Darkest Secret

Darkest Secret
Teman??



Sepulang sekolahnya.


Aku berjalan bersama Niren dan Melinda menuju parkiran untuk mengambil mobil.Setelah mengambil mobil aku, Niren dan Melinda menuju gerbang dimana Kirana dan Ririn menunggu.


Aku memakai henset dan menyalakan musik k-pop kesukaanku dengan volume yang cukup membuatku tidak mendengarkan apapun selain suara musik itu.


Tok...Tok...Tok....


terdengar kaca mobil itu deketuk,Dia Kirana namun Sherly tidak menanggapinya.Kirana yang melihat itu langsung membuka pintu mobil Sherly.


"Sherly....."ucapnya


Tak ada tanggapan dari ku,Kirana langsung menarik tanganku dan Tak sengaja henset yang ku pakai ikut tertarik.Aku yang menyadari itu menoleh pada Kirana.


Terlihat Kirana yang ketakutan membuatku khawatri.


"Ada apa na??"Tanyaku panik melihat Kirana ketakutan


"Sherly..... tadi gue lihat ada orang terjun dari atap dan gue denger denger orang itu Amelia"


"Apa!! yang bener lo?"tanyaku kaget.


"mana mugking gue boong"


Aku yang mendengar itu masih tak percaya.Aku dan Amelia memang satu kelas dan kami juga satu ekstrakulikuler hingga kita sering ketemu bahkan chattingan.Amelia juga sering ceria tentang keluarganya denganku namun aku hanya menjadi pendengar yang baik untuknya tadi lebih tepatnya aku hanya mendengarkannya tanpa ku jawab.Aku tak terlalu dekat dengannya.


Entah apa yang membuatnya bunuh diri?


Aku yang masih tidak percara hingga aku melihat sendiri.


Aku dan Kirana menuju ke tempat dimana kejadian itu terjadi.Terliat disana sudah banyak kerumunan murid dan beberapa satpam sekolah.


Saat aku ingin mengajak Kinana melihat ke TKP namun Kinana sudah tidak lagi ada disampingku entah kemana Kirana pergi.


Aku tidak ingin mencari Kirana karena aku masih harus membuktikan bahwa yang di katakan Kirana benar atau bukan.Banyak kerumunan orang jika aku harus menobeos kerumunan itu pasti akan ada aksi dorong mendorong.


Aku tercengang melihat korban didepanku yang sudah berlumuran darah.


Rasanya membuatku ingin muntah apa lagi darahnya yang terus menerus keluar dari tubuhnya membuatku takut.


........


Tiba tiba saja tanganku ditarik hingga aku sudah tak lagi melihat pemandangan tadi.


Tak ku sangka yang menarikku adalah Deren


"kenapa lo bisa disana?"


Aku menatap Deren dengan air mataku yang sudah terjatuh di dipiku."Tadi itu.....teman satu kelasku namanya Amelia"


"Owh..." Wajah Deren tampak perhatian,membuatku sadar bahwa dia juga mengenalinya."Tadi,satpam sekolah udah geledah dan menemukan dompetnya.Aku...turut berduka"


"Makasih,kita harus meghubungi orang tuannya..."ucapku


"Biar aku aja,"usul Deren berbaik hati."Kamu punya nomor telefon orangtuanya?"


"Aku ngga punya...."Baru kusadari aku tidak mendetahui apapun tentang Amelia .Aku tak tau dimana alamat rumahnya dan aku tidak kenal orangtuanya, padahal Amelia selalu cerita padaku.Kenapa aku bisa mengatakan dia adalah temanku sedangkan atau tidak tau apa apa soal dia?!


"Ngga apa apa.Pasti nomornya ada di ponselnya.Aku tanya ke satpamnya dulu ya"kata Deren kepadaku


"Kamu gapapa aku tinggal bentar?"sambungnya lagi.


"Aku gapapa"


Deren tersenyum "aku ngga bakal lama kok"


Aku menatap kepergian Deren.Ini adalah hari yang ku tunggu tunggu, hari Deren menyapaku dan menajakku mengobrol.Malah tadi dia sempat mengandengku meski hanya sebentar....