Demon King Special Girl [Tensura]

Demon King Special Girl [Tensura]
Ch 4




"Aaaaaaa Tsuki-sama ayo bermain" rengek Milim sambil menggoyangkan tangan Tsuki.


Tsuki hanya menatap kosong Milim yang sedari tadi terus merengek ingin bermain. Mungkin Ramiris sudah memamerkannya kepada yang lainnya dengan bangga.


Guy berdecak kesal, pasalnya sudah beberapa jam Milim tidak pergi² padahal adiknya itu sama sekali tidak menanggapi dirinya.


"Ck pergilah Milim, Tsuki tidak akan pergi bermain dengan mu" usir Guy.


Milim mengerucutkan bibirnya "ini tidak adil kenapa Ramiris di ajak bermain sedangkan aku tidak?"


"Bahkan Misery-san juga di beri mahkota bunga oleh Tsuki-sama, aku juga ingin diberikan sesuatu oleh nya"


Tsuki memiringkan kepalanya ke kiri "ingin sesuatu dari ku?"


Seketika mata Milim bersinar terang dengan semangat ia mengangguk.


"Seperti apa?" Milim berpikir mendengar pertanyaan lirih Tsuki.


"Cium, cium pipi ku" semangat Milim sembari menunjuk pipinya.


Tsuki sedikit menunduk untuk menyamakan tinggi nya dengan Milim.


Cup


Milim menjerit senang dia memeluk erat Tsuki lalu berlari keluar kamar dengan perasaan senang yang menggebu-ngebu.


Mungkin dia akan menyombongkan nya pada Ramiris, dan Milim sangat yakin kalau Ratu Labirin itu akan sangat iri.


Memikirkan hal itu membuat Milim terkikik senang.


"Ck dia mengganggu ku saja" Guy kembali memeluk adiknya tercintanya itu, sedangkan Tsuki hanya diam saja menerima semua perlakuan mereka.


...🍁🍁🍁...


"Ah aku tersesat" lirih Tsuki.


Niatnya Tsuki hanya ingin berjalan-jalan di hutan Jura karena tidak ada kegiatan, kenapa Tsuki tidak ada yang menemani?


Yah karena para Raja Iblis sedang perkumpulan atau bisa disebut dengan Walpurgis untuk membuat nama, dan Tsuki dengar ada Raja iblis baru. Kalau tidak salah namanya Clayman.


[Tuan Rumah biarkan saya berubah menjadi manusia dan menemani anda]


Tsuki sedikit memiringkan kepalanya, "kau bisa berubah menjadi manusia?"


[Jawab Tuan Rumah, hanya wujud saya Saja yang seperti manusia. Sedangkan yang lainnya saya adalah sistem]


Gadis dengan tatapan kosong itu mengangguk paham, "jadi... Bagaimana cara nya?"


Sesuai arahan dari sistem yang telah ia beri nama, Kaoru. Cahaya biru muncul dari telapak tangan gadis itu.


Perlahan cahaya memudar menampilkan seorang pria dengan rambut hitam pekat dan mata yang berwarna merah darah.



Tsuki memiringkan kepalanya melihat bentuk sistem, "seperti Raphael hanya saja rambut nya berwarna hitam" gumam Tsuki pelan.


Memang penampilan Kaoru mirip seperti Raphael yang paling mirip adalah tatapan mata nya


Kira-kira seperti itu ciri-ciri Kaoru.


Kaoru mengambil tangan kanan Tsuki lalu mencium nya, "ijinkan saya untuk selalu di samping anda My Lady"


Tsuki tak menjawab, gadis itu hanya balik menatap mata merah bersinar Kaoru, ia berucap dengan lirih "matamu indah Kaoru"


"Kaoru... Apa, apa kau tau di mana tempat Veldora di segel?" Kaoru melepaskan tangan nya yang menggenggam tangan Tuan nya.


Untung saja pendengaran Kaoru tajam kalau tidak mungkin pria itu tidak akan mendengar apa yang diucapkan oleh tuannya.


"Tidak jauh dari sini Tuan, anda ingin pergi kesana?" Kaoru bertanya, suaranya terdengar sangat lembut saat berbicara.


Tsuki menggaguk sebagai jawaban, Kaoru tersenyum lembut menatap Tuan nya.


Pria itu memegang tangan Tsuki dan menuntun nya dengan hati-hati seolah Tsuki adalah kaca yang mudah pecah.


Sesampainya di depan Goa di mana tempat Veldora, sang naga badai di segel. Mungkin sudah lebih dari 280 tahun lamanya.


Entahlah Tsuki tidak tau pasti, gadis itu bahkan tidak tau kapan alur sebenarnya di mulai.


Tsuki menoleh ke samping tempat Kaoru berdiri, "apa... Kita bisa langsung masuk kedalam?"


Kaoru menggaguk, lingkaran sihir berwarna biru muncul di bawah mereka lalu bersinar.


Dalam sekejab mata Tsuki dan Kaoru sudah berada di dalam Goa tersebut.


Tsuki menoleh ke samping "Kaoru... Kau tunggu disini, aku akn kesana sendiri"


Ia menempelkan jari telunjuknya di depan bibir Kaoru saat melihatnya ingin protes. Tsuki menggeleng membuat Kaoru menggaguk.


Tsuki mulai berjalan mendekati Veldora yang sepertinya sedang tertidur.


"Veldora"


...~Bersambung~...