenti.


Ah benar, Tsuki lupa mengganti warna rambut dan juga mata nya. Tepat saat Tsuki ingin mengubah rambut dan mata nya.


Pintu itu tiba-tiba saja terbuka, membuat orang yang membuka pintu itu terlihat terkejut.


'Lari ga ya? Tapi aku males ... Lagian kenapa aku harus lari juga ya?'