Demon King Special Girl [Tensura]

Demon King Special Girl [Tensura]
Ch 3




Sudah beberapa hari Vero atau Tsuki tinggal di dimensi lain, gadis itu juga selalu diperebutkan oleh para Raja Iblis.


Dan kakaknya pun bukan nya menolong dirinya malah ikut memperebutkan dirinya, tapi walau pun begitu Tsuki tidak merasa kesal ataupun jengkel sedikit pun.


seperti tidak punya emosi dan rasa yang ia rasakan.


Kini Tsuki sedang bersama dengan Guy di ruangan nya sembari menatap ke arah jendela besar yang memperlihatkan salju lebat.


"Nii-san aku ingin pergi ke luar" ucap Tsuki pelan dengan mata yang tetap tertuju ke arah jendela.


Guy mengangkat sebelah alisnya "tumben, biasanya juga hanya ingin di dalam kamar apa ada sesuatu yang kau inginkan kan?"


Tsuki menatap Kakak nya kosong lalu menggeleng, "hanya ingin"


"ya sudah tapi kau harus bersama Misery ya? agar kau tidak nyasar" Tsuki mengangguk.


Guy mengatakan itu karena tau kalau adiknya itu buta arah, bahkan sering nyasar di tempat tinggal nya sendiri.


Tsuki berdiri dan menghampirinya Guy yang menggerakkan tangan nya isyarat untuk mendekati dirinya.


Cup


Guy mengecup kening adiknya itu "hati-hati imotou-chan"


Tsuki memiringkan sedikit kepalanya sedikit heran lalu mengangguk. Guy kiniΒ  menatap Misery yang berada di belakangnya Tsuki.


"Jangan lepas pengawasan mu dari nya"


Misery menunduk, "ha'iΒ  Guy-sama"


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Kini Tsuki sedang duduk di hamparan bunga yang membentang luas, gadis itu juga kini sedang merangkai sebuah mahkota dari bunga.


Di sela-sela kegiatan merangkai nya Tsuki bertanya pada sistem, "nee~ sistem, apa kau mempunyai nama?"


[Jawab tuan Rumah, tidak jika anda ingin, anda dapat memberi saya nama Tuan rumah]


Misery yang berdiri jauh di belakang Tsuki itu hanya melihat semua tindakan adik dari tuan nya itu.


[Saya menyukai nya tuan, terima kasih]


Tsuki menggaguk pelan ia berhenti lalu menatap ke depan kosong, "Misery kemarilah"


Misery mendekat berdiri di belakang Tsuki, "bukan di sana, duduk di depan ku" ujar Tsuki sekali lagi dengan nada pelan.


Kini Misery beralih duduk di depan Tsuki, pelayan iblis itu dapat melihat mata teduh Tsuki yang menenangkan dengan manik yang berwarna biru kristal.


"Haruka-sama apa yang anda lakukan" Misery terkejut dengan Tsuki yang menarik tangan nya agar menunduk dan meletakkan sesuatu di atas kepalanya.


"untuk mu Misery-san, kau terlihat cantik"puji Tsuki lirih, gadis itu sedikit menarik sudut bibir nya.


Walaupun tidak terlihat seperti senyuman tapi Misery kagum dengan kecantikannya yang bertambah.


Misery tersadar samar rona merah muncul di pipinya, "Arigato Haruka-sama"


Tsuki hanya mengangguk saja, manik matanya menatap hutan di depan dengan pepohonan yang lebat. Misery yang menyadari arah pandangan Tsuki akhirnya membuka suara.


"Itu adalah hutan Jura yang dipenuhi oleh berbagai monster, serta ada Naga yang tersegel di dalam goa yang berada di hutan Jura Haruka-sama" Jelas Misery.


Tsuki menggaguk paham akan penjelasan Misery.


"Haruka-sama sudah waktunya untuk kembali" ujar Misery melihat langit yang sudah berwarna oranye.


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


"apa kau sudah merasa senang imotou-chan?"'


Tsuki menggaguk pelan menjawab pertanyaan dari Guy, gadis itu beralih menatap kakak nya dengan mata sayu nya.


"Nii-san jika aku pergi ke hutan Jura, apa boleh?" tanya Tsuki dengan suara lirih.


Belum sempat Guy menjawab suara dobrakan pintu lebih dulu memotong nya.


BRAK